Tugu Kujang dan Lawang Salapan 4

Ada sebuah cerita lucu, tapi juga menyedihkan sebenarnya terkait dengan foto di atas. Foto ini dibuat tanggal 22 Oktober 2016 yang lalu saat saya menjemput adik ipar dan suaminya dari Lampung.

Kebetulan bus damri dari Lampung agak terlambat dan kebetulan pula si Fuji Finepix HS35EXR kesayangan menemani, jadilah saya berkeliling untuk mencari obyeknya.

Nah, setelah sampai di rumah, si adik ipar meminta beberapa foto yang menunjukkan Tugu Kujang, sebagai ciri khas Bogor. Tujuannya untuk menunjukkan kepada teman-temannya di Lampung bahwa ia sedang berada di Kota Hujan. Maklum lah masa kini, no picture is hoax.

Foto inilah yang dipakainya sebagai foto profile karena menunjukkan monumen yang dibangun tahun 1982 ini.

Hasilnya…

Sang teman tidak percaya bahwa foto itu adalah foto Bogor. Ia berkata, “Kok tidak ada angkotnya. Bogor kan kota sejuta angkot?”.

Lha… garuk-garuk kepala lah saya yang walau sudah berubah tetapi tidak gatal sebenarnya. Bukankah ada bukti tugu berbentuk senjata tradisional Sunda yang merupakan simbol kota Bogor itu?

Kok, malah yang dicari angkotnya? (Ada satu dalam foto sebenarnya)

Sedih. Rupanya ketenaran angkot Bogor yang semrawut dan suka seenak udelnya sendiri begitu membekas pada banyak orang. Bahkan image buruk tersebut membekas begitu dalam sampai melebihi tugu kujang.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Ada jam-jam tertentu dimana kehadiran para “wereng hijau” beroda empat itu tidak terlihat. Ada saat dimana Bogor masih menyisakan suasana seperti di masa lalu.

Foto di atas adalah mewakili saat-saat tersebut. Foto tersebut diambil hari Sabtu, antara pukul 06-07.00 pagi. Saat dimana aktifitas di jalanan kota Bogor masih belum terasa.

Cuma tetap saja mengelus dada. Rupanya simbol kota Bogor sudah berubah dari Tugu Kujang, menjadi angkot, si “wereng hijau” berkaki empat. Entah sejak kapan berubahnya.

Untungnya di foto di atas, saya berhasil merekam satu “wereng hijau”. Setidaknya ada wakil dari simbol lama dan simbol baru.

(Catatan : Kota Bogor hanya memiliki+- 3.400 buah angkot. Angkanya tidak benar-benar mencapai sejuta)

LEAVE A REPLY