curug bidadari atau air terjun bojong koneng

Tulisan ini hanya beberapa catatan kecil tentang hal-hal yang tim Lovely Bogor temukan dalam perjalanan ke Curug Bidadari, Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Bukan tentang lokasi wisatanya sendiri. Tetapi hal-hal yang dilihat dan tidak bisa direkam oleh kamera karena kalau memotret sambil mengemudi akan berarti saya melanggar aturan lalu lintas dan membahayakan nyawa orang lain.

Hal-hal ini mungkin kecil tetapi bisa menunjukkan banyak hal. Juga, mungkin bisa dimanfaatkan bagi siapapun yang ingin berwisata ke Curug Bidadari atau Curug Bojong Koneng agar tidak kaget kalau menemukan hal-hal ini. Untuk mengetahui lokasi, tiket masuk dan yang berkaitan dengan curug-nya sendiri silakan lihat di Curug Bidadari : Betulkah Ada Bidadari di Bojong Koneng

Tidak ada penunjuk jalan

Jangan kaget kalau tidak menemukan satu saja penunjuk jalan ke arah lokasi wisata. Bahkan sejak melewati Jalan Siliwangi Sentul City, tidak ada satu petunjuk pun yang mengarahkan ke arah lokasi wisata.

Jadi, jangan ragu untuk bertanya. Patokan awal adalah pertigaan the Jungleland. Kalau Anda sudah sampai kesini, berarti sudah terlewat. Anda harus berbalik arah sedikit, kurang lebih 300-500 meter.

Banyak Sumbangan Tidak Resmi

Selama kurang wlebih 20-30 menit dari Sentul City hingga lokasi, jalan yang akan dilalui adalah jalan kampung. Sempit dan sebagian melewati perkampungan.

Paling tidak selama itu, tim Lovely Bogor bertemu dengan 5-6 kelompok orang yang mengasongkan kardus untuk meminta “sumbangan/iuran”. Tidak jelas untuk apanya karena tidak ada tanda apa pun yang menjelaskan.

Anda mungkin jengkel, tetapi daripada merusak hari bersenang-senang Anda, siapkan saja receh 2000-5000-an kalau Anda rela. Kalau tidak, lewat saja karena mereka juga tidak memaksa.

Sentul Paradise Park bukan Surga

Melihat namanya, apalagi lewat internet, orang akan menduga akan menemukan sebuah tempat yang tertata rapi. Ternyata tidak.

Taman Firdaus Sentul ini tidak beda dengan berbagai lokasi wisata curug di Bogor, bukan yang terburuk, tetapi bukan yang terbaik. Jadi, jangan bayangkan sesuatu yang spesial.

Jalanan rusak

Bagaimana bisa menjadi sebuah lokasi wisata andalan ketika jalan menuju lokasi begitu parah?

Saya sudah berkunjung ke banyak curug di Bogor dan cukup paham bahwa lokasinya biasanya akan butuh perjuangan seperti yang pernah ditulis di Curug Cilember. Maklum seklai dan bahkan hal itu sudah diharapkan bakal ditemukan.

Tetapi, ternyata perjuangan lebih dibutuhkan untuk ke Curug Bidadari. Butuh kesabaran ekstra menerima guncangan akibar harus melalui jalan buruk sekitar 1.5 kilometer dari jalan aspal menuju lokasi curug.

Saran, yang baru bisa mengemudi lebih baik menyerahkannya kepada yang sudah berpengalaman. Buat ibu hamil, lebih nyaman di rumah saja daripada terkocok selama perjalanan.

Hati-hati!

Jalanan menuju lokasi adalah jalan kampung dan tidak seberapa lebar. Kalau dua mobil berhadapan posisi akan cukup mepet dan ada sebagian diantaranya adalah selokan atau tebing.

Jadi jangan ngebut karena banyak sekali tikungan.

Tanjakan juga sangat lumayan. Beberapa diantaranya tepat di tikungan. Banyak penggemar gowes (pesepeda) pada hari libur. Pastikan berhati-hati.

Itu beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan jika Anda berminat untuk berkunjung ke Curug Bidadari.

Semoga bisa membantu.

5 COMMENTS

  1. cangkir plastik

    Tapi kalau bisa bertemu lokasi semacam di gambar, rasanya menyumbang beberapa ribu rupiah tak akan merugikan..
    apalagi yang meminta sumbangan biasanya orang-orang di sekitar kampung lokasi wisata itu sendiri.

    • Kalau begitu .. selesai masalah

      Enjoy the trip… 😊😊😊

  2. Saya suka dengan style penulisan anda yang objektif. Kalau memang bagus ya bagus, kalau jelek ya ditulis jelek. Bukan hanya artikel bagus saja yg ditulis.

    • Alhamdulillah…. Yah, saya justru akan memberikan informasi yang salah kalau hanya menulis yang baik-baik saja.
      Padahal ada banyak sisi yang harus dipertimbangkan saat berwisata. Dan, saya hanya coba menampilkan semua fakta untuk bahan pertimbangan.

      Selebihnya, terserah yang mau berwisata

  3. Sumbangan tidak resmi ini menganggu dan hampir di seluruh wilayah di indonesia perlu di tertipkan

LEAVE A REPLY