Galaxy Theater Bogor - dulu tempat elit anak muda Bogor nonton 2

Dulu ya, bukan sekarang saat tulisan ini turun. Nama Galaxy Theater merupakan nama yang sering keluar dari mulut anak-anak muda kota hujan kalau hendak melakukan PDKT atau mengajak pacar nonton.Dulu itu kira-kira di pertengahan tahun 1980 dan 1990-an.

Bioskop yang berlokasi di Jalan Raya Tajur no 54 (atau 59 yah) ini memang saat itu adalah salah satu tempat nonton film yang paling nyaman. Pada masa itu memang belum ada banyak bioskop seperti zaman now. Hanya ada beberapa saja, salah satunya si Galaxy Theater ini selain Twenty One (21) yang ada di Dewi Sartika Plaza.

Kursinya empuk dan lembut, berbeda dengan beberapa bioskop yang lebih murah yang kadang tempat duduknya keras. Suaranya yang didukung Dolby System yang menggelegar. Kemudian, tempat jajannya yang ala Barat. Semua menjadikan bioskop ini merupakan salah satu bioskop favorit di Kota Hujan, Bogor.

Gelarnya sebagai bioskop favorit terlihat dari pengunjungnya yang datang dari berbagai belahan Bogor, meskipun lokasinya sendiri berada di belahan Selatan kota. Bisa dikata kalau mau nyaman, nontonnya di Galaxy saja.

Saya termasuk salah satu dari mereka yang gemar bermain kesini untuk menonton film-film terbaru. Salah satu film yang pertama kali saya tonton disini adalah Pretty Woman dengan bintang Julia Roberts dan Richard Gere. Setelah itu, entah sudah berapa puluh judul film yang saya nikmati disini.

Galaxy Theater Bogor - dulu tempat elit anak muda Bogor nonton

Itu dulu.

Sekarang? Entahlah. Sepertinya suasananya jauh berbeda sekali dengan di masa lalu. Beberapa bagian, terutama di bagian belakang bangunan bioskop terlihat kusam dan suram.

Untungnya ada lapangan futsal (yang juga dipergunakan untuk handball) di belakang, sehingga tidak terkesan terlalu muram. Bahkan ada kafe di bagian belakang yang hanya tinggal reruntuhan saja.

Berbeda jauh sekali dibandingkan masa kejayaan di tahun 1990-an.

Bisa dimaklum kalau kepopulerannya menurun drastis mengingat di Kota Bogor sendiri sudah ada beberapa bioskop lain yang lebih modern dan tentunya lebih nyaman. Banyak orang yang beralih ke bioskop-bioskop baru yang tentunya lebih canggih dalam sistem.

Sudah banyak bioskop yang tumbang di Bogor akibat persaingan itu karena suka atau tidak suka, selera masyarakat sudah berubah.

Ketika melihatnya lagi, saat mengantar si kribo cilik bermain handball, memang itulah kesan yang tertangkap. Bahwa, masa penuh keceriaan dan kejayaan Galaxy Theater sepertinya sudah terlewat. Memang, kalau melihat dari luar dan pintu tertutup bioskop ini masih beroperasi tetapi susah menghilangkan kesan bahwa bioskop ini tidak lagi menjadi favorit anak muda kota Bogor untuk menonton.

Yah, bagaimanapun sesuatu itu pasti seperti roda yang berputar. Kadang di atas dan kadang di bawah. Walau tetap saja, sekilas nostalgia masa lalu berkelebat saat melihat Galaxy Theater.

Banyak kenangan disini.

LEAVE A REPLY