Gedung Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam
Gedung Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam

Bangunan seperti terlihat di foto bisa Anda temukan di sebelah Pintu 1 Kebun Raya Bogor. Bangunan ini sekarang bernama Gedung Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam atau PHKA.

Seperti pernah diutarakan┬ádalam beberapa tulisan sebelumnya, sejak berdirinya Land’s Platentuin, cikal bakal Kebun Raya Bogor, banyak sekali didirikan kantor di sekitarnya.

Mayoritas berfungsi sebagai kantor atau laboratorium penelitian yang berkaitan dengan lingkungan dan alam. Hal ini karena fungsi Kebun Raya Bogor sendiri adalah sebagai sarana penelitian dan konservasi alam.

Demikian pula Gedung Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam ini.

Pada awal berdirinya, bangunan ini pun melakukan salah satu fungsi tersebut, yaitu sebagai kantor yang berfungsi menangani masalah kehutanan pada masanya.

Gedung Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
Tulisan Hoofdkantoor Van Het Boswezen Te Buitenzorg

Hal tersebut bisa terlihat dari nama asalnya ketika didirikan pada tahun 1912. Namanya pada saat itu adalah Hoofdkantoor Van Het Boswezen Te Buitenzorg.

Tulisan ini bisa dilihat di atas pintu masuk bangunan ini.

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka akan menjadi Kantor / Markas Kehutanan Di Bogor.

Nama yang mencerminkan tugas yang tidak berbeda dengan fungsi bangunan tersebut pada masa kini.

Gedung Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam adalah Bangunan Cagar Budaya

Bangunan ini bersama dengan sekitar 50 lebih bangunan kuno dan bersejarah lainnya, merupakan kloter pertama dalam daftar Bangunan Cagar Budaya Kota Bogor. Daftar yang kemudian diperluas menjadi 487 nama.

Selain karena sejarah yang melekat pada bangunan ini, juga sisi arsitektural bangunan memang sangat unik. Nuansa arsitektur masa kolonial terlihat kuat.

Gedung Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam
Atap Gedung PHKA

Bentuk atapnya yang seperti piramid dua tingkat sudah jarang ditemukan pada bangunan modern masa kini.

Gedung Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
Jendela Gedung PHKA

Jendela tinggi, lebar dan berteralis merupakan ciri lain perpaduan gaya Eropa di Indonesia. Fungsinya agar aliran udara dari luar dapat leluasa masuk ke dalam dan mengurangi panas.

Sebuah upaya para arsitek Belanda untuk mengatasi panasnya udara wilayah tropis.

Penampakan Gedung Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam sendiri amat sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Berbagai bangunan sejenis seperti Kantor Balai Penelitian Tanah yang berada tidak jauh di seberangnya, juga memiliki gaya yang sama.

Satu lagi bangunan sejenis adalah Gedung Badan Planologi Kehutanan Bogor yang tepat berada di depannya.

Simak juga : Gedung Balai Penelitian Tanah – Cagar Budaya (8)

Apalagi bangunan ini terhubung langsung dengan Kebun Raya Bogor di bagian belakangnya.

Terlihat sekali kerapian penataan kota dan fungsi bangunan di masa pendudukan Belanda.

Oleh karena itu Sahabat Pembaca, kalau Anda kebetulan sedang berkunjung ke Kebun Raya Bogor, luangkanlah waktu sejenak sebelum masuk.

Bangunan ini cukup menarik dari segi bentuk dan juga sejarahnya. Sayang kalau harus dilewatkan.

——–

Alamat Gedung Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam : Jalan Ir. H. Juanda No. 15 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah

LEAVE A REPLY