Tersembunyi di tengah keramaian, rasanya istilah itu pantas disandang oleh Gereja Bethel Bogor yang berlokasi di Jalan Sudirman no 44 Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah ini.

Setiap hari Minggu, ribuan orang akan mondar mandir di dekatnya, di ajang Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan. Ribuan orang. Tetapi, rasanya hanya sedikit saja yang menyadari bahwa bangunan ini merupakan salah satu cagar budaya Bogor yang sudah diakui oleh pemerintah.

Sebagai catatan, beberapa kriteria dari bangunan cagar budaya adalah sudah berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai historis di dalamnya. Dengan menyandang label cagar budaya, maka bangunan itu tidak bisa diperlakukan sebagaimana layaknya bangunan umum. Bahkan untuk merenovasinya pun diperlukan izin dengan tujuan agar nilai-nilai historis yang terkandung tidak rusak akibat berbagai perbaikan yang dilakukan.

Gereja Bethel Bogor - Cagar Budaya Tersembunyi 2
Gereja Bethel dilihat dari trotoar Jalan Sudirman

Terus terang sulit mencari tahun pasti kapan bangunan umat Kristiani ini dibangun. Bahkan, papan pengumuman “Cagar Budaya” yang dipasang Pemda Kota Bogor pun tidak bisa mencantumkan tahun pasti pembangunannya.

Tetapi, berdasarkan pada apa yang disebutkan dan juga keterkaitannya dengan pertumbuhan agama Kristen di Bogor, maka bangunan ini lahir di tahun 1900-1920-an.

Gereja Bethel Bogor - Cagar Budaya Tersembunyi 5

Pada masa Belanda masih berada di Indonesia, gereja ini merupakan salah satu gereja yang melaksanakan kebaktian dalam bahasa Indonesia. Bisa dikata disinilah pribumi (orang Indonesia) beragama Kristen menjalankan ibadahnya. Kebaktiannya pun dilakukan dalam bahasa Indonesia.

Hal ini berbeda dengan Gereja Zebaoth di Jalan Juanda no 3 yang kebaktiannya dilakukan dalam bahasa Belanda dan pengunjungnya pada masa itu kebanyakan adalah orang Eropa.

Gereja Bethel Bogor - Cagar Budaya Tersembunyi 4

Bila kita berada di dalam kompleks Gereja Bethel, maka kita akan bisa melihat beberapa ciri dari bangunan yang dibangun pada masa kolonial Belanda, seperti penggunaan batu besar sebagai fondasi/bagian bawah dinding. Juga terlihat bentuk atapnya yang 45 derajat supaya air hujan bisa dengan mudah turun. Sesuatu yang merupakan ciri khas arsitektur Belanda pada masa itu.

Begitu juga jendela dan pintunya yang jelas berbeda dengan gaya bangunan di masa sekarang.

Gereja Bethel Bogor - Cagar Budaya Tersembunyi 6

Gereja Bethel Bogor - Cagar Budaya Tersembunyi 3

Posisinya yang berada lebih rendah daripada jalan Sudirman membuatnya tidak terlihat secara penuh kalau dari jalan. Mungkin, hal itulah yang membuat banyak orang tidak menyadari keberadaannya sebagai sebuah bangunan bernilai sejarah di Bogor.

Untuk bisa melihat secara jelas kompleks Gereja Bethel, seseorang harus mau turun ke dalamnya (tidak dilarang untuk melihat-lihat).

Mungkin juga, karena perhatian para pengunjung CFD Bogor lebih tertuju pada Cilok, Cilor, atau Baslok saja sehingga mereka tidak menyadari ada satu bangunan penting dalam buku sejarah tentang kota ini berada di bawah kaki mereka.

Mudah-mudahan saja, kalau ada yang membaca artikel ini, setidaknya saat mereka hadir di ajang Car Free Day mereka bisa menyempatkan sedikit waktu untuk menengok sejenak satu bagian dari masa lalu Bogor.

LEAVE A REPLY