Jalan Merak Bogor c

Elit? Yap. Memang. Tidak terhindarkan kata tersebut muncul kalau melalui Jalan Merak. Bukan hanya sekarang bahkan sejak pertama kali menetap di Kota Hujan, perasaan yang sama tetap saja hadir.

Bagaimana tidak. Di jalan yang memiliki panjang kurang lebih 250-300 meter ini tidak akan ditemukan sebuah rumah pun yang memiliki luas di bawah 400-500 meter persegi. Rumah-rumah yang berada di sepanjang jalan ini berukuran besar dengan halaman depan yang juga tidak kalah luasnya.

Dulu, saya memiliki seorang teman yang tinggal di jalan Merak ini dan ketika memasuki rumahnya, woww. Rumah yang saya tinggali mungkin hanya selebar ruang bersantainya saja. (Sayang, teman tersebut meninggal di usia muda karena tertabrak truk)

Sekarang pun masih sama. Meskipun Kota Bogor sudah banyak berkembang dan perumahan-perumahan baru bermunculan, beberapa diantaranya menjadi perumahan elit baru, tetap saja Jalan Merak dan sekitarnya tidak tergeser sebagai sebuah kawasan perumahan kelas atas di Kota Bogor.

Tidak ada perubahan yang berarti. Kawasan perumahan yang dikembangkan di tahun 1970-an, hampir bersamaan dengan dibangunnya stadion Pajajaran (stadion Purana) ini masih tetap seperti dulu setelah lebih dari 40 tahun berlalu. Masih bisa ditemukan banyak bentuk bangunan yang sama seperti dulu.

Dan, tetap juga ditinggal oleh mereka yang “kaya” secara materi. Tidak mungkin tidak karena Jalan Merak adalah salah satu kawasan yang memiliki harga tanah tertinggi di Bogor.

Yang membuatnya berbeda dibandingkan di masa lalu adalah kehadiran beberapa bisnis. Di masa lalu Jalan Merak bisa dikata murni sebagai perumahan, tetapi berkembangnya Kota Bogor sebagai kota wisata juga memberikan pengaruh.

Tidak berbeda dengan banyak jalan di kota ini, usaha kuliner pun merambah masuk. Palign tidak ditemukan dua buah bisnis kuliner, selain para pedagang kaki lima yang mangkal di ujung sebelah baratnya.

Kedua usaha kuliner tersebut adalah Rumah Makan CAK KOES dan SAUNG MERAK yang mengalihfungsikan rumah disana.RM SAUNG MERAK DI JALAN MERAK BOGOR 2 Entahlah apa yang ditawarkan di kedua tempat kuliner ini karena saya belum sekalipun pernah kesana. Mungkin lain kali, setelah ada uang lebih tentunya, keduanya patut dikunjungi untuk mengisi kategori Kuliner di Lovely Bogor.

Beberapa bangunan lan pun menunjukkan kawasan ini pun ikut terkena imbas keterbatasan lahan di kota hujan, seperti :

  • Vihara Vimala Kirti, rumah ibadah agama Budha yang berada di dekat ujung Timur dan beralamat di Jalan Merak No 4
  • RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Pasutri di ujung bagian Barat

Dua buah bangunan lainnya yang bersinggungan langsung dengan jalan ini adalah :

  • Kantor Pertanahan Kota Bogor yang meskipun secara resmi beralamat di Jalan Ahmad Yani, tetapi pintu masuknya berada di Jalan Merak
  • SMP Negeri 12, yang tepat berada di ujung Baratnya
VIHARA VIMALAKIRTI DI JALAN MERAK BOGOR 2
Vihara Vimala Kirti
kantor pertanahan kota bogor di Jalan Ahmad Yani
Kantor Pertanahan Kota Bogor

Jika Anda ingin menuju Jalan Merak, cukup ikuti saja petunjuk yang ada di Jalan Ahmad Yani kalau jalur yang dilewati adalah ke tengah kota Bogor (arah Istana Bogor) dan Jalan Pemuda. Jalan Merak bersinggungan langsung dengan kedua jalan ini di kedua sisinya, ujung Timur dengan Jl. Ahmad Yani dan ujung Barat dengan Jalan Pemuda.

Itulah Jalan Merak, Kawan?

LEAVE A REPLY