lukisan pensil di tiang sma negeri 10 bogor bakat bukan cuma di bidang akademis

Sederhana. Memang masih sangat sederhana dan dipajang dengan sangat sederhana. Tetapi, beberapa lukisan pensil yang dipajang di beberapa tiang penopang di sebuah lorong SMA Negeri 10 Kota Bogor ini menunjukkan sebuah hal penting.

Hal penting itu adalah bakat seorang anak.

Banyak orangtua mendorong dan memacu anak mereka agar berjuang keras supaya mendapat nilai akademis yang baik. Tidak sedikit yang langsung memarahi, bahkan di muka umum, ketika sang anak “gagal” dalam mencapai target yang ditentukan dalam akademis. Sepertinya kegagalan sang anak dalam memenuhi target sama artinya dengan kepastian bahwa sang anak akan gagal di masa depan.

Bidang akademis seakan menjadi dewa penentu sebuah keberhasilan di masa yang sebenarnya penuh ketidakpastian. Kegagalan mendapatkan nilai memuaskan di bidang akademis seakan menjatuhkan palu vonis bahwa si anak bukanlah “anak berbakat”.

Kalau berhasil dalam bidang akademis, maka Facebook sang orangtua akan penuh dengan update-an status tentang keberhasilan sang anak. Kalau tidak, FB sang orangtua akan adem ayem, suasana ramai pasti ada di balik itu saat omelan panjang lebar akan memanaskan telinga sang anak.

Oleh karena itu lega rasanya melihat lukisan pensil di salah satu lorong SMA Negeri 10, yang bisa dikata SMAN “termuda” di Kota Bogor.

Sederhana dan sangat sederhana. Lukisan pensil-lukisan pensil itu jelas bukan dibuat oleh tangan-tangan profesional. Masih terlihat kenaifan anak-anak remaja. Dibalut dengan pigura sederhana yang rasanya harganya juga murah. Ada juga yang terpasang miring.

Bukan lukisan kelas galeri dan tidak akan dibeli para kolektor.

Tetapi, pesan dari pihak sekolah tersampaikan dengan baik disini, setidaknya bagi saya, orangtua dari salah seorang murid baru disini.

lukisan pensil di sman 10 bogor bakat dan kepintaran bukan cuma di bidang akademis 2

Pesan itu adalah bahwa bakat anak bukan hanya di bidang akademis saja. Ada banyak bakat lain yang sudah seharusnya para orangtua berusaha menggali dan menemukannya.

Tidak semua anak pandai dalam bidang akademis, tetapi bisa jadi ia akan pandai dan berbakat dalam bidang seni musik. Bis jadi pula ia memendam bakat dalam bidang seni tari.

Pesan lainnya adalah bahwa pihak sekolah menghargai dan memberi penghargaan terhadap bakat yang dimiliki seorang anak didik. Lukisan pensil nan sederhana itu adalah wakil dari pernyataan tersebut.

Abraham Lincoln, Gadis Manis (entah siapa namanya), Harimau, dan beberapa hasil goretan pensil para siswa, yang bahkan namanya sulit terbaca , ini adalah pengingat bagi kami para orangtua.

Pengingat agar mencoba terus berpikir dan belajar untuk menemukan bakat apa yang dimiliki oleh anak-anak. Pengingat bahwa tidak semua anak memiliki bakat di bidang akademis, tetapi memiliki bakat di bidang lainnya.

Sesuatu yang sering dilupakan para orangtua karena terlalu sibuk mendorong dan memacu anak untuk berkompetisi hanya di bidang akademis saja. Seringkali membuat lupa bahwa ada banyak hal lain yang bisa menjadi “dasar” bagi kehidupan seorang anak di masa yang akan datang.

Karena kenyataannya memang keberhasilan itu bukan dipastikan dengan nilai rapor saja. Butuh lebih banyak dari itu.

LEAVE A REPLY