Mahasiswa IPB Kenalkan Program “KIDSRESCUE”

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor gencar melakukan inovasi yang peduli terhadap alam dan lingkungan.

Hal ini ditunjukkan adanya kegiatan dalam menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap bencana alam yang sering terjadi di kota hujan-Bogor.

Ide mendidik anak-anak untuk siap siaga terjadinya bencana, tumbuh dari ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM ini dinamai “KIDSRESCUE” Program Pembelajaran Mitigasi Bencana Alam dan Lingkungan Hutan bagi Generasi Muda di Sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak dalam Menanggapi Isu Global Warming.

Mahasiswa IPB Kenalkan Program “KIDSRESCUE” B
Berawal dari kejadian bencana alam, yaitu longsor yang sering terjadi di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menjadikan mahasiswa IPB Kresna Bhayu Adelta (THT 53) beserta rekannya bergerak dalam pembuatan PKM di bidang lingkungan.

Berdasarkan data dari United Nations International Strategy of Disaster Reduction (UNSDR) disebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama untuk bencana longsor yang kemudian disusul oleh India, Cina, dan Filipina. Sebagian besar bencana longsor disebakan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan sistem tektonik yang aktif pada saat itu.

Walaupun longsor sering terjadi, masyarakat belum memahami pentingnya sebuah tindakan mitigasi atau upaya untuk mengurangi risiko bencana longsor tersebut.

Program pembelajaran mitigasi bencana ini memfokuskan pelatihan mitigasi bencana kepada guru-guru yang diharapkan dapat mengimplementasikan kepada murid-muridnya.

Mahasiswa IPB Kenalkan Program “KIDSRESCUE” CKidsrescue merupakan sebuah program pembelajaran mitigasi bencana alam dan lingkungan hutan bagi generasi muda yang edukatif, inspiratif, dan aplikatif. Program ini meliputi: Demonstrasi dan mitigasi bencana, Pertolongan Pertama, Yura (Yuk Flora), Otan (Olah Hutan), Yusha (Yuk Sharing), dan Fun Competition.

PKM yang diketuai oleh Kresna Bhayu (THT 53), beranggotakan empat orang yaitu Salsabila Nadien (Ilmu Gizi 53), Deni Prihanto (SVK 54), Sabrina Syukrainisa (SKPM 54), dan Asti Kharisma (SKPM 54). Kelima mahasiswa IPB ini optimis dapat menyelesaikan program selama 2 bulan, melihat respon positif dari warga sekitar, guru-guru, dan pihak pemerintah daerah, seperti BPBD dan Balai TNGHS ikut serta dalam mendukung program ini dengan penandatanganan kerja sama nantinya.

Tujuan dari program pembelajaran Kidsrescue adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kepedulian, dan menciptakan komunitas Kidsrescue sebagai gerakan mitigasi terhadap bahaya bencana alam di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak dalam dalam menghadapi isu global warming.

Manfaat kegiatan dari program kidsrescue adalah meningkatkan pemahaman terhadap mitigasi bencana serta menambah rasa kepedulian yang dapat menurunkan dampak bencana maupun isu global warming dengan kegiatan yang antisipatif dan aplikatif.

(Catatan : Tulisan ini merupakan kiriman dari Deny Prihanto, Mahasiswa IPB melalui e-mail)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY