melihat siswa SMK jurusan multimedia borcess beraksi 2

Jelas sekali. Tidak mungkin salah. Meskipun mereka mengenakan jas dan pakaian hitam-hitam, mereka bukan dari TransTV. Pasti bukan dari TVOne atau Metro TV. Perpisahan SMP dan SMA Borcess 2017 di Braja Mustika yang lalu bukanlah even yang akan mengundang perhatian dari media massa untuk meliputnya.

Tetapi, kehadiran para pemuda pemudi ini akan membuat orang terkesan. Mereka terlihat begitu mahir dan terbiasa mengoperasikan kamera merekam acara seperti yang dilakukan awak penyiaran. Lincah, sigap dan waspada menangkap momen.

Setelah bertanya kesana kemari, ternyata memang betul. Mereka bukan awak TV swasta. Para pemuda ini adalah siswa siswi SMK Bogor Center School (Borcess) jurusan Multimedia.

melihat siswa jurusan multimedia borcess beraksi

Multimedia adalah salah satu jurusan yang sedang berkembang dan banyak diminati kalangan muda Bogor dewasa ini. Untuk itu banyak Sekolah Menengah Kejuruan mengadakan jurusan tersebut. Borcess, atau Sekolah Taruna Terpadu pimpinan Muztahidin Al Ayubi ini salah satunya.

Bahkan mendengar penuturan dari pria ini saat memberikan sambutan, jurusan Multimedia Borcess adalah salah satu jurusan unggulan. Beberapa siswa jurusan Multimedia dari sekolah ini berhasil menembus penerimaan mahasiswa baru universitas negeri, seperti Universitas Indonesia. Lebih jauh lagi, seorang siswanya berhasil mendapatkan beasiswa untuk belajar ke Jepang dan 2-3 orang ke Cina/Tiongkok.

Oleh karena itu tidak heran jurusan Multimedia Borcess menjadi salah satu jurusan yang paling banyak peminatnya, setiap tahun.

siswa jurusan multimedia bogor center school beraksi

Dan, melihat bagaimana orang-orang muda ini beraksi, rasanya bisa dimengerti.

Tidak gagap, tegang di depan ribuan orang. Tidak segan bergerak kesana kemari menenteng peralatan dan kamera. Jeli menangkap momen menarik di acara.

Tidak terlihat mereka masih merupakan siswa sekolah menengah. Apalagi dengan jas hitam, mirip seperti para pro di bidang penyiaran.

Apalagi, ketika sebuah klip, atau potongan film berjudul “Cincin di Ujung Jembatan” (atau Cincin di Seberang Jembatan ya?), yang mengambil dasar cerita perjalanan hidup pemimpin Yayasan Muztahidin Al Ayubi itu, ditayangkan. Film ini merupakan hasil karya siswa jurusan multimedia Borcess (tentunya dengan bimbingan guru mereka). Sesuatu yang menunjukkan bahwa mungkin akan ada sineas-sineas muda yang akan lahir di kemudian hari.

Keren.

Hanya beberapa adegan dalam acara perpisahan tersebut yang menunjukkan mereka tetaplah masih anak-anak dan butuh tetap banyak belajar. Silakan lihat fotonya di bawah ini.

Tetap ada saat dimana mereka juga larut dalam kegembiraan acara pelepasan siswa-siswi SMP dan SMP tersebut. Tidak jarang mereka bertepuk tangan dan tergelak saat menonton rekan, teman, sahabat mereka beraksi di atas panggung.

Tidak mengurangi penilaian karena awak penyiaran pro pun terkadang melakukannya, meski tidak secara terbuka. Lagi juga,  mereka tetaplah masih anak-anak.

Tetap mengesankan.

Just keep the good work boys and girls..Tetap belajar. Masa depan menanti Anda.

LEAVE A REPLY