Jembatan Sempur Bogor

Jembatan Sempur Bogor, hanyalah sebuah jembatan “biasa” yang melintasi Sungai Ciliwung dan menghubungkan dua bagian Jalan Jalak Harupat yang dibelah sungai tersebut.

Bukan sebuah jembatan “wah” ala Golden Gate-nya San Fransisco. Hanya sebuah jembatan penghubung sepanjang kurang lebih 50 meter saja.

Dulunya Jembatan Sempur ini bernama Van Limburg Stirum Burg alias Jembatan Van Limburg Stirum. Nama tersebut diambil dari nama Gubernur Jendral Hindia Belanda yang berkuasa antara tahun 1916 hingga 1921. Namanya juga disematkan pada jalan yang sekarang dikenal dengan Jalan Jalak Harupat.

Pembangunan jembatan ini diperkirakan pada masa yang sama dengan pengembangan pemukiman Eropa di kawasan Sempur dan Taman Kencana, yaitu sekitar tahun 1927-1930-an. Berarti usianya sudah mendekati 100 tahun.

Oleh karena itulah, artikel mengenai jembatan ini dimasukkan dalam kategori sejarah atau cagar budaya. Mau tidak mau memang harus demikian karena meski hanya berupa jembatan tetapi usianya jelas sudah memenuhi syarat untuk dijadikan bangunan cagar budaya.

Jembatan Sempur Bogor
Jembatan Sempur Bogor Dilihat Dari Kebun Raya Bogor

Kalau dilihat dari dalam Kebun Raya Bogor, terutama dari Jembatan Surya Lembayung, maka akan terlihat jenis konstruksi peninggalan era kolonial Belanda.

Beberapa waktu itu, Jembatan Sempur membuat saya terheran. Sebelumnya tidak pernah terbayangkan bahwa akan ada foto yang menarik dengan jembatan ini sebagai latar belakangnya. Beberapa foto ini diambil secara sambil lalu saja dan tidak pernah terpikirkan untuk bisa menghasilkan sesuatu yang enak dilihat mata.

Kenyataannya, ternyata apa yang ditemukan membuat saya menyesal mengapa tidak lebih jauh lagi mengeksplorasi tempat ini.

Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kebun Raya Bogor ternyata merupakan kombinasi yang cukup bagus untuk dijadikan sebagai background pemotretan. Apalagi kalau kemudian kisah sejarah yang terangkum di dalamnya diungkapkan, rasanya akan cukup mengusik penasaran mengapa hal seperti ini bisa terlewat sebelumnya.

Jembatan Sempur Bogor

Kalau mengingat masa kecil, remaja dulu, Jembatan Sempur tidaklah asing. Banyak remaja Kota Bogor di era tahun 1970-1980-an sering melewati kolong jembatannya untuk memasuki Kebun Raya Bogor.

Tentu saja ketika air sungai Ciliwung sedang surut. Kalau sedang deras, tidak ada yang berani melaluinya.

Nah, artikel ini hanya sekedar menunjukkan apa yang saya lihat melalui lensa kamera. Bukan sebuah pemandangan 1 juta dollar, wah, atau mencengangkan. Hanya, saya cukup yakin bahwa apa yang terlihat ini sudah cukup dibilang sebagai indah.

Sudah pasti cukup untuk menghasilkan sebuah foto dengan background yang cukup menarik. Silakan Anda coba sendiri menghasilkan beberapa foto sebagai kenangan berkunjung di Bogor di atas jembatan ini.

Bagauimana?

LEAVE A REPLY