Tiga hari yang lalu, 8 Januari 2018 Lovely Bogor genap berusia 3 tahun. Biasanya, sebuah artikel kecil berisi ucapan “Selamat Ulang Tahun” akan diterbitkan oleh pemiliknya, sekedar memberikan tonggak perjalanan blog kecil ini.

Tahun ini tidak ada artikel seperti itu keluar.

Bukan karena ada masalah teknis. Idwebhost sebagai penyedia server tidak sedang mengalami masalah server down. Notebook HP warna merah yang sekarang menjadi perangkat utama menjalankan website ini juga standby seperti biasa menunggu jari-jemari sang pemilik blog.

Semua peralatan siap menanti “perintah”.

Sayangnya, bukan perangkat keras yang menjadi sebab, artikel Ultah dan berbagai tulisan lainnya tentang Bogor tidak hadir.

LOVELY BOGOR sedang berduka.

Mendung sedang bergelayut di hati tim pengelola blog ini. Jangankan untuk mengetik dan merangkai kata di layar monitor, sekedar untuk melihat saja pun tidak ada keinginan untuk itu.

Duka yang bisa dikata “melumpuhkan” kru tim LB sampai tidak mampu berkata-kata dan hanya bisa membiarkan bulir-bulir airmata menetes tidak henti untuk beberapa saat.

Duka yang membuat tidak ada keinginan setitik pun untuk membuka blog apapun, bahkan untuk sekedar membaca. Duka yang hingga tulisan ini dibuatpun masih belum kunjung reda.

Sebuah duka yang hadir karena berpulangnya seorang pembaca setia Lovely Bogor.

Lebih dari setia karena ia begitu bangga kepada Lovely Bogor.

Blog kecil ini merupakan alasannya menolak berbagai ajakan dari anak-anaknya untuk berpiknik atau sekedar berkeliling kota Bogor. Ia , sang pembaca setia itu, kerap berkata ” Daripada muter-muter atau jalan mending lihat di Lovely Bogor saja”.

Yah, membaca Lovely Bogor memang dilakukannya setiap hari. Apalagi setelah sebuah Samsung Galaxy Tab dihadiahkan oleh salah seorang anaknya, maka kegiatan itu pun semakin sering dilakukan.

Tidak jarang, ia akan “membantu” mempromosikan web ini, tidak secara sengaja, karena sebenarnya, ia lebih ingin memperlihatkan kebanggaannya terhadap Lovely Bogor. Baginya, blog ini bukan sekedar blog biasa. Blog ini sangat istimewa baginya.

Sesuatu yang baru saya ketahui beberapa waktu lalu.

Ningrum Binti Memed Erningpraja namanya. Lahir tahun 1945. Seorang ibu dari empat orang putra-putri, seorang nenek dari 2 ABG (Anak Baru Gede) yang sangat disayanginya, seorang kakak, adik, sahabat, teman.

Seorang ibu rumah tangga yang dengan keterbatasan fisiknya (cacat kedua kakinya) menunjukkan pada saya bahwa keterbatasan itu bisa diatasi jika mau orang itu mau berjuang. Dalam keterbatasannya, ia membesarkan ke-4 anaknya dan entah berapa puluh orang yang sempat merasakan didikan dari wanita yang mampu berbicara dalam bahasa Jawa dan Sunda dengan sangat baik ini.

Hanya usianya yang sudah sepuh lah yang menghambat aktifitasnya beberapa tahun terakhir.

Dan, pembaca setia Lovely Bogor itu sekarang sudah tiada.

Dua hari sebelum Lovely Bogor berulangtahun, 6 Januari 2018, ia berpulang ke haribaan Allah SWT. Sakit Vertigo dan paru-paru yang dideritanya tidak lagi tertahankan dan ia dipanggil pulang oleh Penciptanya di RS PMI Bogor.

Ia tidak bisa lagi menyampaikan “SELAMAT ULANG TAHUN” seperti yang dilakukannya tahun lalu.

Sedih.

Sangat.

Kru Lovely Bogor seperti kehilangan semangat, bukan hanya untuk menerbitkan artikel baru, bahkan untuk sekedar makanpun, tidak ada selera.

Bukan karena khawatir pagiviews di data statistik menurun akibat ia tidak lagi berkunjung. Bukan pula khawatir tidak ada lagi yang membantu mempromosikan blog ini.

Tidak sedikitpun terpikir hal seperti itu.

Semangat menguap entah kemana karena rasa kehilangan yang begitu besar. Ada rasa kosong yang begitu besar di dalam hati dengan kepergiannya.

Karena, sang “pembaca setia” itu menyandang gelar lain bagi kami, kru Lovely Bogor. Saya memanggilnya “ibu, enyak, mama” (yang tidak pernah dipermasalahkannya karena maknanya sama), istri saya memanggilnya dengan “ibu”, dan si kribo cilik memanggilnya dengan “eyang putri”.

Yah, sang pembaca setia itu adalah orang yang melahirkan saya 47 tahun yang lalu. Orang yang mendidik dan mengajarkan berbagai hal tentang kehidupan. Orang yang pernah melimpahkan tidak terhitung kasih sayang kepada saya, dan kakak-adik. Orang yang telah membesarkan kami sehingga menjadi seperti sekarang.

Itulah yang membuat untuk beberapa lama, kami, kru LB tidak bisa beraktifitas seperti biasa. Bahkan, hingga hari inipun sebenarnya, masih berat sekali rasanya sekedar untuk menggerakkan jari di atas keyboard.

Hanya sebuah kesadaran bahwa ADA PERTEMUAN PASTI ADA PERPISAHAN . Begitupun dalam hal ini. Seberapapun sayangnya kami kepada beliau, sang pembaca setia LB, Sang Pencipta tentu lebih sayang lagi dari kami.

Kami iklas.

Sedih? Memang! Teramat sangat, tetapi kami rela menerima kepergiannya. Itu adalah bagian dari kehidupan sebagai manusia.

Lovely Bogor Kehilangan Salah Satu Pembaca Setia-nya
Kru Lovely Bogor dan Sang Pembaca Setia

Untuk itulah artikel obituari ini dibuat.

Sebagai penanda bahwa kru LB akan kembali. Tentunya, bukan harapan sang pembaca setia kalau blog ini ditutup karena kepergiannya. Ia yang begitu bangga dengan blog ini, tentunya “menginginkan” agar bisa terus berlanjut, seperti yang biasa ditanyakannya ketika tidak ada artikel baru yang terbit.

Ia pasti tidak menginginkan itu. Dan, kami juga.

Kami akan kembali.

Yang kami butuhkan hanya waktu Beberapa saat. Sekedar untuk berduka.  Sekedar untuk merelakan kepergian seseorang yang sangat berarti bagi kami.

Izinkan kami berduka sejenak.

12 COMMENTS

  1. cimanggubogor.com

    saya juga turut berduka cita atas kepergian ibunda akang anton
    semoga beliau mendapatkan tempat terbaik disisiNya, amin

    dan tidak lupa kami haturkan ucapan selamat ulang tahun kepada lovelybogor.com dari saya pengelola cimanggubogor.com. mari sama2 membuat kota bogor menjadi kesohor melalui media internet. salam

    • Terima kasih Kang atas support dan doanya. Juga buat selamat ulang tahunnya.

      Mari Kang.. kita buat Bogor menjadi kasohor, lebih baik dan lebih maju lagi.

  2. Saya Turut Berduka Cita Ya Pak, Atas Kepergian Ibunda Pak Anton Yang Tercinta.

    Semoga Amal Baik Beliau Semasa Hidupnya mendapat imbalan Pahala yang Banyak Oleh Allah SWT serta ditempatkan Di sebaik – baiknya tempat di Alam Barzakh . Amin

    Semoga Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran serta keikhlasan.Amin

    …………………………………

    Selamat Ulang Tahun Lovely Bogor

    Sukses selalu menyertaimu.

    • Makasih Kang Nata..:D

      I am back

  3. Khairunnisa Ast

    Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Saya ikut berduka, Pak Anton. Kepergian orang tua memang selalu mengundang kesedihan. Saya bahkan menangis setiap bangun tidur saat Abah meninggal.

    Tapi seperti yang Bapak bilang, setiap pertemuan ada perpisahan. Selama yang meninggalkan pergi dengan tersenyum dan bahagia, maka cukuplah bagi yang ditinggalkan untuk mengikhlaskannya.

    • Terima kasih untuk support dan doanya Nisa..

      Betul. Kesedihan itu pasti ada, tetapi kita juga harus menyadari bahwa itu adalah bagian dari siklus kehidupan manusia yang harus diterima.

  4. Turut duka cita kang…
    Semoga beliau beristirahat dalam damai bersama Yang Maha Kuasa.
    Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
    Amin.

    • Aaamiin… Terima kasih untuk support dan doanya Kang Arie…

  5. Saya turut berduka Cita Pak atas berpulangnya ” Ibunda Pak Anton Yang Tercinta “.

    Semoga Amal Baik beliau selama hidup mendapat Ganjaran dan pahala yg Setimpal.

    Diampuni segala Dosa2nya , dilapangkan kuburnya dan ditempatkan sebaik – baiknya tempat di alam Barzah serta mendapat nikmat kubur. Amin

    Semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan dan Kesabaran. Amin
    ………………………………………………………………………………..

    “Selamat Ulang Tahun Lovely Bogor”
    ” Sukses Selalu Mengiringimu “.

    • Terima kasih atas doanya Kang Nata.. Maaf baru sempat menjawab karena banyak sekali hal yang harus diurus..

      Sekali lagi terima kasih atas supportnya dan juga ucapan selamat ultahnya.

      • Kami bisa memakluminya Pak, Yang penting Pak Anton bisa kembali semangat lagi, pelan – pelan saya yakin Pak Anton bisa menjalani semua ini dengan sabar dan tabah.

        kalau boleh saran jng terlalu memaksakan diri dulu ngeblog, kalau mood memang blm muncul, aktivitas didunia nyata lebih membutuhkan perhatian.

        kami para pengemar akan selalu sabar menunggu.

        • Justru saya berpikir untuk secepatnya kembali menulis. Bukan karena apa-apa, karena menulis membantu mempercepat kembalinya saya ke kehidupan nyata dan menjadi normal kembali.

          Ingat kan bahwa menulis juga sebuah bentuk terapi? Itulah saya pikir saya akan mulai kembali aktif menulis karena rasanya lebih lega dan “menyembuhkan”.

LEAVE A REPLY