Penampakan Siberian Husky Memang Gagah dan [Kelihatannya] Tidak Galak A

Norak. Tap apalah kalau ada yang mengatakan saya demikian. Habisnya memang sebelumnya tidak terbayangkan bisa melihat penampakan Siberian Husky secara langsung di Bogor. Biasanya, saya hanya bisa melihatnya via acara National Geographic di TV saja.

Memang tidak pernah terbayangkan bahwa hewan tersebut bisa hidup di Bogor yang tentunya sangat panas bagi si “keturunan” serigala.

Keturunan serigala? Yah memang begitulah menurut banyak sumber tentang hewan apa sebenarnya Siberian Husky itu. Penampilannya agak berbeda dengan anjing biasa karena diduga karnivora yang satu ini merupakan hasil perkawinan campuran antara anjing dan serigala. Hal itu bisa terlihat dari “wajah” nya.

Hewan ini juga menjadi terkenal karena merupakan penarik kereta salju yang dipakai oleh Roald Amundsen, seorang warga Norwegia, untuk menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di Kutub Selatan. Betul, Siberian Husky lah yang membantunya menjadi orang pertama di benua dingin itu.

Penampakan Siberian Husky Memang Gagah dan [Kelihatannya] Tidak Galak 2Hewan ini memang merupakan hewan yang sangat tahan dingin karena populasinya memang biasanya ditemukan di kawasan bersuhu rendah dan bersalju, seperti kawasan Kutub Utara.

Itulah mengapa saya menjadi orang “norak” saat melihat hewan itu berlarian di jalan Sudirman Kota Bogor pada Minggu pagi. Tidak terbayangkan spesies yang biasa hidup di iklim bersalju bisa hidup dan berlarian di Bogor yang “panas” (tidak perlu dibandingkan dengan Kutub Utara, dibandingkan dengan beberapa kota lain saja, Bogor itu sudah termasuk panas sekarang).

Oleh karena itu, berulangkali saya mencoba mengambil foto dari dua Siberian Husky yang “sepertinya” setiap Car Free Day akan diajak pemiliknya berolahraga di ajang Car Free Day. Paling tidak sudah 3 kali penampakannya terlihat.

Keren dan gagah memang penampilannya.

Kelihatannya juga tidak galak karena ia tidak menggonggong kepada ribuan orang yang lalu lalang dan bahkan bercengkerama dengan pemilkinya tanpa sungkan. Mungkin memang persis apa yang ditulis di banyak artikel tentang si campuran ini, bahwa ia tidak ganas dan justru akrab dengan manusia. Bisa jadi, itu pula yang menjadi alasan Amundsen memilihnya untuk menemani melintasi ribuan kilometer daratan bersalju di Kutub Selatan.

Cuma satu hal yang membuat saya bergidik ngeri. Bukan hewannya sendiri, tetapi membayangkan berapa banyak biaya yang harus keluar untuk memberinya makan dan memastikan kesehatannya. Tidak mungkin si Husky cukup diberi tulang dan nasi bercampur ikan asin saja.

Kalau saya yang punya, bisa jadi blog ini tidak akan beroperasi karena biayanya tersedot untuk merawatnya.

Ahh, tidak perlu dipikirkan. Iya nggak? Yang penting, setidaknya bisa melihat si anjing keturunan serigala yang ternama itu secara langsung dan bukan hanya lewat layar kaca.

Dan, memang keren dan gagah.

4 COMMENTS

  1. waduh, gemash bener pak!
    Saya kalo liat langsung rasanya mau unyel-unyel, peluk sekalian foto bareng hihi

    Udah tau siapa nama guguknya Pak? Atau malah kenal sama yg punyanya? 😀

    • Nggak kenallll.. baik sama guguknya atau yang punya.. hahahahaha..

      Terus terang masih belum berani ngedeketin.. hahaha soalnya sama kucing saja saya pernah KO karena dicakar. Jadi, masih jaga jarak.. tapi kayaknya nanti saya coba kenalan deh, sama yang punya dulu ..hahaha

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.