Penggunaan Kata Pedestrian Yang Tidak Tepat” Baru Sebulan Dibangun, Pedestrian di Kota Bogor Sudah Rusak”. Itu bunyi headline di sebuah media online tenar di Indonesia yang dikunjungi ribuan orang setiap harinya.Sepertinya tidak ada yang salah tetapi sebenarnya disini ada penggunaan kata pedestrian yang salah.

Betul sekali. Memang sepertinya masyarakat tidak terlalu peduli tentang hal ini dan mereka juga sudah menangkap maksud yang ingin disampaikan. Tetapi, tetap saja terkadang melihat penggunaan kata pedestrian secara tidak tepat menimbulkan rasa gelitik juga di hati.

Coba saja lihat screenshoot dari pencarian tentang “pembangunan pedestrian di Kota Bogor” dan … tadaaa… terlihat begitu banyak salah kaprah dalam penggunaan kata ini. Silakan dilihat.

Penggunaan kata pedestrian yang tidak tepat

Dimana Salahnya Penggunaan Kata Pedestrian Pada Contoh Di Atas?

Pedestrian adalah sebuah kata yang diserap dari bahasa asing, bahasa Inggris.

Bukan sebuah masalah kalau bahasa Indonesia menyerap kata-kata baru dari bahasa asing. Semua bahasa di dunia melakukannya. Jadi normal-normal saja.

Tetapi, penggunaanya juga harus mengikuti atau menyesuaikan dengan arti kata di bahasa asalnya.

Nah, disitulah letak kesalaha penggunaan kata pedestrian yang umum dilakukan di Indonesia.

Mari kita lihat arti kata pedestrian menurut beberapa kamus online

  • Dictionary.Cambridge.org : a person who is walking, especially in an area where vehicles go (Seseorang yang berjalan, terutama di kawasan dimana kendaraan berlalu lalang)
  • Dictionary.com : a person who goes or travels on foot, walker (seseorang yang pergi berjalan kaki, pejalan kaki)
  • oxforddictionaries.com : a person walking rather than travelling in a vehicle (seorang yang berjalan daripada bepergian dengan kendaraan)

Intinya sama, pedestrian adalah orang yang berjalan kaki, pejalan kaki.

Penggunaan Kata Pedestrian Yang Salah

Kemudian, coba lihat beberapa penggunaan kata pedestrian dari screenshoot tentang judul-judul artikel di atas.

  • “Baru Dibangun Pedestrian di Kota Bogopr Sudah Rusak”
  • “Kota Bogor Bangun Pedestrian Mulai Juni
  • “Setengah Matang Bangun Pedestrian di Lingkar KRB”

Menurut Anda, apakah judul-judul tersebut menunjukkan arti yang sama? TIDAK. Judul-judul tersebut merujuk pada kata “trotoar”, bukan kah begitu? Tidak mungkin kan kalau Kota Bogor membangun “Pejalan Kaki”. Maksudnya sudah pasti tempat orang berjalan kaki, yaitu trotoar.

Padahal dalam bahasa Inggris, trotoar diwakili kata yang berbeda, yaitu “Pavement”, “Sidewalk”, bukan pedestrian.

Jadi, jelas sekali ada kesalahan dalam penggunaan kata pedestrian di Indonesia. Hal itu jauh menyimpang dari arti sebenarnya.

Masih mungkin bahwa bahasa Indonesia menciptakan arti sendiri bagi kata serapan. Caranya dengan konsensus para pakar bahasa, tetapi mungkin akan menimbulkan kelucuan sendiri kalau ada orang asing yang menemukan bahwa arti kata yang sama ternyata bisa berbeda jauh.

Lagi pula, mengapa kita ingin ke-Inggris-Inggris-an? Apalagi bahasa Indonesia sudah memiliki kata yang cukup untuk menunjukkan hal yang sama, yaitu trotoar. Kalaupun mau biar sedikit terdengar  keren bisa juga memakai jalur pedestrian. Jangan hanya pedestrian saja.

Sobat Bogor, bukan sebuah masalah yang besar, tetapi salah adalah salah. Pedestrian bukan trotoar tetapi pejalan kaki.

Yuk, kita coba perbaiki dan biasakan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY