Pertanyaan yang bikin bingungSudah hampir dua tahun mengelola Lovely Bogor. Sudah hampir 1000 komentar masuk ke kolom komentar di berbagai tulisan. Ada juga puluhan pertanyaan, komentar, kritik yang masuk via email, sms atau pesan di whatsapp.

Ada komentar yang menyenangkan. Ada juga yang bikin sedih. Bebèrapa membuat nyengir, beberapa lagi membuat admin garuk-garuk kepala yang sebenarnya sering dikeramas meski tidak di salon.

Kali ini agak santai dikit yah, saya mau berbagi pada kawan pembaca tentang beberapa pertanyaan lucu yang masuk ke kolom komentar atau dikirim via email/sms. Siapa tahu ada yang bisa bantu menjawab sekaligus mengurangi kebingungan saya.

10 Pertanyaan Yang Bikin Bingung Admin Lovely Bogor

Ke-satu :

“Kang, saya punya uang satu juta. Kira-kira dapet sepatu atau sandal berapa ya?” di artikel Pusat Grosir Sepatu Bogor

Ada yang bisa bantu menjawab? Karena, saya tidak bisa. Deskripsi tentang pusat grosir itu berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya selama tinggal di Bogor. Juga sempat berbincang dengan beberapa orang yang beraktifitas disana.

Saya tidak terlibat dalam bisnis persepatuan sama sekali. Bahakn untuk beli sepatu atau sandal saja kalau tidak dipaksa sama istri, malas pergi. Artikel dibuat hanya untuk memberikan informasi tentang adanya sentra perdagangan sepatu dan sandal di Kota  Bogor. Bukan sebagai tempat promosi.

Ke-dua :

“Pak. Saya mau ke jalan ANU. Dari Stasiun Tangerang harus pakai angkutan pa yah pak?” di artikel Rute Commuter Line / KRL Jabodetabek

Puyeng dah. Setahu saya nama blog nya LOVELY BOGOR bukan LOVELY TANGERANG. Kalau pertanyaannya soal jalan di Kota Bogor, mungkin admin bisa membantu banyak. Tetapi kalau Kota Tangerang, admin hanya punya sedikit pengetahuan saja yang didapat dari bekerja selama hampir 2 tahun bekerja disana.

Ke-tiga :

“Pak, info dong berapa biaya masuk sekolah Borcess, Bogor Center School tahun ini?” – di artikel Borcess, Bogor Center School

Tambah garuk-garuk kepala deh admin. Lha ya wong saya tidak memiliki kaitan sama sekali dengan pemilik atau pengelola sekolah Borcess. Artikel dibuat karena anak saya bersekolah disana saja. Datanya berdasarkan apa yang saya bayar setia bulan dan pada awal memasukkan anak semata wayang kesna.

Kalau ditanya begitu, gimana nggak bingung?

Ke-empat :

“Pak, saya dari Bekasi mau ke Tanah Abang harus transit berapa kali? Berapa ongkosnya? Jadwalnya yang paling pagi jam berapa dan yang paling malam jam berapa? – di artikel Rute Commuter Line / KRL Jabodetabek

Waduh, saya blogger dan bukan petugas loket. Pengennya menjawab begitu.. hehehe. Ini jenis pertanyaan yang paling banyak masuk di artikel Rute Commuter Line. Ada ratusan pertanyaan sejenis seperti ini.

Kadang admin terpaksa harus membuka rute CL untuk menjawabnya karena walau sudah lebih dari 20 tahun naik KRL, admin tidak bisa hapal semua stasiun dan rute.

Ke-lima :

“Pak, saya mau ke Merak dari Bogor, harus naik Kereta yang mana ya pak?” – di artikel Rute Commuter Line / KRL Jabodetabek

Seumur-umur belum pernah naik kereta ke Merak. Terpaksalah mewakili yang nanya buka websitenya PT KAI untuk lihat jadwal kereta ke Merak. Untung ada webnya PT KAI, kalau tidak admin harus nyoba pergi ke Merak naik kereta untuk mencari tahu.

Ke-enam :

“Kang, kalau saya harus naik flight jam 07.30 harus naik Damri jam berapa yah? Jakarta bakalan macet ga yah?” – di artikel Jadwal Bus Damri Bogor – Bandara Soetta

Jujur pak. Saya bukan penyebab macet di Jakarta karena saya naik angkutan kereta yang tidak melalui jalan raya di Jakarta. Jadi tidak bisa memastikan macet atau tidak. Cuma berdasarkan pengalaman saja karena cukup sering bepergian dengan bus Damri membuat saya bisa mengira-ngira berapa jam waktu yang dibutuhkan.

Semakin lapang toleransi waktunya semakin baik. Jangan sampai ketinggalan pesawat seperti yang pernah saya alami.

Ke-tujuh :

Pak, apakah nilai dalam penerimaan siswa baru hanya berdasarkan hasil UN saja? Kenapa hanya nilai UN saja bukankah tidak adil? Kemampuan anak kan beragam? Kenapa tidak dipertimbangkan nilai rapotnya?

Hayo. Gimana cara jawab pertanyaan yang seperti itu ? Bingung bingung dah. Padahal admin sehari-hari bekerja di bidang tekstil dan bukan di Departemen Pendidiikan. Akhirnya admin cuma bisa saran untuk kirim pertanyaan itu ke pihak terkait.

Ke-delapan :

“Belum tentu siswa yang diterima di sekolah negeri merupakan siswa terbaik,karena banyak siswa yang terpintar tersungkur di kota bogor dikarenakan mereka memiliki nilai UN murni,bukan nilai UN Katrolan seperti nilai UN 27.8 s/d 28.8…….”

Nah lo. Komentar yang ini bisa dilihat di Hasil PPDB Online Tingkat SMP Kota Bogor. Bukan agak bingung tetapi sangat bingung untuk membalas komentar seperti ini. Admin tidak berkaitan langsung dengan perencanaan kebijakan penerimaan siswa baru SMP dan SMA di Bogor.

Boro-boro.

Artikel dibuat sebagai informasi kepada kawan pembaca tentang hasil penerimaan. Ucapan selamat memang selayaknya diberikan pada yang berhasil diterima juga memberikan semangat bagi yang belum berhasil.

Ke-sembilan :

“Mas, saya mau ke Bogor lewat senayan dengan APTB. Sekarang APTB kan tidak lewat jalur busway, lalu naiknya dimana ya?”

Bingung bin puyeng dah. Bagaimana bisa memberikan masukan? Admin tidak pernah menjadi kenek atau supir bus APTB jurusn ke Blok M. Nyupir bus saja belum pernah.

Belum kalau memaksa diri memberi informasi, kasihan nanti kalau sudah menunggu lama bus APTB tidak ada yang lewat. Haduh.

Ke-sepuluh :

“Kang, sepatu fortefelli karet untuk ke ladang ada nggak?” – di artikel Pusat Grosir Sepatu Bogor.

Saya sampai membaca ulang artikel itu. Mengapa banyak sekali pertanyaan yang berkaitan dengan jual beli sepatu yang ditujukan kepada Lovely Bogor. Khawatir bahwa artikel itu memberi kesan yang salah bahwa saya sedang mempromosikan sebuah produk.

Hasilnya, saya tidak melihat kalau saya sedang menjual sepatu atau sandal. Memang saya sedikit mempromosikan tentang Pusat Grosir Sepatu Bogor tetapi tempatnya dan bukan merk atau produk.

Akhirnya. Tetap bingung lah saya.

Meskipun bingung, saya sebagai admin Lovely Bogor bersyukur. Sangat! Komentar dan pertanyaan yang bikin bingung ini saya pandang sebuah kepercayaan dari para pembaca terhadap apa yang ditulis di blog kecil ini. Ada rasa tersanjung membacanya, walau tetap bingung untuk memberi jawaban yang tepat dan bisa membantu.

Kebingungan yang saya nikmati. Bingung seperti ini lebih baik daripada bingung tidak ada yang meninggalkan komentar apapun. Bingung yang begitu sangat tidak menyenangkan dibandingkan bingung seperti yang disebabkan 10 pertanyaan dan komentar di atas.

Sebisa mungkin, saya akan mencoba memberikan informasi terbaik berdasarkan pengetahuan yang ada. Jadi tetaplah berikan komentar atau tinggakan lah jejak di blog ini, saya akan menjawabnya sebisa dan secepat mungkin.

Saya akan coba jadi guide Anda selama berkunjung ke Bogor, meskipun hanya lewat blog kecil ini.

Tetaplah berkomentar. Ajukan pertanyaan. Terima kasih untuk itu saya sampaikan.

13 COMMENTS

  1. Pak, saya kerja di Bogor sejak awal 2016. cara cari temen, selain dilingkungan temen kerja dimana yah pak?

    > pertanyaan ke 11

    • Wakksss… bener juga nambah satu pertanyaan yang bikin ruwet…. 😀 😀

      Gampang kok.. maen ajan malam minggu di Taman Air Mancur, Taman Kencana, atau jalan-jalan ke Mall.. Biasanya banyak anak muda bercengkerama dan kongkow di kawasan ini. Bisa juga ikuti Komunitas Kota Bogor di Dunia Maya via facebook . Link-nya di sini.

      Selamat mencari teman

  2. Keren nih. Adminnya tangkas bgt. Sampe bela belain buka web pt kai utk menjawab pertanyaan yg sbenernya bukan tanggung jawab admin utk menjawab. Salut pak! Salam kenal dari cibinong, kebetulan sering maen seputaran bogor.

    • Hahahaha…. makasih. Bukan tanggung jawab memang, tapi bukankah setiap manusia bertanggung jawab untuk membantu sesama.

      Salam kenal juga kang

  3. Hi mas anton. Thanks ya infonya/ulasannya tentang kebun raya bogor. Kebetulan sy sedang berada di kota anda dan berminat untuk berkunjung ke KRB ini.

  4. Pak. Mau tanya.
    Dari setasiun pasar senen tujuan bogor sukabumi. Naik kereta tujuan mana ? Maklum pak. Baru naik kereta

    • Wah Alan… ini dua rute yang berbeda

      1. Dari Senen ke Bogor, bisa langsung naik Commuter Line menuju ke stasiun Bogor. Tarifnya sekitar 11.000 + uang jaminan 10.000 yang bisa diminta kembali. Bisa lihat penjelasannya di Naik Commuter Line – Penjelasan Cara

      2. Nah dari Bogor ke Sukabumi, harus naik KA Pangrango yang naiknya dari Stasiun Bogor Paledang. Stasiun ini terpisah dari stasiun Bogor kurang lebih 100 meter saja. Lihat penjelasannya di sini .

      Masalahnya kalau naik kereta ke Sukabumi, tiket KA Pangrango itu super laris harus dipesan sekitar 1 bulan di muka baru bisa dapat. Jadi tidak bisa langsung begitu saja.

      3. kalau mau ke Sukabumi pakai cara yang lain, dari Stasiun Bogor naik angkot no 03 Merah ke Terminal Baranangsiang. Disana ada angkutan L300 (merek mobil) yang bertujuan ke Sukabumi. Bisa juga naik bis seperti Metromini jurusan ke sana dari terminal ini.

  5. sekedar saran,

    1. Org tanya jawab itu ga harus pada org yang bergelut dalam topik pertanyaan yang dilontarkan pak. Jadi, kalo tau jawabannya dan bersedia untuk jawab, ya jawab aja, kalo ga tau atau ga bersedia menjawab, ya ga usah jawab. contoh : anda berada di suatu daerah baru, trs numpang nanya sm tukang ojek “bang, mesin ATM deket2 sini sebelah mana ya?”
    jawaban apa yg anda harapkan?
    A. kang ojek : “ngapain lu nanya gua! gua tukang ojek, bukan pegawai bank!” ehh..
    B. kang ojek : “maaf saya kurang tau pak”
    tentunya milih yg B kan..

    2. Dunia maya ini sangat luas, website yg udh masuk di dalam jaringan internet memungkinkan untuk dapat di akses oleh seluruh org di dunia yg terhubung dengan koneksi internet, jd ga perlu heboh kalo banyak org yg nanya2 ini itu, karna setiap org punya karakteristik yg beragam, kecuali anda masih baru di dunia internet, mungkin kaget jd bs dimaklumi

    mohon maap lahir batin

    • Terima kasih atas sarannya

      1. Betul sekali. Bukankah sudah saya lakukan. Saya akan berusaha untuk tahu karena ada tanggung jawab moril sebagai pengelola website untuk mencoba memberikan yang terbaik pada pengunjungnya. Berbeda dari tukang ojek. Seseorang bertanya di website dengan harapan mendapatkan informasinya dijawab. Nah saya usahakan untuk tahu hal itu agar bisa membantu

      2. Lha yang heboh siapa mas. Saya menulis bahwa ada banyak hal yang membingungkan selama mengelola blog ini. Saya menuliskannya di blog ini dan tidak di media sosial. Lalu dimana kehebohannya.

      Kalaupun saya menuliskan kebingungannya untuk memberitahukan seperti yang mas bilang, terkadang kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak terduga dalam mengelola blog.

      Bukankah Anda seharusnya memandang dari sudut kreatif bahwa bahkan komentar-komentar tersebut bisa menjadi sebuah tulisan yang memancing Anda berkomentar panjang lebar.

      😀

      2.

  6. Pertanyaan saya (patut ditelusuri untuk jadi topik selanjutnya): dimanakah kuburan bemo-bemo yang setengah abad lampau pernah merajai jalanan di Bogor?

    • Perlu om.. saya lum tahi. Pernah kelayapan nyari bemo ga nemu satupun. Kalu ada inpoh tolong kasih kabar ya

LEAVE A REPLY