Berkendara Melawan Arus

Kita sering mengeluhkan kurangnya prasarana umum, seperti halte, trotoar, dan lain sebagainya. Beragam keluhan bahkan umpatan terlontar dari mulut mengenai ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan fasilitas publik dalam jumlah yang cukup. Hal tersebut bisa dilihat di kolom-kolom surat pembaca di media cetak, status-status para facebook-ers dan berbagai media sosial lainnya.

Sayangnya, ketika keinginan kita terwujud, kita tidak mampu menjaga dan memeliharanya.

Contoh hari ini adalah sebuah Halte Trans Pakuan di Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor. Namanya Halte Cimanggu I.

Sebelumnya halte ini hanya berupa shelter dengan kanopi penutup sederhana yang tidak bisa melindungi calon penumpang yang menunggu ketika hujan deras mengguyur. Begitu pula dengan tempat duduk yang seadanya.

Salah satu prasarana umum ini sudah berubah wujud menjadi sebuah tempat menunggu yang layak. Bentuknya menjadi sebuah ruang tertutup berdinding kaca dan atap yang akan melindungi dari siraman air hujan.

Prasarana Umum Bogor - Halte Trans Pakuan

Sesuatu yang sangat menggembirakan. Tidak mewah tetapi ‘layak’ dan sesuai dengan apa yang diinginkan.

Tentu untuk membangunnya tidak sedikit dana yang dikeluarkan. Tetapi, sebagai sebuah kota yang ingin menjadi lebih tertib dan manusiawi, tentu dana tersebut pantas untuk dikucurkan.

Publik atau warga Bogor sangat memerlukan kehadiran halte yang layak seperti ini. Halte-halte ini akan mendorong perubahan dalam kebiasaan menunggu angkutan umum. Penumpang diharapkan tidak lagi menyetop kendaraan di sembarang tempat.

Prasarana Umum Di Kota Bogor - Halte Cimanggu I

Sayangnya. Ya, sayangnya. Ternyata masih ada saja tangan tak bertanggung jawab.

Belum genap 2 bulan halte tersebut beroperasi, sudah terlihat adanya kerusakan berupa pecahnya kaca penutup di salah satu sisi.

Kaca Pecah di Halte Cimanggu 1 Bogor

Geram juga melihatnya. Kebodohan yang seperti ini seperti tidak hentinya terjadi.

Meskipun saya bukan pengguna Trans Pakuan rutin dan halte ini tidak sering saya pergunakan, hanya melihat hal seperti ini, sulit untuk tidak mengutuk siapapun yang melakukannya.

Prasarana umum seperti halte ini dibangun dengan uang pajak yang berasal dari kita, rakyat Bogor, rakyat Indonesia. Halte ini akan membantu banyak sekali warga Bogor lainnya. Sudah seharusnya, halte ini dirawat, bukan hanya oleh pemerintah tetapi juga oleh warga Bogor.

Memang, saya cukup yakin akan ada perbaikan terhadap kerusakan tersebut. Tetapi bukankah uang yang seharusnya bisa dipergunakan untuk hal lain harus keluar untuk sesuatu yang tidak seharusnya.

Mungkin kita harus kembali merenungkan sebuah “anekdot”, bahwa “Orang Indonesia itu bisa membuat tetapi tidak bisa merawat”. Memang menyakitkan, tetapi hal itu terbukti sekali dalam kasus ini.

Kalau saja, semua warga Bogor bisa merawat prasarana umum seperti merawat miliknya sendiri, rasanya Kota ini sudah lebih maju dibandingkan saat ini.

Sayangnya, kenyataan mengatakan sebaliknya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.