Surat PembacaItulah sebuah komentar, surat pembaca Lovely Bogor yang diterima pagi ini. Kata-katanya singkat

Pak, Pengen banget Bogor jadi kota bersih dari sampah, traffic jam, dan coretan, gimana caranya… ada ide?

 

Sederhana. Tidak berbelit. To the point. Tapi, susah sekali menjawabnya.

Mengapa susah menjawabnya? Karena pertanyaan ini mewakili pikiran banyak sekali warga Bogor. Mereka mengidamkan sesuatu yang sama.

Bogor, Kota Indah Sejuk Nyaman. Bagai bunga di dalam taman. Untaian kata berbentuk syair dalam Hymne Kota Bogor. Itulah impian ratusan ribu penduduk Kota Hujan ini, saya termasuk diantaranya.

Cetusan ini bisa dikata mencerminkan lelahnya warga Kota Talas ini terhadap situasi dan kondisi kota dimana mereka tinggal.

Semrawut. Kacau. Kotor. Tidak tertib. Serta masih banyak lagi. Perhatikan saja beberapa gelar, mulai dari Kota Termacet Indonesia, Kota Dengan Lalu Lintas paling menyebalkan versi Waze, Kota Paling Intoleran dan seterusnya.

Komentar singkat tersebut mengungkapkan keinginan, pikiran penduduk Kota Bogor agar segera terjadi perubahan terhadap banyak hal.

Bogor Bersih Indah Nyaman
BTM Mall, November 2015

Nah, sulitnya adalah ketika menjawab bagian akhir komentar “Gimana caranya…Ada ide?

Kesan yang tertangkap adalah rasa lelah dan capek terhadap kekacauan di kota ini. Sekaligus, pada saat bersamaan memberi tantangan, saya, sebagai admin Lovely Bogor, dan tentu saja warga Kota Bogor untuk mencarikan jalan keluar dan pemecahan.

Ruwet.

Bukan karena tidak ada ide ruwetnya di kepala saya. Hanya saja, keterbatasan wewenang maka sepertinya akan membuat ide-ide, yang kalau pun dikemukakan, seperti menebar garam ke laut saja. Tidak ada gunanya.

Sampai akhirnya, saya menyadari peran seorang blogger dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu peran yang bisa dilakukannya adalah untuk menyebarkan ide dan semangat. Kalau bisa menginspirasi orang lain, meskipun hanya 1-2 orang saja, hal tersebut sudah merupakan pencapaian besar.

Jadi, saya akan memberikan ide yang saya cukup yakin kalau terlaksana maka akan membuat Kota Bogor bisa kembali menjadi kota yang Bersih, Indah dan Nyaman. Persis seperti syair dalam hymne Kota Bogor.

Ide-ide pemecahan tersebut adalah sebagai berikut

  • Jangan membuang sampah sembarangan
  • Kurangi memakai kendaraan pribadi. Pergunakan lebih sering angkutan umum atau bersepeda atau berjalan kaki
  • Jangan parkir sembarangan
  • Jangan naik angkot tidak di halte
  • Jangan naik motor tanpa helm
  • Jangan berkendara ugal-ugalan
  • Hargai hak orang lain
  • Bayarlah pajak
  • Larang anak-anak di bawah umur untuk berkendara
  • Jangan mau jajan atau berbelanja dari pedagang di atas trotoar. Berjual beli lah di tempat yang sudah disediakan

Serta masih banyak lagi. Ikuti saja aturan yang sudah digariskan oleh Pemerintah.

KLISE.

Pasti begitu. Kesemua itu sudah tercantum dalam aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah dan DPR/DPRD.

Apa yang disebutkan di atas juga sesuatu yang sudah diajarkan bahkan sejak saya masih Sekolah Dasar di tahun 1970-an. Tidak berubah.

Jadi, ya memang KLISE. Sangat klise dan tidak ada terobosan baru.

Pengendara Moto di JalanSuryakencana Bogor
Pengendara Motor di Jalan Suryakencana Bogor

Pada kenyataannya, memang yang menjadi masalah di Kota Bogor adalah ketidakdisiplinan warganya sendiri. Berbagai aturan diterobos dan dilanggar.

Alhasil, tidak ada lagi ketertiban dan keteraturan. Padahal, keteraturan sangatlah penting untuk membuat manusia merasa nyaman. Tanpa keteraturan dan ketertiban, maka tidak akan ada yang namanya bersih dan nyaman.

Mengapa negara-negara maju di Eropa terkesan bersih dan nyaman? Jawabnya sederhana, karena mayoritas penghuninya mengikuti dan mematuhi berbagai peraturan yang telah ditetapkan. Pemerintahnya pun bertindak tegas untuk menegakkan hukum yang sudah dibuat.

Itulah yang tidak ada di Kota Bogor dewasa ini.

Penduduknya maunya bertindak seenak perutnya sendiri. Pemerintahnya kurang tegas melakukan law enforcement atau penegakkan hukum. Lahirlah kesemrawutan.

Jadi, ide saya untuk memecahkan ketidaktertiban di Kota Hujan ini adalah sederhana saja.

LAKUKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN! PENUHI KEWAJIBAN MASING-MASING SESUAI DENGAN POSISINYA!

Warga Bogor harus mengikuti aturan yang sudah ada, tanpa kompromi bahkan bila aturan tersebut dirasakan memberatkan kehidupannya. Pemerintah harus bisa ‘memaksa”, dalam berbagai cara dan bentuk, agar penduduknya mau mematuhi apa yang sudah digariskan.

Kelakuan Pemotor Di Bogor
Kebon Pedes , Desember 2015

Memang klise. Tidak ada terobosan baru.

Hanya memang begitulah adanya. Apa yang disebutkan di atas adalah dasar yang dibutuhkan sebuah masyarakat untuk teratur, berkembang, dan maju.

Oleh karena itu akan terdengar klise karena memang harus terus dipahami oleh seluruh anggota masyarakat, tanpa terikat waktu dan masa. Hal yang sama juga diajarkan bahkan pada saat pemerintah Kolonial Belanda masih bercokol di bumi Nusantara ini.

Tidak banyak berubah karena itu adalah inti dari keteraturan.

Untuk mengeksekusi hal-hal tersebut, tidak perlulah berpikir terlalu jauh. Sebagai warga, tentu saja kewenangan yang ada pada diri kita, terutama untuk memaksa, bisa dikata nihil. Tidak mungkin kita bisa memaksa orang lain mengingat tidak adanya hak untuk melakukan itu.

Tetapi… Ada tetapinya.

Kita bisa mengajak, menghimbau atau apalah namanya. Kita bisa menggandeng orang-orang terdekat di sekitar kita, adik, kakak, bapak, ibu, anak, teman, saudara, tetangga untuk mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

Ajak mereka untuk tidak membuang bungkus permen ke jalan. Cegah mereka untuk tidak mengizinkan anak-anak mereka berkendara sebelum 17 tahun. Dan seterusnya dan seterusnya.

Mulailah dari diri sendiri dan orang-orang terdekat kita.

Tidak akan banyak yang bisa kita ajak. Mungkin hanya 1,2,3,4 atau 5 orang saja. Meskipun demikian, sudah ada realisasi dari ide kita. Kalau semua orang melakukan hal yang sama, maka jumlahnya akan terus membesar seperti bola salju.

Semakin banyak yang terlibat dqan mematuhi, maka akan semakin tertib dan nyaman Bogor ini. Jumlah sampah berkurang, volume kendaraan di jalan berkurang yang berarti kemacetan berkurang.

Itulah ide saya. Patuhi aturan yang ada dan mulailah dari diri sendiri dan orang terdekat.

Kalau itu bisa bergulir, maka perlahan tapi pasti, apa yang diidamkan oleh semua orang bisa segera terwujud. Semakin cepat, semakin baik.

Jadi, mulailah dari sekarang membiasakan dan mengajarkan pada diri sendiri sebuah kebiasaan mematuhi aturan yang ada. Janganlah jadi orang EGOIS.

Itu saja ide saya untuk menjadikan Bogor Bersih Indah Dan Nyaman.

Semoga pada akhirnya bisa terwujud dengan bantuan semua pihak. Ingat saja, sebuah kota itu terdiri dari pemerintah dan warga. Tidak akan jadi tertib dan nyaman, kalau masing-masing tidak menjalankan kewajibannya dan hanya menuntuit haknya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY