Naik Commuter Line – Penjelasan Cara (Lengkap)

Bagi para komuter di Jabodetabek, naik commuter line bukanlah sebuah hal yang asing. Setiap hari ratusan ribu orang keluar masuk stasiun untuk menuju ke tujuan masing-masing.

Hana saja sejak berbagai perbaikan yang dilakukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI), Commuter line atau KRL (Kereta Rel Listrik) Jabodetabek dulunya menjadi sangat populer. Semakin banyak orang yang memanfaatkan sarana ini untuk bepergian. Selain karena lebih murah, juga lebih cepat dan efisien.

Nah karena Commuter Line merupakan satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan di Bogor, saya akan menjelaskan mengenai cara-cara naik commuter line.

Tentu ini tidak ditujukan bagi anda-anda yang setiap hari melakukan hal ini, tetapi untuk rekan-rekan yang mungkin baru pertama kali memanfaatkan transportasi massal ini.

Baiiklah saya akan mulai penjelasan sebagai berikut

Penjelasan Cara naik commuter line

Pada dasarnya, naik Commuter Line atau KRL Jabodetabek itu tidak mudah. Prinsipnya hanya Tap and Go, Tempel dan Jalan saja.

Hanya mungkin bagi yang belum terbiasa agak membingungkan mengingat penggunaan teknologi yang sebenarnya suatu hal biasa di luar negeri, tetapi belum umum dipakai di Indonesia.

Penjelasan tahap demi tahap di bawah ini setidaknya diharapkan bisa memberikan gambaran jelas bagaimana prosesnya.

1. Loket Commuter Line

Penjelasan cara naik Commuter Line - Automatic Ticket Vendor Machine
Automatic Ticet Vending Machine di Stasiun Bogor

Tiket. Karcis.

Untuk bisa menggunakan jasa Commuter Line, seorang pengguna harus memiliki tiket. Tanpanya, bahkan untuk memasuki stasiun saja tidak diperkenankan.

Sekarang ini tiket bisa didapatkan di beberapa tempat, yaitu

  1. Loket tiket yang tersedia di semua stasiun
  2. Automatic ticket vending machine alias mesin penjual tiket otomatis
  3. Bank : kartu e-money atau kartu uang elektronik yang sudah bekerja sama dengan PT KCI (Perlu aktivasi)
  4. Indomaret : kartu Indomaret bisa dipergunakan untuk menggunakan Commuter Line (perlu aktivasi)

Jadi, untuk mendapatkan tiket Commuter Line sekarang sudah lebih mudah karena “loket”nya bisa dimana saja. Bahkan, tanpa harus perlu pergi ke stasiun Anda bisa mendapatkan “tiket” itu.

2. Jenis Tiket

Tiket Commuter Line saat ini tidak lagi berbentuk kertas tetapi bentuknya kartu elektronik yang terbuat dari plastik dengan chip di dalamnya.

Untuk naik Commuter Line ada 3 jenis tiket yang bisa dipergunakan, yaitu

Tiket Harian Berjaminan (THB)

Begini cara naik KRL Jabodetabek - Tiket Harian Berjaminan
Tiket Harian Berjaminan

Tiket Harian Berjaminan adalah tiket yang diperuntukkan bagi pengguna jasa yang tidak secara rutin memakai transportasi massal ini.

Dalam tarif yang dikenakan pada tiket jenis ini terdapat :

  • Ongkos perjalanan (tergantung jarak yang ditempuh)
  • Jaminan sebesar Rp. 10.000.- yang bisa di-refund atau dikembalikan di loket
  • Masa berlaku refund adalah 7 hari setelah tanggal pembelian

Tiket THB tersedia dalam dua varian, yaitu tiket sekali jalan dimana tiket dikembalikan di stasiun tujuan, misal dari Bogor ke Jakarta Kota, tiket diserahkan kembali ke loket di Jakarta Kota dan uang jaminan akan dikembalikan.

Varian lainnya adalah THB PP (Pulang Pergi) dimana tiket dikembalikan di stasiun awal, contoh Bogor – Jakarta Kota, tiket ditukarkan dengan uang jaminan di stasiun Bogor.

Catatan : Sampai Juli 2020 ada 8 stasiun yang tidak melayani penjualan THB lagi, yaitu

  • Stasiun Bogor
  • Stasiun Cilebut
  • Stasiun Universitas Indonesia
  • Stasiun Taman Kota
  • Stasiun Cikini
  • Stasiun Cikarang
  • Stasiun Sudirman
  • Stasiun Palmerah

Kartu Multi Trip (KMT)

Penjelasan Cara Naik Commuter Line / KRL Jabodetabek - kartu Multi Trip
Kartu Multi Trip

Tiket jenis ini diperuntukkan untuk pengguna jasa yang rutin bolak balik memakai si CL.

KMT bisa dikata e-money khusus Commuter Line. Jika saldo habis, KMT bisa diisi ulang melalui loket atau melalui mesin penambah saldo otomatis.

Kartu perdana, bulan Juli 2020 adalah seharga Rp. 30.000.- saja termasuk saldo sebesar Rp. 10.000.-. Bisa dibeli di loket.

Batas minimum saldo adalah sebesar Rp. 5.000.-.

E-Money / Uang Eektronik

Kartu e-money Mandiri - Indomaret. Penjelasan cara naik commuter line/KRL Jabodetabek
Kartu e-money Mandiri-Indomaret

Kebijakan pemerintah untuk menggalakkan penggunaan uang elektronik atau e-money juga merambah ke dua transportasi.

PT KCI sudah bekerja sama dengan beberapa bank sehingga beberapa jenis kartu uang elektronik bisa dipergunakan sebagai Kartu Multi Trip setelah diaktivasi.

Beberapa nama diantaranya adalah Flazz, Brizzi, Mandiri-Indomaret e-Money, BNI Tap Cash

Untuk melakukan aktivasi, silakan ikuti langkah di bawah ini.

  • Cari alat pengecek saldo di stasiun manapun, bentuknya seperti di bawah ini
alat cek saldo commuter line
Alat Cek saldo
  • Tempelkan kartu e-money pada bagian bertuliskan “Tempel Disini”
  • Tunggu sampai keluar saldo dari kartu tersebut
  • Selesai e-money sudah bisa dipergunakan sebagai KMT (Kartu Multi Trip

3) Tarif

Ongkos yang harus dibayar saat menggunakan jasa Commuter Line akan tergantung pada jarak tempuh.

Perinciannya adalah (berlaku sejak tahun 2015)

  • Untuk 25 kilometer pertama – Rp. 3.000.-/penumpang
  • Untuk setiap 10 kilometer berikutnya sebesar – Rp. 2.000.-/penumpang

Khusus untuk Tiket Harian Berjaminan atau THB dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 10.000.- yang bisa di-refund di loket akhir dengan menyerahkan tiket ke loket.

Catatan : Jika ternyata saldo di tiket (KMT/THB) tidak mencukupi, penumpang dapat mengisinya di dalam stasiun di loket atau mesin Fare Adjustment. Prosesnya sama dengan pengisian tiket biasa.

Hal ini bisa menghindari dikenakan denda.

4. Masuk Stasiun

ara Menuju Serpong Dari Bogor Dengan Commuter Line

Setelah memiliki tiket anda harus menuju gate tap in. Bentuknya seperti gambar di sebelah.

Cari yang tidak ada tanda “X” merah karena berarti itu untuk keluar. Temukan gate yang di depannya ada contreng hijau.

Lagi-lagi anda harus mengantri. Jangan coba untuk mendahului karena itu bukanlah sebuah kebiasaan yang baik dan membuat anda kemungkinan akan diteriaki orang di belakang anda.

Catatan : di masa pandemi Covid-19, sebelum bisa mencapai gerbang, penumpang harus melalui pengecekan suhu.

Selain itu penumpang akan diminta berdiri di batas yang ditentukan sebagai bentuk penerapan physical distancing.

Jika penumpang tidak mengenakan masker, maka penumpang itu akan diminta meninggalkan antrian dan tidak bisa kembali sebelum memakainya.

Tempelkan Tiket Untuk Membuka Gerbang

Penjelasan Cara Naik Commuter Line - Tempat Tap In
  • Di gerbang elektronik akan terlihat di bagian atas kotak berwarna kuning bertuliskan “Tap/Tempel disini”. Tempelkan tiket anda di tanda tersebut.
  • Tunggu sampai lampu merah berganti menjadi lampu hijau.
  • Setelah lampu berubah menjadi hijau, dorong besi penghalang ke depan. Pada saat bersamaan anda berjalan masuk.

Setelah proses ini dilalui anda berarti sudah ada di dalam stasiun.

Jika Anda memutuskan membatalkan perjalanan, lakukan proses yang sama dengan cara masuk. Saldo Anda akan terpotong 3 ribu rupiah karena Anda tetap dianggap melakukan perjalanan

Menunggu di peron

Penjelasan Cara Naik Commuter Line

Di dalam stasiun, anda bisa langsung menunggu di peron. Bisa juga anda duduk-duduk di tempat tunggu sampai kereta anda datang. Anda tidak dibatasi waktu dan tiket anda berlaku untuk hari itu sampai perjalanan terakhir.

Untuk mengetahui di peron mana Anda harus menunggu, Anda bisa mencari informasi di papan informasi elektronik, atau mendengarkan pengumuman lewat pengeras suara tentang keberangkatan selanjutnya.

Harap berdiri di belakang baris kuning kalau anda di peron. Ini pertanda garis batas aman.

Rute Perjalanan

Sebelum Anda naik kereta, harap diingat kembali rute perjalanan yang harus ditempuh.

Sistem loop line yang dipergunakan seringkali mengharuskan penumpang melakukan transit atau berpindah kereta di beberapa stasiun, seperti Manggarai, Tanah Abang, Angke, Jatinegara, Citayam.

Contohnya : Jika Anda hendak pergi ke Tangerang, maka Anda tidak akan menemukan KRL yang langsung mengarah kesana. Anda harus berpindah kereta di stasiun Duri. Baru kemudian naik KRL yang ke arah Tangerang.

Jadi, langkah pertama, Anda harus menemukan trayek kereta ke stasiun transit dan kemudian berpindah di stasiun transit tersebut.

Silakan lihat trayek Commuter Line yang ada di bawah ini.

rute commuter line A

5) Naik Kereta

cara naik commuter line 2
  • Ketika kereta datang, tetaplah berdiri di belakang garis batas aman sampai pintu membuka.
  • Ketika pintu terbuka tidak perlu tergesa-gesa. Kereta akan menunggu sampai ada tanda dari petugas untuk berangkat. Jangan mendorong orang di depan anda.
  • Kereta pertama dan terakhir hanya untuk kaum wanita. Jadi bila anda laki-laki jangan masuk ke dua gerbong ini atau anda akan diminta turun.
  • Di dalam kereta di setiap sudut ada kursi KHUSUS untuk Lansia, Ibu membawa Balita, , Orang Cacat. Bila anda membutuhkannya jangan ragu untuk memintanya. Bisa juga anda katakan ke petugas yang ada atau kepada minta bantuan penumpang lain. Biasanya mereka tidak akan segan membantu.
  • Bila Anda tidak termasuk dalam kategori tersebut, biarkan kosong dan jangan diduduki. Bukan hak Anda duduk disana.
  • Perhatikan barang bawaan Anda karena meski pengamanan sudah dilakukan maksimal, tetap saja ada tangan-tangan tak bertanggungjawab yang mengincarnya
  • Dilarang makan dan minum selama perjalanan, lakukan itu sebelum naik kereta

Catatan :

  • Selama masa pandemi kapasitas kereta dikurangi dan pada Juli 2020 hanya sebanyak 74 orang saja. Jika sudah terlalu penuh dan Anda tidak bisa menjaga jarak, tunggu kereta berikutnya.
  • Tempat duduk juga dikurangi dan diberi tanda “X”. Jangan duduki tanda tersebut.
Inside Commuter Train in the Greater Jakarta - Is It Safe To Use Public Transportation During Covid 19 Pandemic 2
  • Anda juga dilarang berbicara baik secara langsung atau menggunakan telpon genggam untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus Corona melalui droplet

Baca juga : 17 Tips Naik Commuter Line Agar Sedikit Nyaman

6. Di Stasiun tujuan

Selama perjalanan perhatikan apakah stasiun yang anda tuju masih jauh atau sudah dekat.

Di jam sibuk lebih baik anda berdiri 2 stasiun sebelum stasiun tujuan karena anda akan harus “berjuang” menuju pintu karena padatnya.

Tunggu sampai pintu terbuka dan hati-hati keluar dari kereta. Ada banyak stasiun yang memiliki jarak antara pintu kereta dan peron. Kalau tidak hati-hati anda bisa kejeblos ke bawah peron.

7. Keluar Stasiun

Setelah turun kereta, Anda harus menuju ke electronic gate lagi seperti saat masuk. Lakukan hal yang sama juga, yaitu

  • Tempelkan tiket Anda ke gerbang di bagian bertanda kuning
  • Tunggu sampai lampu berwarna hijau
  • Dorong bilang penghalang ke depan sambil berjalan

Kalau ini sudah selesai berarti anda sudah keluar dari stasiun.

Catatan : Jika tiket tidak bisa membuka karena saldo kurang, Anda bisa pergi terlebih dulu ke loket atau mesin Fare Adjustment yang ada di bagian dalam stasiun

Isi saldo agar mencukupi, barulah kemudian lakukan cara di atas untuk keluar stasiun

9. Kembalikan tiket ke loket

(Khusus THB Tiket Harian Berjaminan)

BACA JUGA : RUTE COMMUTER LINE / KRL JABODETABEK

Bila anda tidak akan kembali naik commuter line, anda bisa mengembalikan tiket anda ke loket dan melakukan refund uang jaminan.

Anda akan menerima uang jaminan Rp. 10,000.- dari petugas.

Hanya bila anda akan pulang naik commuter line lagi, lebih baik anda simpan.

Pada saat pulang , anda tinggal membayar tarif saja tanpa perlu membayar jaminan lagi.

Demikianlah penjelasan cara naik commuter line. Semoga dapat membantu.

(Catatan Redaksi : Tulisan ini mengalami revisi untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini. Beberapa bagian berkaitan dengan tarif dihilangkan dan diganti dengan yang baru.

Update dilakukan pada tanggal 3 Agustus 2020)

Mari Berbagi

346 thoughts on “Naik Commuter Line – Penjelasan Cara (Lengkap)”

  1. Pak, karena sebelumnya saya belum pernah naik commuter line dan daerah saya juga tidak ada jalur kereta, jdi saya mau tanya pak.
    1. Jika saya dari stasiun bogor mau ke stasiun pondok cina apakah bisa pak?
    2. Sebaliknya jika saya dari st. pocin ke sentul daerah bca learning intitute itu bagaimana ya? Dan estimasi biayanya itu berapa ya pak?
    Saya kurang mengerti jalur jalur di jabodetabek pak
    Terima kasih pak.

    • 1. Bisa dari Bogor ke Pondok Cina. Pondok Cina itu stasiun ke 6 dihitung dari Bogor
      2. Saya tidak bisa jelaskan kalau dari Pocin ke Sentul karena tidak mungkin pakai KRL dan harus berganti trayek bus beberapa kali
      Contoh dari UI bisa ke arah Cibinong dan dari situ bisa naik grab ke arah Sentul. Jarang sekali trayek kendaraan umum ke arah sentul
      3. Tidak ada KRL/CL yang mengarah ke Sentul. CL hanya sampai Cibinong.

  2. Saya belom pernah sama sekali naik kereta api, saya baru di Jakarta, Bintaro
    Saya pengen ke Bundaran hi…
    Kira kira saya harus kemana ya jika ingin naik kereta api dari Bintaro?
    Bagi info nya ya min…

    • Tergantung lokasi Bintaronya dimana ya Bunda, ada tiga stasiun CL yang bisa dipakai, yaitu Jurang Mangu, Sudimara, Pondok Ranji. Silakan pilih yang terdekat dengan lokasi

      1. Naik CL dari stasiun itu ke arah Tanah Abang
      2. Di stasiun Tanah Abang turun untuk berganti kereta (CL)
      3. Naik CL yang ke arah Bogor/Depok/Manggarai dan turun di stasiun Sudirman
      4. Dari stasiun Sudirman bisa berjalan kaki ke arah bundaran HI karena jaraknya tidak jauh, sekitar 500-700 meteran

      Mudah-mudahan bermanfaat

      • malam pak saya juga mau tanya dong misal saya mau kebogor dari stasiun taman kota pake BNI tapcash apakah nnti tap out sama tap in pas mau pulang dri st.bogor bisa?

        • Reva

          1. berangkat Tap in di stasiun taman kota dan tap out di stasiun Bogor (harus untuk keluar)
          2. Pulang tapi in di stasiun Bogor dan tap out di stasiun Taman Kota

  3. pak mau bertanya..
    jika saya dari karawang.memakai krta krd.mau k manggarai turun d stasiun cikarang.trz pakai krl.apa harus bli tiket lagi pak?

    • Harus kaena jlur karawang belum masuk ke jalur Commuter Line. Jadi tiketnya masih terpisah.

Comments are closed.