Balaikota Bogor
Kantor Walikota Bogor

Balai Kota Bogor – Clubbing asal katanya adalah “club” atau klub. Dalam bentuknya sebagai “gerund” (kata benda yang dibentuk dari penambahan -ing pada kata kerja) berarti kegiatan yang biasa dilakukan di sebuah klub.

Bermacam-macam yang dilakukan orang di dalam sebuah klub. Bisa hanya sekedar “kongkow” dengan kawan, bergosip, hingga “melantai” (berdansa/berjoget). Kegiatan yang biasanya sering diidentikan dengan hingar bingarnya dentuman drum serta ditingkahi oleh petikan dawai gitar.

Kalangan yang melakukannya pun beragam, mulai dari para selebriti dan sosialita hingga orang-orang yang “wanna be”. Kata terakhir maksudnya adalah mereka yang ingin dianggap menjadi bagian dari sebuah masyarakat tertentu.

Sebuah hal yang sudah merupakan sesuatu yang akan selalu ada dari masa ke masa.

Ya betul dari masa ke masa. Pada setiap zaman akan selalu ada kelompok berlabel selebriti atau sosialita. Kelompok eksklusif. Namanya dan caranya mungkin berbeda pada setiap era tetapi kehadiran mereka selalu mewarnai setiap zaman. Tidak ada masyarakat tanpa kehadiran kalangan ini.

Nah, sebelum anda bertanya apakah Bogor di masa lalu mempunyai kalangan dan kegiatan semacam itu, ada bagusnya anda melihat foto gedung Balai Kota Bogor.

Sejarah Balai Kota Bogor

Bingung? Sudah pasti. Pertanyaan soal clubbing, club, selebriti dan sosialita malah disuruh melihat gedungnya orang nomor satu Bogor, walikota. Apa kaitannya ?

Banyak orang tidak menyadari bahwa tempat “ngantor” Bima Arya, walikota Bogor saat ini (2014-2019) adalah sebuah ikon dari dunia gemerlap di masa lalu. Sebuah tempat yang berfungsi sama dengan berbagai klub yang menjamur di ibukota dan juga berbagai kota lainnya.

Bahkan namanya dahulu mencerminkan fungsinya secara jelas.

DE SOCIETEIT . Itulah nama Balaikota Bogor ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda.

De Societeit

Balaikota Bogor
Pemandangan Balaikota Bogor

Kata tersebut artinya dalam bahasa Inggris “The Club” dalam bahasa Indonesia “Klub“.

Bangunan ini, yang sekarang luasnya 2,673 meter persegi dibangun pada tahun 1868. Sejak semula memang dibangun sebagai sebuah tempat dimana para sosialita dan selebriti Bogor masa itu berkumpul , bersosialisasi dan melakukan “clubbing”.

De Societeit sendiri merupakan wadah untuk kalangan tertentu alias eksklusif di masa itu. Tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya. Biasanya yang hadir berasal dari kalangan de Buitenzorg atau Istana Bogor atau para tamu dan pejabat penting lainnya.

Sisi ekslusivitas juga dijaga dari warna kulit. Orang pribumi hanya bisa masuk ke dalam De Societeit dalam fungsi sebagai pelayan dan bukan sebagai tamu.

Tentu saja jangan dibayangkan situasi di masa tersebut akan sama dengan clubbing versi Indonesia saat ini. Tidak ada tank top, rok ketat, hak tinggi, jeans seperti bertebaran di berbagai klub malam sekarang.

Para Meneer (Tuan) dan Mevrouw (Nyonya) akan melantai dalam busana khas Eropa pertengahan abad 19. Alunan lagu pengiring bukan berasal dari Disc Jockey tetapi dari kelompok musik di atas panggung.

Begitulah kehidupan malam dari para selebriti dan sosialita di masa tersebut.

Kantor Gemeente

Balai kota Bogor
Balai kota Bogor

Fungsi De Societeit sebagai sebuah tempat hiburan malam kalangan eksklusif berlangsung hingga hampir 60 tahun.

Perannya berubah setelah kedudukan Bogor atau Buitenzorg berubah di tahun 1926. Ketika itu Buitenzorg dalam struktur pemerintahan berubah menjadi Staads Gemeente alias kotapraja.

Pada masa ini De Societeit menjadi kantor Gemeente alias sudah menjadi tempat pemerintahan. Mirip dengan fungsinya sekarang.

Namanya sendiri tidak berubah dan tetap sama hingga tahun 1950.

Markas Korem 061/Surya Kencana

Setahun setelah Pengakuan Kemerdekaan Indonesia tahun 1949, nama De Societeit pun berakhir.

Perubahan tersebut terkait juga dengan perannya yang baru dalam pemerintahan Indonesia. De Societeit menjadi Markas Komando Resort 061/ Surya Kencana.

Tempat ini menjadi markas militer yang membawahi Bogor, Sukabumi, Cianjur dan Kabupaten Bogor.

Peran yang disandangnya hingga 21 tahun berikutnya, tepatnya hingga tahun 1971.

Kantor Walikota

Barulah di tahun 1971 tersebut ketika jabatan walikota Bogor dipegang oleh Achmad Syam, tempat tersebut difungsikan sebagai Balai Kota Bogor. Peran yang terus dilakoni hingga tulisan ini dibuat.

Markas Korem 061/Surya Kencana sendiri berpindah ke Jalan Merdeka dan tetap di lokasi tersebut hingga saat ini.

Cagar Budaya

Balai kota Bogor
Kompleks Balai Kota Bogor

Balai Kota Bogor termasuk dalam daftar bangunan Cagar Budaya Bogor.

Meskipun di dalam kompleks yang sama telah dibangun berbagai perkantoran penunjang kegiatan pemerintahan Bogor, bangunan yang menjadi balai kota tidak mengalami perubahan banyak.

Gaya arsitektur kolonial peninggalan Belanda yang dianut masih terlihat kental. Meskipun demikian, bangunan Balai Kota Bogor seperti sekarang, sudah tidak 100% mengadopsi gaya bangunan khas Eropa masa lalu.

Pada tahun 1950, bangunannya sudah mengalami perubahan. Unsur lokal dari bangunan Sunda dimasukan dalam struktur bangunan.

Hal tersebut bisa terlihat dari bentuk atap segitiga, pilar-pilar yang ramping serta berbagai ukiran kayu yang mencirikan perpaduan kedua gaya.

Sejak saat itu , bangunan kantor walikota ini tidak mengalami perubahan selain beberapa perbaikan.

(Sebenarnya ada satu ciri khas lain yang tidak berkaitan dengan bangunan tetapi jelas sudah berumur puluhan tahun. Ciri khas tersebut adalah keberadaan pohon beringin yang besar dan tinggi di pintu kiri gerbang Balai Kota Bogor)

——–

Nah, begitulah penjelasan terhadap pertanyaan yang mungkin akan anda ajukan.

Ya, di Bogor di masa lalu ada kehidupan malam dan kegiatan clubbing. Tempatnya ya di tempat yang sekarang menjadi Balai Kota Bogor saat ini.

Itulah klub malam, atau the Club bagi kalangan selebriti di Bogor masa lalu.

Bila anda ingin berkunjung dan melihat peninggalan masa lalu Bogor ini, alamat Balai Kota Bogor adalah Jalan Juanda no 10. Panduan untuk mencapai tempat ini bisa dilihat pada tulisan tentang jalan ini (silakan klik kata yang berwarna biru).

O ya pastikan anda tidak berniat untuk clubbing disini. Tempat ini bukan lagi De Societeit dan yang pasti Satuan Polisi Pamong Praja akan melotot kalau anda katakan anda berniat untuk clubbing disini. Kalau anda berniat untuk ikut senam, biasanya hari Sabtu ada kegiatan senam pagi di halaman muka.

LEAVE A REPLY