Skip to content
Lovely Bogor

Lovely Bogor

The Stories

  • Icip-Icip
  • Singgah
  • Kilas
  • Sudut Kota
  • Navigasi
  • Rintik
  • Potret
  • English

Kilas

sesi oemotretan pre-wedding tidak seharusnya mengganggu

Jantung Kota Lama Bogor: Misteri Nama Jalan Suryakencana—Mengupas Sejarah dan Simbol Naga di Pusat Perdagangan

August 15, 2026November 27, 2025

Jalan Suryakencana bukan sekadar jalan raya yang ramai; ia adalah museum … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Poros Sejarah dan Alam: Mengenang Ir. H. Juanda, Arsitek Bangsa di Gerbang Kebun Raya Bogor

Poros Sejarah dan Alam: Mengenang Ir. H. Juanda, Arsitek Bangsa di Gerbang Kebun Raya Bogor

August 15, 2026November 21, 2025

Jalan Ir. H. Juanda: Episentrum Sejarah, Arsitektur Bangsa, dan Kedaulatan … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Situs Tugu Lonceng Cilebut Bogor

Tugu Lonceng Cilebut: Dari “Lonceng Budak” di Zaman Belanda, Kok Sekarang Masih Berjuang di Tengah Perumahan Elit? (Kisah Hidden Gem yang Kekinian)

August 15, 2026November 14, 2025

Harta Karun Sejarah di Tengah Perumahan Baru yang Bikin Penasaran … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Misteri Abad Ke-19: Menelusuri Jejak Sir Thomas Stamford Raffles—Apakah Patung Kontemplatif Istana Bogor Warisan Awal Era Inggris?

Misteri Abad Ke-19: Menelusuri Jejak Sir Thomas Stamford Raffles – Apakah Patung Kontemplatif Istana Bogor Warisan Awal Era Inggris?

August 15, 2026November 10, 2025

Sejarah Istana Bogor adalah sebuah narasi tentang perpaduan budaya dan … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Lawang Seketeng: Bukan Sekadar Jalan Biasa, Tapi Gerbang Rahasia Kota Bogor Zaman Baheula!

Lawang Seketeng: Bukan Sekadar Jalan Biasa, Tapi Gerbang Rahasia Kota Bogor Zaman Baheula!

August 15, 2026November 8, 2025

Seriusan, Ada Apa Sih di Balik Nama Jalan Lawang Seketeng … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Heroisme Lokal: Menyingkap Asal Mula Jalan Kapten Muslihat—Kisah Pengorbanan Sang Kapten di Palagan Bogor

Heroisme Lokal: Menyingkap Asal Mula Jalan Kapten Muslihat—Kisah Pengorbanan Sang Kapten di Palagan Bogor

August 15, 2026November 7, 2025

Di antara nama-nama Jenderal besar, Kota Bogor juga mengabadikan nama-nama … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Kopi. Siapa yang tak kenal minuman hitam pekat dengan aroma memikat ini? Di Indonesia, kopi punya tempat istimewa. Tapi, di balik kenikmatannya, tersimpan cerita yang tak kalah pahit dari rasanya—yaitu kisah tanam paksa kopi, terutama di tanah Priangan, Jawa Barat. Awal Mula Kopi Masuk ke Tanah Jawa Kopi sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia. Bibit kopi dibawa ke Jawa sekitar tahun 1696 oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), sebuah perusahaan dagang Belanda yang sangat berkuasa kala itu. VOC melihat potensi besar dari kopi untuk dijual di pasar Eropa. Tanaman kopi tumbuh subur di tanah pegunungan yang sejuk, seperti di daerah Priangan. Ketika Kopi Jadi "Paksaan" Pada awalnya, penanaman kopi berjalan biasa. Tapi seiring waktu, VOC dan pemerintah kolonial Belanda mulai menerapkan sistem yang sangat memberatkan, yaitu Tanam Paksa Kopi (atau dikenal dengan istilah aslinya, Koffie Stelsel). Sistem ini mewajibkan petani menanam kopi di sebagian tanah mereka, bahkan kadang seluruhnya, dan hasilnya harus diserahkan kepada pemerintah dengan harga yang sangat murah. Istilah ini memang merujuk pada sebuah peraturan yang menjadi fakta sejarah masa itu. Bayangkan, petani harus bekerja keras menanam, merawat, dan memanen kopi, tapi keuntungan besarnya justru dinikmati oleh Belanda. Mereka bahkan sering kelaparan karena lahan yang seharusnya ditanami bahan makanan pokok malah dipakai untuk kopi. Banyak warga yang menderita karena sistem ini. Peran Bupati Priangan dan Pertemuan di Buitenzorg Di tengah penderitaan rakyat, ada beberapa pemimpin daerah, yang disebut Bupati, di wilayah Priangan yang mulai merasa resah. Mereka melihat langsung bagaimana rakyatnya hidup susah. Salah satu bupati yang menonjol adalah Bupati Bandung, R.A.A. Wiranatakusumah II. Pada masa itu, pusat pemerintahan kolonial Belanda di Jawa ada di Buitenzorg (yang secara harfiah berarti "tanpa kekhawatiran," dan sekarang kita kenal sebagai Kota Bogor). Di sanalah para penguasa Belanda, termasuk Gubernur Jenderal, tinggal dan mengambil keputusan penting. Para bupati dari berbagai daerah sering diundang ke Buitenzorg untuk rapat atau sekadar melaporkan kondisi daerahnya. Dalam pertemuan-pertemuan di Buitenzorg itulah, para bupati Priangan, termasuk Wiranatakusumah II, berusaha menyuarakan penderitaan rakyat mereka. Mereka mencoba meyakinkan pemerintah kolonial agar mengurangi beban tanam paksa kopi. Tentu saja, ini bukan hal mudah. Belanda tidak mau kehilangan keuntungan besar dari kopi. Namun, keberanian para bupati ini menunjukkan bahwa ada perlawanan, setidaknya melalui jalur diplomasi dan laporan. Mereka tidak tinggal diam melihat rakyatnya menderita. Upaya mereka sedikit banyak membuka mata beberapa pejabat Belanda tentang kekejaman sistem tersebut. Warisan Pahit yang Mengharumkan Sistem Tanam Paksa Kopi memang akhirnya dihapuskan, sebagian besar karena desakan dari berbagai pihak dan bukti-bukti penderitaan yang tak terbantahkan. Namun, warisannya tetap ada. Kopi Indonesia, terutama dari Priangan, dikenal harum dan berkualitas tinggi di dunia. Setiap kali kita menyeruput secangkir kopi, ada baiknya kita mengingat kisah pahit di baliknya. Kisah perjuangan para petani dan para bupati seperti R.A.A. Wiranatakusumah II yang berjuang demi kesejahteraan rakyatnya. Dari mereka, kita belajar bahwa di balik keharuman dan kenikmatan, seringkali ada cerita panjang tentang sejarah dan pengorbanan. Penyesuaian yang dilakukan: Istilah Tanam Paksa Kopi diberi padanan istilah aslinya: (Koffie Stelsel). Nama tempat Buitenzorg diberi terjemahan harfiah sederhana: (yang secara harfiah berarti "tanpa kekhawatiran," dan sekarang kita kenal sebagai Kota Bogor).

Di Balik Nama Harum Kopi: Kisah Tanam Paksa Kopi dan Bupati Priangan di Buitenzorg

August 15, 2026November 6, 2025

Kopi. Siapa yang tak kenal minuman hitam pekat dengan aroma … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Check This Out! Overloop Kelder Obelisk: Bangunan Estetik Seabad Lebih yang Ternyata Nyambung ke Jakarta!

🤩 Check This Out! Overloop Kelder Obelisk: Bangunan Estetik Seabad Lebih yang Ternyata Nyambung ke Jakarta!

August 15, 2026November 5, 2025

Gak Cuma Cakep, Ternyata Kelder Air Mancur Bogor Ini “Jalur … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Citeureup Punya Cerita Kisah Pohon Ajaib, Air Teduh, dan Kenapa Nama Ini Jadi Ikon Kekinian Bogor 2

🌿💧 Citeureup Punya Cerita: Kisah Pohon Ajaib, Air Teduh, dan Kenapa Nama Ini Jadi Ikon Kekinian Bogor!

August 15, 2026November 4, 2025

## Kenapa Citeureup Selalu Jadi Vibes yang Asik? Nami (nama) … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Misteri Nama "Dramaga": Kok Bogor yang Nggak Ada Lautnya Punya Dermaga? Ini Kisah History yang Nggak Banyak Orang Tahu!

🛳️⛰️ Misteri Nama “Dramaga”: Kok Bogor yang Nggak Ada Lautnya Punya Dermaga? Ini Kisah History yang Nggak Banyak Orang Tahu!

August 15, 2026November 3, 2025

Dramaga: Lebih dari Sekadar Kampus IPB dan Kemacetan Kekinian Siapa … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Bisikan Senyap di Landhuis Dramaga: Misteri GWC Van Motman, Tuan Tanah VOC yang Konon Nggak Pernah Pergi dari Bogor

🕯️🏰 Bisikan Senyap di Landhuis Dramaga: Misteri GWC Van Motman, Tuan Tanah VOC yang Konon Nggak Pernah Pergi dari Bogor

August 15, 2026November 3, 2025

Dramaga dan Bayang-Bayang Sejarah yang Nggak Terhapus Hujan Kalau kamu … Lanjut .Baca

Categories Kilas
[Kajian Historis] Evolusi Becak di Bogor (Buitenzorg): Dari Primadona Jalanan Hingga Eksistensi di Ambang Transformasi Digital

[Kajian Historis] Evolusi Becak di Bogor (Buitenzorg): Dari Primadona Jalanan Hingga Eksistensi di Ambang Transformasi Digital

August 15, 2026November 3, 2025

Pendahuluan: Saksi Bisu Perubahan Arus Transportasi Bagi masyarakat Bogor kontemporer, … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Mengupas Tuntas Asal-Usul Nama Cibungbulang: Menyingkap Makna 'Ci' dan Jejak Sejarah di Gerbang Barat Kota Hujan

Mengupas Tuntas Asal-Usul Nama Cibungbulang: Menyingkap Makna ‘Ci’ dan Jejak Sejarah di Gerbang Barat Kota Hujan

August 15, 2026November 1, 2025

Sebagai salah satu kecamatan yang menjadi gerbang utama menuju wilayah … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Asal-Usul Nama Ciampea: Kisah di Balik Sebutan "Ci" (Air) dan Kaitannya dengan Budaya Sunda

Asal-Usul Nama Ciampea: Kisah di Balik Sebutan “Ci” (Air) dan Kaitannya dengan Budaya Sunda

August 16, 2026November 1, 2025

🌊 Ciampea: Menyelami Jejak Air dan Budaya Sunda di Tanah … Lanjut .Baca

Categories Kilas
💰 Artikel: Roda Revolusi Industri: Sumbangsih Karet dari Tanah Bogor untuk Ban Dunia

💰 Roda Revolusi Industri: Sumbangsih Karet dari Tanah Bogor untuk Ban Dunia

August 16, 2026November 1, 2025

🌐 Komoditas High Demand dari Buitenzorg Karet (Hevea brasiliensis) dari … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Older posts
Page1 Page2 … Page5 Next →
2026© Lovely Bogor. All rights reserved
  • Jalan-Jalan
  • Budaya & Warga
  • Sudut Kota
  • English Version