Boboko Logor - Bakul Terbali Yang Membuat Orang Gembira
Boboko Logor Karya Kang Ade Suarsa

Boboko Logor namanya. Akhirnya ketemu juga nama kostum unik ini. Lama juga waktu yang diperlukan untuk bisa mengetahui nama dari sebuah kostum yang pertama kali saya lihat di acara Cap Go Meh Bogor 2016 yang lalu. Berarti lebih dari 1 tahun setengah.

Anggaplah ini sebuah late post.

Arti Boboko Logor (bahasa Sunda) jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, berdasarkan kemampuan berbahasa Sunda saya yang terbatas, berarti Bakul Longgar. Boboko = Bakul (tempat nasi) dan Logor = Longgar.

Bentuknya, seperti bisa dilihat di foto di atas adalah bakul nasi berukuran raksasa terbalik. Bisa dilihat pada foto di atas.

Pakaian unik ini merupakan hasil karya seorang seniman asal Bogor, yang sekaligus merupakan pimpinan sanggar Edas, bernama Ade Suarsa. Beliau terkenal setiap tahu menelurkan karya-karya inovatif dan baru bernuansa Sunda.

Ternyata, boboko logor sendiri memiliki makna yang cukup dalam, seperti juga kebanyakan seni budaya tradisional. Gambaran sebuah bakul terbalik menyiratkan “ketiadaan nasi” dan nasi merupakan sumber kehidupan/makanan pokok bagi kebanyakan orang Indonesia. Hal ini menandakan “kekurangan”. Hal itu menyiratkan bahwa pejabat atau orang kaya harus segera mengisinya dengan jalan berbagi kepada mereka yang bobokonya terbalik dan tidak ada isinya.

Sebuah filosofi yang mencerminkan tanggungjawab mereka yang mampu (pejabat dan orang kaya) untuk mau membantu mereka yang kekurangan.

Sangat patut diresapi dan diamalkan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualistis ini.

Sebagai sebuah kesenian Boboko Logor, si bakul nasi tengkurap atau terbaik ternyata sudah membuat prestasi di banyak tempat. Salah satunya adalah menjadi juara pertama Festival Budaya Sukabumi yang diadakan dalam rangka peringatan hari jadi kota tersebut di tahun 2016 (sumber Tribunnews)

Sebuah prestasi yang jelas membuat orang Bogor gembira dan bangga. Bukan hanya saya, tetapi juga banyak orang lainnya. Paling tidak itu terlihat dari antusias warga Bogor saat melihat tim parade Boboko Logor dalam CGM 2016 yang lalu.

Jadi, untuk itulah saya membuat artikel ini, setidaknya untuk memperkenalkan pada para pembaca Lovely Bogor tentang Boboko Logor, yang sarat makna dan sudah mendatangkan kegembiraan bagi banyak orang.

Terima kasih Kang Ade Suarsa. Cap Go Meh mendatang, saya jelas menunggu kreasi apa lagi dari Sanggar Edas (apalagi yang biasa mengenakan kostumnya “bening-bening”).

LEAVE A REPLY