Mungkin banyak yang akan menertawakan saya kalau saya mengatakan bahwa “Bogor Itu Indah”. Mau tidak mau karena selama ini kota dimana saya tinggal sejak tahun 1978 ini lebih dikenal sebagai sebuah kota angkot dan penuh dengan kemacetan, jadi kesannya kalau ada yang mengatakan sebaliknya, tentunya akan sulit dipercaya.

Tetapi, saya bisa menunjukkan keindahan Bogor itu lewat dua foto di tulisan ini.

Mungkin banyak yang mengira bahwa foto ini, yang sebenarnya hasil jepretan dari obyek yang sama, dibuat di luar kota Bogor atau setidaknya di wilayah Kabupaten Bogor yang masih banyak pepohonannya. Sebenarnya tidak.

Kedua foto ini diambil dari belakang SPBU Total di kawasan Air Mancur Bogor saja. Dari sana pemandangan lanskapnya sangat tidak diduga luar biasa indah di pagi hari. Mirip dengan Bogor di sekitar akhir tahun 1980-an.

Masalahnya memang sebagai sebuah kota yang semakin lama semakin padat, bangunan yang ada semakin tinggi dan banyak. Pada akhirnya semua keindahan itu seperti sirna tertutup oleh jejeran bangunan beton.

Hanya saja, kalau kita jeli dan mau rajin sedikit, masih akan bisa ditemukan berbagai keindahan yang dulu memukau Gubernur Jenderal Belanda abad ke-18, Van Imhoff yang membuatnya memutuskan mendirikan mansion te Buitenzorg, atau yang sekarang dikenal dengan Istana Bogor.

Beranikah Anda katakan bahwa pemandangan ini tidak enak dipandang mata dan menyegarkan yang melihat.

2 COMMENTS

  1. Orang-orang selalu bilang bahwa Bogor sudah “tidak indah”, “macet”, “panas”, “semrawut”, “dekil”, “kumuh”, tapi toh kenyataannya jutaan orang tiap tahunnya selalu datang ke kota ini, entah sekedar untuk melepas lelah atau mengadu peruntungan di Kota Hujan…
    Kalo sudah begitu, kota Bogor yg mana kah yang mereka nyatakan sebagai kota yg “tidak indah”?
    Semoga postingan pak Anton ini bisa membuka mata orang2 bahwa Bogor hingga saat ini pun tetap indah, dan keindahannya itulah yang harus kita jaga dan lestarikan agar anak cucu kita tetap dapat melihatnya nanti…

    “Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayuena Sampeureun Jaga”

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.