Hotel Salak Bogor
Penampakan Hotel Salak dari muka

Tidak banyak orang menduga, termasuk saya bahwa hotel Salak the Heritage menyimpan begitu banyak sejarah. Padahal hotel yang dikategorikan sebagai hotel berbintang empat ini sudah saya kenal sejak pertama kali bermukim di Bogor.

Nama hotel sendiri diambil dari nama gunung Salak yang merupakan sebuah ikon dari kota hujan ini. Mungkin masih banyak yang salah mengaitkan nama Salak dengan salah satu buah tropis yang sering kita makan. Sebenarnya nama Salak sama sekali tidak ada kaitan dengan buah-buahan. Kata tersebut berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti PERAK. Jadi hotel Salak berarti Hotel Perak.

Hotel Salak – Awal berdiri

Pada pertengahan abad 19, Indonesia atau Hindia Belanda saat itu sudah menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup terkenal di Eropa. Alhasil di masa tersebut turis mancanegara terutama dari negara asal si penguasa saat itu memandang perlu mendirikan berbagai fasilitas untuk para pengunjung tersebut. Oleh karena itu mereka mendorong berdirinya beberapa hotel baik di Jakarta maupun di Buitenzorg (sebutan Bogor masa itu).

Tiga buah hotel didirikan pada masa tersebut di Bogor dan salah satunya adalah yang dikenal sebagai Hotel Salak saat ini.

Hanya pada saat berdiri di tahun 1856, Hotel Salak namanya bukan nama yang kita kenal sekarang. Namanya saat itu adalah Binnenhof Hotel. Nama tersebut mengacu pada kata Binnenhof yang di negara kincir angin adalah sebuah kompleks bangunan pemerintahan dimana parlemen dan perdana menteri Belanda sering meDlakukan pertemuan. Pentingnya nama tersebut bagi mereka hingga disematkan pada hotel yang sering dijadikan tempat menginap pejabat-pejabat penting Belanda di masa itu.

Hotel Binnenhof ditengarai dimiliki oleh kerabat dari Gubernur Jenderal Belanda saat itu Charles Ferdinand Pahud (1856-1861)

Hotel Salak Bogor
Hotel Salak sudah mendapatkan bangunan tambahan di bagian belakang

Awal abad 20

Di awal tahun 1900, terjadi perpindahan kepemilikan. Nama Binnenhof diganti menjadi nama Dibbets yang diambil dari nama seorang pemegang saham utama di perusahaan pemilik.

Tidak berapa lama berselang di tahun 1913, terjadi lagi perubahan pemegang hotel Salak ini, kali ini kongsi bernama NV American mengambil alih (NV = naamloze vennootschap atau sama dengan Perusahaan Terbatas di Indonesia). Kembali si hotel perak harus diganti namanya menjadi NV American Hotel.

Lagi-lagi kongsi tersebut tidak bertahan terlalu lama. NV American jatuh bangkrut di tahun 1922.Akhirnya E.A. Dibbets, manajer sekaligus pemegang saham utama di hotel ini mengambil alih. Setelah pengambil alihan, hotel tersebut dikembalikan namanya ke nama awal tahun 1900-an yaitu Dibbets Hotel.

Pada tahun 1932, hotel Salak namany diubah kembali menjadi Bellevue Dibbets Hotel. Bellevue adalah kata dalam bahasa Perancis yang artinya “Pemandangan Yang Indah”. Rupanya panorama Bogor saat itu begitu mempesona sehingga kata Bellevue ditambahkan di depan nama sebelumnya.

Masa Pendudukan Jepang

Seperti diketahui pada masa Perang Dunia II Jepang mengalahkan Belanda di Indonesia dan menduduki Indonesia tahun 1942 sampai 1945. Pada masa pendudukan Jepang ini hotel Salak berubah fungsi menjadi markas tentara Jepang. Tepatnya menjadi markas Kempetai alias Polisi Militer Jepang.

Hal ini tidak berlangsung lama dan Jepang menyerah pada Sekutu di tahun 1945

Masa Kemerdekaan Indonesia

Setelah pernyataan Kemerdeaan Indonesia 17 Agustus 1945, tida serta merta hotel dikembalikan kepada Indonesia. Lagipula Perang Kemerdekaan saat itu sedang berlangsung dimana-mana termasuk di Bogor.

Baru pada tahun 1948 hotel ini diserahan kepada Pemerintah Indonesia. Di tahun itu pula hotel perak disematkan nama baru seperti yang dikenal sekarang, yaitu Hotel Salak.

Berbagai peran telah dilakukan oleh hotel ini setelah Indonesia merdeka. Salah satunya dipakai sebagai tempat persiapan onferensi Asia Afrika I di Bandung. Berbagai pertemuan dan persiapan dilakukan di hotel ini.

Bila saja hotel ini bisa berbicara mungkin pula dia bisa menceritakan tentang apa yang terjadi di Bogor pada saat Sukarno memberikan Surat Perintah Sebelas Maret kepada Suharto. Hotel Salak hanya sepelemparan batu dari gerbang Istana Bogor di Jalan Juanda.

Jalan Juanda Bogor
Pemandangan di jalan Juanda di depan Hotel Salak

Hotel ini kembali berperan untuk Indonesia ketika menjadi tempat pendukung untuk Konferensi Tingkat Tinggi APEC (Asia Pasific Economic Co-operation) yang menghasilkan Bogor Goals atau tujuan Bogor. Sebuah komitmen untuk segera mencapai perdagangan bebas di antara para anggota APEC.

Barulah pada akhirnya di tahun 1998 kata the Heritage disematkan pad Hotel Salak. The Heritage yang berarti pusaka memang pantas disematkan pada hotel ini mengingat berbagai sejarah yang telah disaksikan selama hotel ini berdiri.

Penutup

Hotel Salak the Heritage beralamat di Jalan Ir Haji Juanda no 08. Hotel ini memiliki 120 Kamar dan 14 Meeting Room. Berbagai fasilitas lain juga tersedia termasuk 14 buah meeting room dan restaurant. Mengenang nama awal sang hotel restaurant yang ada di Hotel Salak diberi nama Binnenhof Restaurant.

Lokasinya sangat strategis karena berada di pusat pemerintahan Bogor. Letaknya berdampingan dengan Balaikota Bogor dan pemandangannya memang bagus karena berhadapan dengan Istana Bogor.

Sangat mudah untuk mencapai lokasi. Kalaupun harus memakai angkutan umum, banyak angkot yang melewatinya seperti angot no 03 , 07 Merah.

Untuk tarif silakan kunjungi website resminya (yang diberi highlight biru lho)

6 COMMENTS

  1. Sy pernah beberapa kali menginap di hotel itu sekitar thn 1976-1978. Kamar di lantai atas bagian depan, waktu itu, besar2, gelap, tempat tidurnya kecil untuk 1 orang, banyak kepindingnya. Kalau kamar2 di bangunan tambahan di belakang terbagi 3 ruangan: ruang duduk, kamar, dan kamar mandi. Bath tub kamar mandinya kotor kurang terawat. Waktu itu belum ada kolam renang, dan tidak ada tv baik di kamar juga di lobby. Saat itu banyak pohon rambutan di depan kamar2 yg di bagian belakang, yg bebas sy petik kl sore selesai tugas kantor. Sekarang pasti sudah dibenahi semua sesuai dengan predikat hotelnya. Bravo.

    • Sudah berubah mas.. sekarang termasuk hotel berbintang di Bogor.

      Tapi serem juga yah kalau inget tahun itu

  2. Indri Lidiawati

    sejarahnya panjang ya mas hotel salak ternyata, kalau hotel tua gitu biasanya banyak hantunya ya mas 😀

    • Hahahah.. mungkin sih mbak, banyak gosip beredar tetapi tidak ada buktinya..:D Untungnya saya tidak pernah nginap disana

LEAVE A REPLY