Tugu Kujang
Tugu Kujang

Bogor The Loveliest City On Earth. Bogor, Kota Terindah di Dunia. Itulah nama sebuah page di media sosial paling populer saat ini, Facebook.

Berbeda dengan kebanyakan wall dari pemakai facebook yang berisi status pemilik, cuitan berisi curahan hati, atau pun berbagai celoteh dan foto selfie dari pemilinya.

Halaman ini hanya berisi foto dan foto. Hampir 200 buah foto terpampang di wall Bogor The Loveliest City On Earth ini. Bukan foto selfie khas pengguna Facebook yang memenuhi laman ini. Tidak ada satupun bahkan foto pemiliknya di antara ratusan foto tersebut.

Foto-fotonya kalau diteliti hanya memiliki satu tema saja. Tidak ada yang lain lagi, yaitu BOGOR.

Ya. BOGOR kota yang terkenal dengan talasnya, Gunung Salaknya, IPB-nya dan tentu saja belakangan ini terkenal dengan kemacetannya.

Gambaran yang mencerminkan kehidupan dari berbagai sudut Kota Bogor bisa ditemukan di page ini. Mulai dari berbagai foto tentang keindahan landscape kota ini. Bangunan bersejarah yang menjadi ikon seperti Istana Bogor. Hewan ciri Bogor, sang Rusa Totol, angkot hingga pedagang kaki lima yang banyak ditemukan pun menghiasi wall ini.

Kesemuanya seperti ingin menggambarkan sisi betapa indahnya kota yang akan berusia 534 tahun pada JUni 2016 ini.

Silakan kunjungi page tersebut di Bogor The Loveliest City On Earth untuk melihat apa yang saya gambarkan di atas.

Siapa Pemilik Laman Ini Dan Apa Tujuannya?

Kawasan Air Mancur di Malam Hari
Kang Rudy Sempur In Action

Kang Rudy Sempur. itulah nama pemilik page menairk ini.

Nama yang dipakai di atas sebenanrya adalah nama yang dipakainya untuk akun Facebooknya. Nama lengkapnya Rudy Harso yang baru saya ketahui ketika berencana membuat tulisan ini. Itupun dari alamat email yang dipergunakannya.

Pria kelahiran 1975 ini memakai nama dimana ia dilahirkan dan dibesarkan sebagai nama belakangnya. Memang ia dilahirkan dan besar di Sempur, Kota Bogor. Sebuah tempat yang juga menyimpan banyak sejarah perkembangan kota talas ini.

(Silakan simak tulisan Sempur : : Perumahan KNIL, Waduk,perumahan)

Kang Rudy, sudah mulai memotret tentang Bogor sejak beberapa tahun yang lalu. Kalau dilihat dari page-nya, koleksi dimulai sejak tahun 2010 alias 6 tahun yang lalu. Padahal kalau menurut penuturannya ia mulai memotret Bogor sejak pertama kali memiliki kamera digital.

Bogor The Loveliest City On Earth
Jalan Jalak Harupat Depan Istana Bogor

Di saat banyak sekali travel blogger atau facebooker yang berlomba-lomba memamerkan keindahan dunia luar, mengapa seseorang bisa terfokus mengabadikan Bogor. Sebuah kota kecil seluas 118 Kilometer persegi yang belakangan ini mendapat berbagai julukan yang tidak enak didengar.

Kota Termacet Indonesia Tahun 2014 versi Kementrian Perhubungan. Kota Dengan Lalu Lintas Yang Menyebalkan Versi Waze. Keduanya adalah sebagian dari julukan yang tersemat pada kota ini.

Lalu mengapa Bogor?

Jaloan Kapten Muslihat Bogor
Toko Sinar Matahari (Dulunya)

“Obat kangen buat orang Bogor di tanah rantau”. Itu penjelasan singkatnya tentang alasan mengapa ia membuat page tersebut. Sesuatu yang juga mencerminkan perasaan kangen pada kota dimana ia dilahirkan.

Sudah sejak tahun 2003, demi mencari nafkah Kang Rudy Sempur harus rela berpisah dengan kota yang sangat disayanginya. Kota dimana ia dibesarkan.

Perjalanan hidupnya membuatnya harus pergi merantau ke tanah seberang nun jauh di belahan Timur Indonesia. Mataram, Nusa Tenggara Barat adalah tempatnya tinggal saat ini beserta istri dan anaknya.

Kenangan indahnya selama dibesarkan di tanah Pasundan ini tetap berakar kuat di dalam hatinya. Sesuatu hal yang tidak bisa (dan sepertinya tidak akan pernah bisa) dilepaskan. Jarak boleh memisahkan tetapi Bogor tetap terpatri di dalam hatinya.

Tidak mengherankan ketika ia mendapatkan tugas ke berbagai kota lainnya, terkadang ia menyempatkan untuk hadir di Bogor. Meskipun hanya beberapa jam. Yang dimanfaatkannya untuk kembali merekam bogor dengan Nikon D5200nya.

Sungai Ciliwung di Sempur
Sungai Ciliwung di Kawasan Sempur

Rasa sayangnya pada Kota Hujan ini pula yang mendorongnya tetap meluangkan waktu menjadi salah satu admin di Komunitas Bogor Heritage di Facebook.

Kecintaanya pula yang tetap mendorongnya berkarya meskipun kamera Nikon D3100 kesayangannya digondol maling.

Tidak ingin terlepas dari akarnya.

Bogor Itu Indah

Akan banyak orang yang berkomentar heran dengan nama yang dipakainya untuk lamannya, Bogor The Loveliest City On Earth. Bogor Kota Terindah Di Dunia.

Mungkin akan ada yang tertawa.

Silakan. Hanya, saya tidak tertawa bahkan sedang menganggukkan kepala tanda setuju.

Tetapi, sulit dibantahkan ketika melihat berbagai foto yang dihasilkannya, Bogor dan kehidupan di dalamnya memang indah, sangat indah bahkan.

Sesuatu yang banyak sekali dilupakan banyak orang. Biasanya yang paling diingat adalah kesan buruknya, Kota Sejuta Angkot lah, Kota Termacet Se Indonesia lah. Hal ini mungkin juga tidak salah karena setiap orang masing-masing akan mempunyai pandangan sendiri.

Meskipun demikian, pernahkah kita berpikir mengapa lebih dari 4 juta orang datang berkunjung ke Bogor setiap tahunnya. Jumlah ini juga termasuk lebih dari 110 ribu orang asing yang datang berkunjung ke Bogor.

Padahal Bogor itu macet dan sibuk. Jawabnya mungkin bisa ditemukan pada foto-foto karya Kang Rudy Sempur. Bogor Itu Indah.

Tidak diragukan. Tidak mungkin jutaan orang rela menembus kemacetan parah di kota ini tanpa alasan yang kuat. Tidak mungkin mereka rela berada dalam kendaraan selama berjam-jam atau menembus lebatnya curah hujan di Bogor kalau tidak ada dorongan kuat.

Sesuatu yang mereka harapkan di dapat dari Bogor.

Pedagang Sayur Bogor
Pedagang Sayuran Di Pasar Bogor

Saya rasa itulah yang ingin disampaikan oleh Kang Rudy Sempur kepada siapapun yang berkunjung ke laman Bogor The Loveliest City On Earth.

Ia menunjukkan bukti keindahan kota kuliner ini lewat lensa kameranya. Kalau bukti dalam artikel ini kurang, bisa Anda lihat 12 lainnya di 12 Foto Karya Kang Rudy Sempur.

Saya bilang foto-fotonya WOW! Bagaimana dengan Anda?

Ketajaman matanya dalam menemukan subyek. Kemampuan tehniknya mengambil gambar. Kesemuanya membuat foto-foto yang dihadirkan menghasilkan nuansa tersendiri bagi yang melihat. Tidak heran pagenya mendapatkan ribuan “Like” pada setiap fotonya.

Padahal ia mengaku bahwa ia hanya seorang penghobi memotret saja dan bukan profesional. Usaha merendahkan diri yang gagal, karena melihat apa yang dihasilkannya menunjukkan tehnik dan skill fotografinya yang jelas di atas saya.

Yang membuatnya lebih mengagumkan, hal itu dilakukan bukan karena pesanan. Murni karena rasa sayangnya pada kota kelahirannya ini.

Cinta dan sayang memang bisa mendorong seseorang untuk berkarya.

——-

Stasiun bogor Di Malam Hari
Stasiun bogor Di Malam Hari

Apakah saya mengenal Kang Rudy Sempur? Secara pribadi baru beberapa waktu yang lalu saja bisa bertemu secara tatap muka. Sebelumnya saya hanya memperhatikan dengan kagum foto-foto yang disharingnya di media sosial.

Itu pun hanya beberapa jam saja, bahkan kurang dari 3 jam ketika saya diajak untuk melakukan hunting foto bersama ke beberapa tempat.

Sebuah kesempatan yang sebenarnya saya ragu untuk menerimanya. Kemampuan fotografi saya masih pada taraf awal. Hanya sebuah ide mendorong saya untuk menerima ajakannya. Sesuatu yang tidak saya sesali bahkan syukuri.

Ide yang sekarang sedang Anda baca wujudnya ini adalah hasilnya. Ide untuk mengatakan kepada para pembaca Lovely Bogor beberapa hal

  • Mungkin Bogor terkenal dimana-mana sebagai kota penuh kemacetan, tetapi banyak sekali sisi keindahan yang Anda bisa temukan
  • Mengatakan kepada Anda bahwa cinta dan rasa sayang bisa diwujudkan dengan banyak cara. Tidak perlu diucapkan atau dipajang menjadi status di wall Facebook, tetapi dengan sebuah karya nyata dalam bentuk apapun. Kang Rudy Sempur melakukan dalam bentuk karya fotografi sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya
  • Tidak perlu jabatan atau pangkat untuk bisa melakukan sesuatu bagi kota Anda. Warga pun bisa melakukan sesuatu. Kang Rudy Sempur menunjukkannya dengan jalan mengingatkan pada sisi keindahan Bogor melalui foto-fotonya untuk mengcover berbagai pemberitaan negatif tentang kota ini bahkan dari tanah rantau.

Ide yang baru terealisasi setelah lebih dari dua bulan terbengkalai tetapi akhirnya bisa terwujud.

Mudah-mudahan tersampaikan.

——

Catatan :

Ucapan terima kasih kepada Kang Rudy Sempur yang telah merelakan banyak fotonya dipinjam dan dipergunakan untuk dipasang pada dua buah artikel di Lovely Bogor.

Kesemua foto yang dipakai di artikel ini, kecuali foto Kang Rudy Sempur In Action adalah hasil karyanya. Seluruh hak cipta berada di tangan Kang Rudy Sempur.

4 COMMENTS

  1. Saya tetap cinta Bogor. Meski pernah kecewa. Karna pembangunan Hotel A menutupi gunung Salak nan cantik. Saya berharap sisa lahan di sebelahnya masih bisa menghibur. Tapi sekarang…. Entah gedung apa lagi yang akan di bangun di sana? Alat berat sudah bekerja. Siap menutupi Si Cantik itu! Tugu Kujang semakin mungil. Tembok-tembok beton kelak akan mengurung bikin sesak!

    • Begitupun saya. Kota ini sudah berubah banyak tetapi rasa sayang saya terhadap kota ini terus bertambah.

  2. Hatur nuhun pisan Kang Anton 🙂

    • Sami nuhun Kang Rudy

LEAVE A REPLY