Memberi makan kijang
Kijang atau Rusa Totol di Istana Bogor

Bila anda berkunjung ke Bogor pada hari Sabtu atau Minggu, janganlah heran melihat kerumunan orang di sepanjang pagar Istana Bogor. Biasanya kerumunan itu terlihat  di sepanjang jalan Juanda hingga ke depan Balaikota Bogor. Mereka adalah warga Bogor yang sedang memberi makan kijang atau rusa totol.

Biasanya kerumunan akan didominasi oleh keluarga-keluarga yang memiliki anak balita. Anda akan melihat banyak mimik muka takut tapi penasaran dari wajah-wajah lugu balita-balita tersebut ketika seekor atau beberapa ekor mendekat. Tidak jarang mereka pilih mundur ketika moncong kijang menyembul dari pagar.

Pemandangan yang lucu dan menggemaskan.

Memang memberi makan kijang atau rusa totol ini sudah menjadi ritual tersendiri bagi warga Bogor. Tidak tua tidak muda. mampir di trotoar di sepanjang jalan ini untuk bermain dengan fauna identitas kota Bogor ini.

Memberi makan kijangRusa totol di halaman istana memang sudah akrab dengan kehadiran manusia di sekitar mereka. Tidak lagi terlihat rasa takut akan kehadiran banyak orang di dekat mereka. Mereka justru akan mendekat ketika melihat ada kerumunan manusia di dekat pagar. Tidak jarang mereka menyorongkan moncong melalui celah antar besi untuk meminta makanan.

Makanan yang mereka inginkan adalah sayuran seperti wortel, kangkung. Tidak jarang kue jajanan yang dibawa anak-anak pun mereka nikmati.

Sayuran tersebut tidak dibawa dari rumah secara khusus oleh keluarga yang bermain kesini. Sayuran-sayuran tersebut bisa didapatkan dari penjajanya dalam bentuk ikatan. Seikat rata-rata seharga Rp. 2000 – 3,000.- saja.

 

Para orangtua biasanya akan mendorong anak mereka untuk memberikan sayuran tersebut kepada sang kijang. Si anak biasanya ragu pada awalnya melihat makhluk tersebut tetapi setelah terbiasa mereka akan meminta lagi. Tidak jarang akhirnya si anak makin berani dan mulai membelai moncong atau kepala si kijang yang sedang mengunyah.

Senyum sang ayah/ibu dan tawa sang anak biasanya berderai. Kamera dijepretkan mengabadikan momen-momen kebersamaan dan kebahagiaan keluarga.

Memberi makan kijangSederhana saja bukan. Tidak mahal tetapi tujuan yang selalu diidamkan oleh para keluarga ketika melakukan wisata tercapai.

Yang pasti tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Tidak ada tiket masuk berharga puluhan ribu rupiah per orang. Tidak ada biaya ekstra yang mahal. Dua atau 3 ikat wortel dan kangkung tentu tidaklah seberapa dibandingkan tawa renyah dari seorang anak.

Belum lagi bahwa si anak sudah mengenal tentang keanekaragaman hewan dan belajar bagaimana menyayangi binatang. Jelas sesuatu yang sangat bernilai.

Memberi makan kijang, Itulah wisata murah ala Bogor. Sesuatu yang dulu saya lakukan setiap akhir pekan hampir tanpa henti selama beberapa tahun.

Sudah tidak lagi dilakukan oleh keluarga kami, bukan karena bosan, karena si kecil sudah tidak mau dianggap anak kecil lagi. Meskipun demikian kenangan wajah si kribo kecil yang meringis, takut tapi penasaran tidak akan pernah hilang. Oleh karena itulah saya cukup tahu persis apa yang kerumunan yang sedang memberi makan kijang itu rasakan.

Anda mau mencoba ?

LEAVE A REPLY