Museum Perjuangan Bogor
Bagian muka Museum Perjuangan Bogor

Berkunjung ke Museum Perjuangan Bogor seperti membawa kita ke sebuah masa dimana darah dan airmata bangsa ini tercurah demi mempertahankan sebuah kata “Kemerdekaan”

Sebuah prasasti berisi kata-kata persembahan dari sesama pejuang kepada rekan-rekan mereka yang gugur membuat bulu kuduk merinding. Terbayang sedih dan pedihnya melihat rekan-rekan seperjuangan bersimbah darah dan meregang nyawa.

Melangkah ke dalam museum , beberapa pucuk senapan mesin bak memberitahukan kepada pengunjung tentang apa yang akan ditemukan di tempat ini.

Yah, saya menemukan banyak cuplikan kisah dan sejarah di dalam museum yang sederhana ini.

museum perjuangan bogor
Koleksi Museum Perjuangan Bogor

Cuplikan kisah Museum Perjuangan Bogor

Bangunan museum sendiri menyimpan sebuah perjalanan yang cukup panjang. Usianya sudah 136 tahun saat ini.

Bangunan yang dijadikan sebagai museum ini dibangun tahun 1879. Ketika pertama kali didirikan bangunan ditujukan sebagai gudang penyimpan hasil bumi sebelum diekspor ke negara-negara di belahan Eropa. Bangunan ini dimiliki seorang pengusaha berkebangsaan Belanda bernama Wilhelm Gustaf Wissner.

Lima puluh enam tahun kemudian, Partai Indonesia Raya atau PARINDRA menggunakannya sebagai kantor. Nama gedung berubah menjadi Gedung Persaudaraan.

Parindra adalah sebuah partai politik yang bertujuan membangun Indonesia Mulia dan Sempurna dengan cara bekerja sama dengan pemerintahan Hindia Belanda. Mereka mempergunakan gedung ini sebagai tempat beraktifitas organisasi kepanduan dan kepemudaan di dalam lingkungannya.

Ketika Belanda kalah dari Jepang, gedung berpindah tangan dan kemudian beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan barang-barang tahanan sebelum menjadi tempat menyambut kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.

museum perjuangan bogor
Suasana di dalam Museum Perjuangan Bogor

Setelah kemerdekaan Indonesia, gedung yang bertempat di jalan Merdeka yang dulunya bernama Cikeumeuh weg ini berulang kali beralih fungsi. Berbagai organisasi mempergunakannya untuk pelaksanaan kegiatan mereka. Mulai dari KNI , GABSI hingga pemerintah sementara Kabupaten Bogor pernah mempergunakan gedung ini.

Hingga di tahun 1925-1957, seorang bernama Umar Bin Usman Albawahab menjadi pemiliknya. Pemilik terakhirnya inilah yang kemudian menghibahkan gedung ini untuk kemudian dipergunakan sebagai Museum Perjuangan Bogor.

Di tahun 1957, Museum Perjuangan Bogor pun berdiri. Museum ini diresmikan oleh Pemangku Militer Daerah Res. Inf 8 Suryakencana Mayor Ishak Djuarsa yang namanya sekarang menjadi nama sebuah jalan di Bogor.

Tujuannya mulia agar generasi mendatang bisa mengetahui dan mengenang pengorbanan pejuang-pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Berbagai cuplikan kisah dalam berbagai bentuk

museum perjuangan bogor
Sebuah diorama di Museum Perjuangan Bogor

Berkeliling di dalam Museum Perjuangan Bogor tidaklah akan memakan banyak waktu, bila perhatian kita tidak terpesona oleh berbagai benda disana. Bangunan hanya terdiri dari dua lantai.

Pengaturannya rapi walaupun sederhana. Penerangan agak temaram dan di beberapa tempat terlihat banyak hal yang menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Pertanyaan yang akan dicetuskan dalam sebuah tulisan terpisah.

Terdapat berbagai diorama yang menggambarkan berbagai pertempuran yang pernah terjadi di kota hujan . Pertempuran-pertempuran di Kota Paris, Jambudipa , Cemplang adalah sebagian diorama yang ada di museum perjuangan ini

Sebuah senapan mesin yang ada di depan pintu hanyalah awal dari koleksi berbagai senjata yang pernah dipakai oleh para pejuang kita dalam pertempuran. Mulai dari senjata tradisional, pistol hingga mortir yang dirampas dari Belanda dan Jepang terpajang di kedua lantai gedung.

museum perjuangan bogor
Mesin stensil tua di Museum Perjuangan Bogor

Berbagai hal penunjang pejuang-pejuang kita mempertahankan kemerdekaan pun tidak luput diperlihatkan kepada pengunjung. Terdapat beberapa mesin ketik tua, alat stensil yang pernah dipergunakan untuk membuat surat serta mencetak edaran bagi para pejuang di lantai dua.

Tidak boleh luput ketika anda datang kesini untuk melihat pecahan-pecahan uang yang beredar di masa tersebut. Tidak boleh juga dilewatkan warna kuning kertas koran yang dimakan usia yang memberitakan berbagai peristiwa di masa itu.

Jangan sampai pula anda tidak melihat noda darah di beberapa pakaian yang pernah dipakai pejuang Indonesia. Daftar nama pejuang-pejuang yang gugur bisa dilihat dalam sebuah etalase sederhana di lantai dua.. Tidak mewah tetapi tentu sangat berguna untuk mengingatkan kita harus dibayar untuk kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.

Akan terlalu banyak untuk disebutkan satu-satu apa yang bisa dilihat disana, tetapi kalau anda ingin melihatnya bisa kunjungi Museum Perjuangan Bogor dalam gambar di web ini. Ada lebih banyak gambar tentang Museum Perjuangan Bogor di tulisan tersebut.

——–

Sepenggal catatan tentang Museum Perjuangan Bogor

Ada sebuah catatan tentang museum ini. Catatan kecil tentang betapa susahnya memelihara sebuah hal yang tidak berkaitan dengan komersialisme.

museum perjuangan bogor dalam gambar
Langit-langit di Museum Perjuangan Bogor

Banyak hal yang sangat tak bernilai terdapat disini. Sayangnya terlihat kurangnya perawatan. Di beberapa tempat terlihat eternit bangunan yang sudah bolong termakan usia dan air. Penerangan yang sebenarnya sangat kurang.

Selain itu ternyata banyak koleksi lain berupa foto dan kertas yang tidak bisa dipajang. Salah satunya adalah surat kabar (yang mernurut petugas pengelola) adalah yang pertama di Bogor bernama Gelora Rakjat yang hanya bisa ditumpuk dalam rak buku Olympic. Di salah satu bagian rak yang sama terlihat juga tumpukan foto-foto hitam putih yang salah satunya memperlihatkan foto Mayor Ishak Djuarsa yang meresmikan Museum  Perjuangan Bogor.

Semua menambah kesan kurangnya perawatan di museum ini. Yang kemudian hanya bisa dimengerti ketika penjelasan berupa kurangnya dana adalah penyebab dari semuanya,

Sebuah hal yang seharusnya tidak terjadi mengingat betapa museum sederhana ini menyimpang ribuan benda yang tak ternilai harganya. Benda-benda yang mewakili berbagai cuplikan kisah sejarah bangsa ini di wilayah bernama Bogor.

Sangat disayangkan !

——-

museum perjuangan bogor dalam gambar
Suasana di dalam Museum Perjuangan Bogor

Cara menuju Museum Perjuangan Bogor

Alamat museum :Jl. Jalan Merdeka No.56, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor 16124 –

Tarif masuk : Rp. 4,000.-

1) Dari Stasiun Kereta Bogor

    Museum Perjuangan Bogor bisa dicapai dengan berjalan kaki dari stasiun kereta.

    Dari pintu keluar stasiun anda harus berjalan kaki lurus menuju ke arah Jembatan Merah. Di persimpangan setelah Jembatan Merah belok ke kanan untuk memasuki jalan Merdeka dimana museum ini berada.

   Anda hanya perlu berjalan kurang lebih 100 meter dan Museum Perjuangan Bogor akan berada disisi kanan anda. Di seberangnya terdapat PGB Merdeka.

2) Dari terminal Baranangsiang

    Anda bisa naik angkot no 03 Merah dan kemudian turun di persimpangan Jembatan Merah. Selanjutnya sama dengan yang no 1

3)  Bila dari arah lain silakan lihat rute angkot kota Bogor. Anda bisa memakai angkot yang bertujuan ke arah jalan Merdeka atau terminal Merdeka, jalan Kapten Muslihat, jalan Veteran untuk menuju ke Museum Perjuangan Bogor.

4) Untuk yang memakai kendaraan pribadi, akses yang lebih mudah adalah melalui jalan Merdeka . Bisa melalui jalan Kapten Muslihat tetapi anda harus berputar sedikit ke jalan Perintis Kemerdekaan. Parkirkan kendaraan anda di PGB Merdeka karena ruang parkir terbatas di museum.

2 COMMENTS

  1. wah keren museum nya

    • iya mas sebenernya keren cuma ga keurus

LEAVE A REPLY