Juru Parkir Kereta di Stasiun Bogor (2)

Ah. Terus terang memang ngeri saat melihat mereka melaksanakan tugasnya. Maksud saya para juru parkir kereta.

Saat hunting foto di stasiun Bogor untuk mengikuti lomba foto yang diadakan PT KCJ (KAI Commuter Jabodetabek) beberapa waktu yang lalu, satu adegan menarik hadir di depan mata. Walau sayangnya, sulit mendapatkan foto dramatis dari posisi yang agak jauh, tetapi jadi sempat memperhatikan bagaimana kereta Commuter Line dipandu saat hendak berhenti di stasiun akhir.

Saat itu satu rangkaian Commuter Line dengan 12 kereta masuk ke jalur 5. Ternyata rangkaian itu lebih panjang dari peron stasiun, jadi tidak berhenti di titik yang sudah ditentukan.

Nah, rupanya untuk menentukan titik dimana ujung kereta harus berhenti ternyata memerlukan bantuan manual dalam bentuk seorang juru parkir kereta.

Dengan sebuah bendera berwarna oranye di tangan, ia memberikan aba-aba dengan menggerakkan bendera kepada masinis di kereta yang hendak parkir. Ia dibantu oleh seorang Petugas Keamanan Dalam yang tak henti membunyikan peluitnya dan memperingatkan orang agar menyingkir.

Ngerinya, ternyata kereta hanya berhenti satu dua meter saja di depannya.

juru parkir kereta di stasiun Bogor

Kalau sih melihat juru parkir mobil, sudahlah biasa dan tidak ada rasa ngeri. Jika pun terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, benturan mungkin tidak terlalu fatal.

Tetapi, membayangkan “sesuatu yang tidak diharapkan” dalam hal ini rasanya bikin merinding. Bagaimana tidak? Sebuah kereta saja ukurannya bisa sampai puluhan ton (beberapa puluh kali lipat berat mobil).

Meskipun pada akhirnya, rasa kagum yang timbul karena kereta bisa tepat berhenti di depan sang juru parkir kereta.

Mungkin tidak seharusnya saya merasa ngeri karena tentunya sang masinis, dan sang juru parkir kereta sudah tentulah orang yang paham akan tugasnya masing-masing.

Keren juga melihat adegan seperti ini.

9 COMMENTS

  1. Berhubung pak Anton sering disana…pak Anton aj yg bilang….gmn ? SETUJU….?
    mmm……aturan petugas harus berada di rel saya tetap kurang setuju…..karena ada peluang resiko buat petugas dan membuat pak Anton jadi ngeriii…..

    • Setuju atau nggak mah ya terserah Kang.. lha ya wong saya ga ngerti prosedur disana.. ??

      Ogah ah… ribeut. Motret aja minta izinnya susah… ??

      • Yo weessss kalau ora iso….sing penting artikel terbaru ne ….di apdate toh….pak….di tunggu yohhhh…… 🙂

        • Oga internet lagi lemotz neeh…:D

  2. lagi buntu makan ikan teri
    makannya menghadap ke dinding
    jangankan Pak Anton yang ngeri
    saya juga ikut merinding

    …………………………………………………..

    saya baru tahu Pak….kalau rangkaian kereta terlalu panjang dan ingin berhenti harus ada petugas2 yang mengaturnya….saya pikir berhenti sendiri… 🙂

    kenapa petugas parkirnya harus berada di tengah rel yach pak,,,,kalau di pinggir rel kan lebih aman dan tetap bisa di lihat oleh Masinis,,serta kita2nya tidak ngerii…

    • Saya juga baru tahu…

      Mungkin karena aba-aba memakai bendera, jadi dia perlu berdiri di tengah rel. Sama kayak markir pesawat kan begitu juga. Mirip sih sama tukang parkir mobil yang kadang ngasih batasan berupa dirinya

      • sambal ikan teri campur kedondong
        ngeri donggg……
        ………………………………………………..
        semestinya tongkatnya harus dibuat panjang,,,sehingga tanpa menempatkan diri ditengah rel pun bisa…..karena batasannya sebenarnya bendera….tapi kalau manusia yang menjadi batas…mmmm……beresiko dan ngeriii juga.

        • Ngomel sono sama PT KCJ, jangan disini.. 😀 😀 😀

          Kalau dilihat kebiasaan di lapangan udara dan juru parkir ini sama. Aba aba dengan bendera iu mirip semaphore pada pramuka atau kode. Jadi tidak sembarangan. Bukan sekedar batasan.

          Tetapi untuk kejelasannya silakan tanya langsung sama orangnya yah… hahahaha

LEAVE A REPLY