Pohon Tualang - Koompassia Excelsa
Pohon Tualang – Koompassia Excelsa

Dimana bisa menemukan Pohon Sialang yang bernama ilmiah, Koompassia Excelsa di Bogor?

Mudah. Sangat mudah.

Tinggal kunjungi saja Kebun Raya Bogor. Kebun Botani ini memiliki koleksi 15.000 spesies tanaman yang ada di Indonesia, jadi kita hanya perlu mencarinya saja.

Apalagi sosok pohon Tualang ini akan sangat mudah dikenali. Sosoknya akan sangat tinggi besar.

Nah, saya akan beri panduan sedikit dimana Anda bisa menemukan lokasinya di Kebun Raya Bogor. Setelah memasuki Pintu Utama Kebun Raya di Selatan, dekat Pasar Bogor, berbeloklah ke kanan.

Nah, tidak jauh dari itu maka akan terlihat sosok raksasanya.

Pohon Sialang – Si Elang Tua

Pohon Sialang - Koompassia Excelsa
Sosok Raksasa Pohon Sialan / Tualang di Kebun Raya Bogor

Mengapa saya sebut spesies ini dengan Si Elang Tua? Koompassia Excelsa memiliki beberapa nama lain seperti Menggeris di Brunei dan Sabah, Sialang di Indonesia, Tapang di Serawak dan Tualang di Semenanjung Malaysia.

Saya meminjam istilah tersebut dari kata Tualang, nama pohon ini dalam bahasa Malaysia. Kata ini merupakan gabungan dua kata Tua dan Lang (Elang). Jadi arti Tualang adalah Elang Tua.

Pohon ini merupakan spesies yang banyak ditemui di rimba Asia Tenggara. Terutama di Kalimantan.

Sosoknya memang sangat meraksasa. Di tempat asalnya, ketinggian si Elang Tua bisa mencapai di atas 80 meter. Mungkin kalau yang ada di Kebun Raya Bogor tidak setinggi itu dan hanya mencapai tinggi rata-rata 50 meter saja.

Pohon sialang atau Koompassia Excelsa
Batang Pohon Sialang

Bukan hanya tingginya. Batang si Tualang ini sangat besar. Yang ada di Kebun Raya akan membutuhkan dua orang dewasa untuk memeluknya.

Daunnya rimbun. Kalau yang ada di Kebun Raya Bogor, ranting-rantingnya dipangkas demi keamanan. Bayangkan saja kalau jatuh, ranting yang ukurannya besar itu bisa melukai pengunjung.

Pohon Sialang atau Tualang
Bentuk akar Pohon Sialang/Tualang

Yang paling menarik perhatian adalah akarnya. Berbeda dengan akar kebanyakan pohon yang berada di dalam tanah, pohon ini sebaliknya. Sebagian besar akar si Elang Tua berada di permukaan tanah dan berbentuk seperti tentakel gurita raksasa yang menyebar ke segala penjuru.

Rupanya akar raksasa di permukaan tanah ini sangat menunjang kehidupan sang pohon raksasa.

Unsur hara dan humus lebih banyak terdapat pada lapisan atas tanah. Dengan adanya bagian akar yang menyebar ke seluruh penjuru, Pohon Sialang bisa menyerap lebih banyak bahan organik untuk dirinya.

Ditunjang dengan tingginya yang melebihi rata-rata pohon di hutan, maka Tualang juga akan menerima lebih banyak sinar matahari.

Unsur hara dan sinar matahari yang banyak akan membantu pertumbuhannya.

Pohon Sialang Tidak Disukai

Bukan kita yang tidak menyukainya. Pohon ini jelas akan disukai oleh pecinta lingkungan karena merupakan spesies pohon kawasan tropis.

Si Elang Tua sebenarnya tidak dsukai oleh para pemburu keuntungan. Kayunya sangat keras dan dapat membuat mata gergaji menjadi rusak. Kayunya sendiri mudah sekali lapuk sesuatu yang membuatnya kurang diminati.

Meskipun demikian, dengan semakin habisnya hutan, hal-hal tersebut tidak lagi dipedulikan dan banyak habitat Sialang di Indonesia yang juga dibabat oleh gergaji mesin.

Budaya terkait Pohon Sialang

Pohon Sialang
Bagian atas Pohon Sialang

Di beberapa kebudayaan, Pohon Sialang sering dianggap memiliki penunggu. Di masa lalu inilah yang menyebabkan habitatnya tumbuh dengan subur karena jarang yang mau mendekatinya, apalagi menebangnya.

Satu satunya yang berani mendekati adalah Lebah Madu Raksasa Asia (Apis dorsata). Oleh karena itu, di Indonesia dikenal yang namanya madu Sialang.

Ini adalah jenis madu yang diambil dari kawanan lebah yang hidup di atas pohon ini.

——————————-

Nah, kira-kira begitulah sekilas cerita tentang Pohon Sialang atau Si Elang Tua.

Kalau Anda berkunjung ke Kebun Raya Bogor, cobalah membuat sebuah foto melebar tetapi bisa mencapai ujung bawah dan atas pohon ini. Saya berulang kali mencoba tetapi kameranya harus dijadikan vertikal baru bisa menangkap sosok raksasanya.

Yang pasti jangan coba memanjatnya, kecuali Anda beruang madu.

2 COMMENTS

  1. Tenarnya pohon ini sampai ke daerah saya, Sumatera.Tidak banyak yang berani menganggu Pohon ini, apalagi sampai menebangnya,,ngerriii,,,!! itu kata yang sering diucapkan orang jika berniat untuk menebangnya.

    Sehingga pohon ini menjadi awet didaerah saya, dan juga menjadi tempat yang nyaman bagi LEBAH pengahasil MADU untuk bersarang.

LEAVE A REPLY