Memang, sejak diresmikan pada pertengahan Januari 2017 yang lalu, trotoar seputar Kebun Raya Bogor tidak hentinya menjadi bahan berita dan pembicaraan. Bukan hanya media lokal tetapi media nasional pun, seperti Okezone, Tribunews, Antaranews tidak luput menjadikannya bahan berita.

Bahkan, ada di antara media-media tersebut menyebutkan bahwa trotoar seputar Kebun Raya sudah menjadi destinasi wisata baru.

Kenyataannya, memang demikian adanya. Jalur pedestrian seputar KRB ini memang hingga kini, dan rasanya akan terus berlangsung, akan menjadi tujuan banyak orang. Bukan hanya warga Bogor saja, tetapi juga banyak wisatawan yang datang ke Kota Hujan.

Setiap akhir pekan, warga Bogor (dan tentunya pelancong dari luar kota) seperti membanjiri jalur pejalan kaki yang yangjangnya mencapai lebih dari 4 kilometer ini. Keramaian seperti tak henti bahkan hingga sore dan malam hari (terutama malam Minggu).

Pernah heran mengapa hanya trotoar saja bisa mengundang begitu banyak orang? Saya tidak. Banyak hal yang memang membuat trotoar seputar Kebun Raya Bogor ini “berbeda” dibandingkan berbagai jalur pejalan kaki yang ada di Bogor.

Apa saja? Silakan lihat di bawah hasil pengamatan dari Lovely Bogor.

Yang Membuat Trotoar Seputar Kebun Raya Bogor Seperti Tempat Wisata

1) Kebun Raya Bogor

Memang, jalur pejalan kaki yang sempat menimbulkan pro dan kontra ini berada di bagian luar Kebun Botani yang terkenal itu. Areanya dipisahkan dengan pagar pembatas.

Tetapi, ada suasana hijau dan sejuk ala KRB sangat mempengaruhi suasana di jalur pedestrian ini. Banyak sulur-sulur pohon dari KRB menghiasi dan keteduhannya pun bisa dinikmati di sepanjang trotoar ini.

Suasananya menjadi seperti berada di dalam KRB. Indah dan nyaman. Belum lagi pada akhirnya menyediakan latar belakang yang bagus sekali jika mau berfoto, selfie atau wefie disini.

2) Tepas Lawang Salapan

mengapa trotoar seputar kebun raya bogor seperti menjadi tempat wisata 5

Ikon baru Kota Bogor ini sudah benar-benar menjalankan fungsinya sebagai sebuah landmark kota. Sangat fotogenik.. eh instagenic (istilah tren-nya). Cantik dan sangat menarik untuk dijadikan latar belakang sebuah foto.

Apalagi bila dikombinasikan dengan suasana jalur pedestrian ini dan Kebun Raya hasilnya akan bisa menjadi “unforgettable” (asal tahu sudut pengambilan dan timing).

Posisinya yang seperti menjadi kesatuan dengan trotoar seputar KRB ini memang mengundang banyak orang.

Memang keren. Salut kepada arsitek dan perancangnya.

3) Lebar, Bersih dan Rapi

mengapa trotoar seputar kebun raya bogor seperti menjadi tempat wisata 2Mirip dengan trotoar di negara-negara maju. Lebar, bersih dan rapi.

Bukan hanya bersih dari sampah, tetapi juga bersih dari yang namanya pedagang kaki lima. Sebuah hal yang langka ditemukan. Biasanya trotoar sering disalahgunakan sebagai tempat berdagang atau tempat parkir.

Tetapi tidak kali ini, karena tidak satupun PKL yang diperkenankan berdagang disini. Hasilnya semuanya tampak bersih.

Didukung dengan lebarnya yang antara 4 hingga 7 M. Hal ini membuat mereka yang berjalan bisa menjadi leluasa dan tidak perlu bersenggolan seperti sebelum direnovasi.

4) Ornamen Yang Indah

mengapa trotoar seputar kebun raya bogor seperti menjadi tempat wisata 6Jalur trotoar seputar Kebun Raya Bogor ini juga diperlengkapi dengan berbagai ornamen dan sarana pendukung. Lampu-lampu, taman, bangku, jalur sepeda, jalur khusus difabel dan banyak lainnya.

Kesemuanya disesuaikan dengan tema Bogor sebagai Kota Pusaka, seperti tiang lampu taman yang bukan sekedar tiang saja tetapi dengan bentuk klasik. Taman yang diberi hiasan berwarna

Kesemuanya seperti saling mendukung untuk memberikan apa yang selama ini diidamkan oleh para pejalan kaki di Kota Bogor (dan banyak kota lainnya).

mengapa trotoar seputar kebun raya bogor seperti menjadi tempat wisata 2

Lapang, nyaman, bersih, rapi adalah segalanya yang selama ini diimpikan banyak pejalan kaki. Selama ini banyak hal dari mereka tersingkirkan oleh berbagai kepentingan dan berbagai alasan.

Tetapi, tidak di jalur trotoar seputar Kebun Raya Bogor ini. Pejalan kaki dan pesepeda adalah “penguasa”nya. Sesuatu yang sudah lama sekali hilang dan sekarang muncul dalam bentuk yang sangat menawan.

Tentunya, hal ini mengundang banyak orang untuk ikut menikmatinya. Bukankah tujuan berwisata adalah mencari kegembiraan dan keindahan? Nah, trotoar seputar Kebun Raya Bogor ini memang menyediakan kesemuanya itu.

Tidak heran banyak orang menganggapnya sebagai sebuah tempat wisata, termasuk saya yang juga sangat menikmati berada disini. Meski sudah beberapa kali, tetap saja terkadang ingin hanya berjalan dan menikmati suasananya, tentunya sambil memotret yang hasilnya bisa dilihat di foto ini.

Mau mencoba sendiri? Datang saja ke Kota Bogor.

9 COMMENTS

  1. Seperti di luar negeri (walaupun saya belum pernah keluar negeri)… Di Indonesia tempat seperti ini tidak banyak, bahkan bisa dibilang sangat sedikit kota yang punya fasilitas seperti ini.

    • Memang benar benar spt di luar negeri Kang… mirip sekali.

      Dan sangat benar sangat sedikit kota di Indonesia yg punya fasilitas yang sama

  2. ohy..pengambilan gambar dan isi artikelnya Wowwww…sekali Pak….. Saya suka, dan secara tidak sengaja saya sudah belajar cara memfhoto dan mencari objek yang unik.

    • Hahahahaha.. sukur Kang kalo begitu. Berarti bermanfaat

  3. ” Suasana ” yang membuat trotoar Di Dekat KRB, yang membuat orang betah dan ingin kesana terus..saya pikir Ide pembuatannya sangat hebat….buktinya bisa kita lihat sendiri hasilnya.

    ohy…Pak , Pengambilan Gambar Lampu yang bercahaya..di buat sekitar pukul berapa ?

    • Emang keren bro…

      Itu jam 05.30-an.. hahaha.. saya sengaja bangun pagi karena tahu lampunya bakalan masih menyala.

      • nah itu dia…salah satu momen yang saya suka…dan menantang, sebab kita akan puas terhadap objek yang kita buat dengan melakukannya secara sengaja.

        saya sudah mencoba membuat objek saat malam hari di kota saya,,,,membuat objek pada lalu lintas kendaraan saat malam hari ternyata,,,sulit sebab fhoto kelihatan kurang bagus, akibat lampu tembak kendaraan.

        tapi kalau hanya ada lampu jalan…sepertinya gambar kelihatan bagus sekali…makanya kemaren itu saya bolak balik ke blog LB,mencari artikel tentang di malam hari dan saya ketemu.

        • Memang sulit kang memotret di malam hari karena kurang cahaya. Jadi, kita terkadang harus milih obyek dan sabar.

          Kalau ada tripod lebih baik kang, bisa pakai shutter speed agak lamaan dan tidak buram.

          • mmm..begitu yach pak…….

LEAVE A REPLY