Bunga Kamboja

Bunga Kamboja , dulu bila mendengar nama ini, biasanya yang terbayang di benak banyak orang adalah suasana seram di pemakaman. Tidak jarang bila tercium bau semerbak ala kembang yang sering disebut dengan bunga kemboja ini bisa membuat tunggang langgang anak-anak karena takut (setidaknya itu yang saya lakukan ketika masih kecil)

Bukan sesuatu yang mengherankan.

Sangat tidak mengagetkan. Bunga kamboja memang tidak bisa dilepaskan dari hubungannya dengan yang namanya kuburan atau pemakaman. Tanaman penghasil bunga ini kerap dijadikan tanaman peneduh di tempat dimana orang yang sudah meninggal dikebumikan. Contohnya di Tempat Pemakaman Umum Blender. Bukan hanya di Bogor sebenarnya, tetapi juga di berbagai tempat lain.

Hanya, beberapa tahun terakhir sepertinya, kesan menakutkan tersebut perlahan mulai memudar. Keterkaitannya dengan kesan seram berkurang sedikit demi sedikit di Kota Bogor.

Alasannya sederhana sekali sebenarnya. Pohon Kamboja tidak lagi hanya bisa ditemukan di sebuah pemakaman, tetapi mulai banyak ditemukan di area-area seperti taman umum, bahkan sebagai penghias halaman rumah. Sedikit demi sedikit hubungan tunggal dengan kuburan mulai terkikis.

Masyarakat sudah bisa menemukannya di banyak tempat. Meskipun, ternyata, kadang masih saja ada yang tetap mempermasalahkan penanaman pohon kamboja di taman. Mereka merasa bahwa flora jenis ini tidak layak dijadikan sebagai penghias lingkungan dan hanya cocok ada di pemakaman.

Memang susah menghilangkan stigma yang sudah berakar berpuluh tahun.

Tetapi, pernahkah kita menyadari bahwa tanaman ini sebenarnya bukanlah berasal dari Indonesia. Tentu, ia sudah (diduga) ada sejak ratusan tahun yang lalu, tetapi pohon kamboja memang bukan berasal dari Nusantara.

Tahu ceritanya?

Kalau tidak silakan lihat sekilas tentang Pohon dan Bunga Kamboja ini.

Bunga Kamboja Bukan Berasal Dari Kamboja

Bunga Kamboja

Salah. Salah besar!

Ya, memang sebuah kesalahan bila Anda menyebutkan bahwa Bunga Kamboja berasal dari negerinya Pangeran Norodom Sihanouk itu. (Tahu kan siapa dia, nama ini adalah Raja dari Kamboja yang terbuang karena pendudukan di negaranya)

Flora ini berasal dari negeri yang jauh di benua seberang, Amerika. Tepatnya berasal dari wilayah Amerika Tengah dimana negara-negara seperti Mexico, Venezuela, Ecuador berada.

Tanaman ini ditemukan oleh seorang ahli botani asal Perancis, Charles Plumier. Dari nama sang penemu inilah nama latinnya diberikan, PLUMERIA.

Tidak diketahui tepatnya kapan tanaman ini masuk ke Indonesia. Diperkirakan waktunya bersamaan dengan masuknya para pedagang Portugis dan Belanda yang dikenal sebagai penjelajah lautan di masa lalu.

Tanaman Tahan Banting

Bunga Kamboja

Tahan banting.

Itulah karakter flora ini. Tidak sulit untuk mengurus dan mengembang biakkannya. Tanaman ini tidak memerlukan terlalu banyak campur tangan manusia sejak ditanam hingga mencapai ketinggian 4-5 meter.

Pohon kamboja, meskipun secara teoritis merupakan tumbuhan dataran rendah, ternyata dapat hidup dengan subur dimana saja.

Pengembangbiakkannya pun sangat mudah dengan penyetekkan. Betapa mudahnya tanaman ini tumbuh pernah dilihat sendiri oleh penulis. Sebuah batang pohon kamboja yang dibuang ke dalam selokan, pernah menyebabkan aliran air tersumbat karena ternyata batang tersebut hidup dan tumbuh bahkan mengeluarkan bunganya.

Manfaat Bunga Kamboja

Bunga Kamboja

Jenis dan warna Bunga Kamboja itu beragam. Bukan hanya putih seperti yang banyak ditemukan di area pemakaman. Ada berbagai warna bunga dari flora ini, putih, pink, kuning, dan sebagainya.

Banyak yang tidak menyadari bahwa Bunga Kamboja juga bermanfaat. Sejak dahulu, kembang dari tanaman ini sudah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh pemanfaatannya adalah sebagai obat gigi berlubang. Ingat masa kecil ketika sakit gigi, seringkali disarankan untuk memakai getahnya untuk mengurangi rasa sakit. Caranya dengan cara menempelkan kapas yang sudah dilumuri getah kamboja ke dalam gigi yang berlubang.

Ada juga Plumeria Acutifolia yang sering dipergunakan dalam upacara keagamaan di Pula Dewata, Bali. Ada juga yang dibuat menjadi makanan dalam bentuk gorengan bunga. Belum lagi sebagai pengurang rasa nyeri saat datang bulan atau terkena sengatan matahari.

Tentu saja, sebagai obat penyejuik mata, alias sebagai penghias taman dan jalan. Bunga Kamboja sangat indah, tidak kalah dari bunga lainnya. Kelopak dan mahkotanya kadang bertumpuk dan dipadukan dengan warna yang semarak bisa membuat suasana lingkungan menjadi ceria.

Kamboja Jepang (Adenium)

Bunga Kamboja Jepang Adenium
Bunga Kamboja Jepang – Adenium

Salah satu jenis Bunga Kamboja sempat menjadi raja di dunia tanaman hias Indonesia beberapa tahun yang lalu. Namanya Kamboja Jepang alias Adenium.

Sebenarnya flora jenis ini berbeda dengan pohon Kamboja dan bukan berasal dari Genus yang berbeda. Pohon Kamboja berasal dari genus Plumeria, sedangkan Kamboja Jepang atau Adenium berasal dari Genus Adenium.

Hal tersebut bisa terlihat dari fisik, asal dan pertumbuhannya.

Pohon Kamboja dapat mencapai tinggi hingga 5 meter, bahkan lebih sedangkan adenium tidak akan pernah mencapai tinggi itu. Bentuknya seperti kuntet. Begitu pula dengan asalnya, Kamboja Jepang berasal dari Benua Afrika (bukan dari Jepang lho) dan dikenal sebagai Mawar Gurun karena penyebarannya biasa ditemukan di padang pasir.

Kesamaan antara keduanya adalah satu hal. Keduanya tahan banting dan dapat bertahan hidup dalam lingkungan seadanya. Cobalah biarkan adenium hidup tanpa media (tanah atau lainnya) dan letakkan saja sembarangan, maka Anda akan menemukan bahwa ia dapat bertahan hinggal lebih dari satu bulan.

Mengapa Adenium dimasukkan dalam artikel ini adalah karena masih banyak orang Indonesia yang menyebutnya sebagai Kamboja Jepang.

——

Bunga Kamboja

Terus terang saya penasaran, mengapa tanaman dengan bunga seindah ini dijadikan sebagai penghias pemakaman yang menyeramkan.

Bunga Kamboja indah? Kalau tidak percaya lihat saja beberapa foto dalam artikel ini. Sulit rasanya untuk tidak terpesona oleh kecantikan mahkota dan warnanya. Bukankah begitu.

Adakah yang bisa membantu menjelaskan?

Untungnya, para tetangga di sekitar komplek tidak terpengaruh terhadap label seram yang menempel pada Bunga Kamboja (meskipun ada satu dua yang merasa risih). Kalau tidak foto-foto ini tidak akan ada.

Foto-foto bunga kamboja ini diambil dari taman dekat rumah penulis dan di beberapa tempat umum non pemakaman lainnya.

Indah bukan?

LEAVE A REPLY