Pernahkah Anda ingin tahu berapa banyak kedai kopi, kafe, coffee shop, dan sejenisnya di Bogor? Atau, mau mencoba menebak?
Keingintahuan ini timbul karena sebagai orang Bogor, saya merasa bahwa hampir di setiap sudut Kota Hujan ini, selalu saja ada kedai, entah kedai kopi, warung kopi, kafe, atau coffee shop. Mudah sekali menemukan jenis usaha yang satu ini.
Nah, rasa ingin tahu inilah yang mendorong saya mengajukan pertanyaan kepada Gemini, si AI dari Google. Jawabannya lumayan mencengangkan juga.
Jumlahnya ternyata ribuan!
Datanya seperti ini
Kota Bogor : 400-600 unit (titik tengah – 500)
Kabupaten Bogor : 800-1200 unit (titik tengah – 1000)
Total (rata-rata) : ada sekitar 1500 unit (500+1000)
Jika kemudian dibuatkan rasio antara jumlah penduduk dengan jumlah usaha perkopian di Bogor, maka ditemukan rasio
Kota Bogor – 1 banding 2.240 orang, artinya satu kafe untuk 2240 orang penduduk
Kabupaten Bogor – 1 banding 4.480 orang

Lalu, untuk apa mengetahui data tersebut? Jawabannya tergantung! Data ini bisa diinterpretasikan berbeda untuk setiap orang, tergantung pada profesi dan kebutuhannya.
- Budayawan : ngumpul dan nongkrong di kafe/kedai kopi sudah menjadi gaya hidup/lifestyle di Bogor
- Investor : angka rasionya masih rendah dan masih sangat mungkin menguntungkan untuk menanamkan modal di bisnis kafe di Bogor
- Wisatawan : Asyik, banyak pilihan untuk kulineran dan nongkrong! Sekarang harus cicipin yang mana ya?
- Pemilik kafe/kedai kopi : Waduh, pesaingnya banyak sekali. Kita harus genjot pemasaran dan promosi nih!
- Blogger/content creator : Senangnya! Makin banyak yang butuh jasa kita euy!
- Petugas pajak : Berarti target pajak usaha harus dinaikkan karena potensi pajak besar sekali
- Anak muda Bogor : Ajak bestie dan si yayang kemana yah?
- Orangtua : Pantes, uang jajan anakku cepat habis. Belum juga seminggu sudah minta tambahan lagi
- Pemda : Bagus! Ekonomi berkembang dan bisa menyerap tenaga kerja. Jadi, pengangguran akan turun
Masih banyak lagi pemikiran yang muncul dari melihat data tersebut.
Saya sendiri karena juga terlibat dalam mengelola kafe, tepatnya coffee shop bernama Tanabumbu Coffee & Kitchen berpikiran, “Harus bekerja lebih keras lagi. Jangan sampai pelanggan pindah ke tempat lain. Rasa dan kualitas makanan dan minuman harus tetap stabil dan enak. Promosi harus ditambah karena sulit bertahan di tengah persaingan yang ketat. Tidak bisa tidak! Harus lebih kreatif lagi! “
Bagaimana dengan Anda kawan? Pikiran mana yang ada di kepala Anda melihat data ini? Ataukah, Anda memiliki pikiran yang berbeda dari yang di atas? Boleh tahu dan bagikan di kolom komentar?






