Gardu Taman Air Mancur Bogor
Gardu Taman Air Mancur

Gardu Taman Air Mancur begitulah saya menyebutnya. Mungkin nama ketika bangunan ini didirikan tetapi untuk mempermudah penulisan, nama itu yang akan dipergunakan dalam artikel ini.

Dimana adanya?

Lho, namanya saja Gardu Taman Air Mancur, berarti letaknya ada di salah satu taman favorit bagi warga Bogor dan juga pengunjung, yaitu Taman Air Mancur. Kalau tidak tahu letak Taman Air Mancur, bisa simak tulisan Taman Air Mancur – Kini Ada Air Mancurnya.

Nah, kalau Anda tidak menyadari bahwa disana ada bangunan ini, saya akan maklum. Saat ini, bangunan ini memang tidak akan terlihat dari arah Jalan Sudirman, terhalang oleh baliho besar sehingga tidak nampak dari arah tersebut. Bangunan ini baru terlihat bila Anda melalui Jalan Ahmad Yani.

Kira-kira dkalau siang hari, gardu ini akan seperti foto di bawah ini

Gardu Penyalur Air Taman Air Mancur
Gardu Penyalur Air Di Taman Air Mancur

Kalau Anda pernah ke Taman Air Mancur, sadarkah ada sebuah bangunan bersejarah? Saya berani bertaruh TIDAK. Kemungkinan besar perhatian akan terfokus pada air mancur, kuliner dan keramaian di sekitar area ini.

Tenang saja, bukan hanya Anda yang begitu. Banyak warga Bogor yang juga hanya menganggapnya sebagai bangunan biasa, gardu biasa. Apalagi di sebelahnya terdapat gardu PLN.

Tetapi. Coba Anda perhatikan angka yang berada di atas atap gardu Taman Air Mancur.

Tertulis disana angka 1922.

Kalau melihat kebiasaan pada beberapa bangunan cagar budaya di Bogor biasanya akan tertera angka tahun ketika bangunan itu berdiri. Lihat saja di pinjtu masuk lama Stasiun bogor, dimana tertulis tahun 1881. Jadi bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1922 alias kurang 6 tahun saja untuk menjadi genap 1 abad.

Umur yang lebih dari syarat menjadi sebuah bangunan cagar budaya, yaitu 50 tahun.

Gardu Taman Air Mancur

Menurut informasi dari mereka yang “kenal” Bogor, lebih lama dari saya, gardu Taman Air Mancur ini dulunya berfungsi sebagai penyalur air bersih untuk Jakarta atau Batavia. Kawasan yang mendapat suplai yang dikontrol oleh gardu ini adalah Pasar Rebo.

Air yang disalurkan dan dikontrol oleh gardu ini berasal dari mata air Ciburial (arah Ciomas)

Saat ini, walau saya sendiri tidak mengetahui bagaimana sistem penyalurannya, gardu ini masih berfungsi seperti asalnya. Hanya pengelolanya berbeda, yaitu PDAM Tirta Kahuripan (Kabupaten).

Kalau dari bentuk bangunannya sendiri, tidak terhindarkan sisa arsitektur Belanda di Indonesia masih terasa kental. Kanopi yang menutupi pintu masuk, bentuk segitiga atapnya sangat mirip dengan berbagai bangunan masa lalu.

Menarik bukan melihatnya?

Gardu Taman Air Mancur

Hanya, ada satu hal yang membuat saya sedikit tersenyum. Foto-foto ini diambil pada Sabtu malam alias malam minggu dimana area di kawasan Taman Air Mancur akan berubah menjadi sangat padat.

Padat dengan warga Bogor, atau pengunjung, yang ingin menikmati suasana malam di lokasi favorit Kota Bogor ini. Bisa dikata hampir tidak ada celah kosong untuk sekedar duduk karena ramainya.

Tetapi, ada satu tempat yang justru sepi. Tidak ada orang yang duduk-duduk. Tempat itu adalah bagian depan/teras gardu Taman Air Mancur ini.

Entah mengapa. Tidak jelas. Apakah karena gelap? ataukah karena suasananya agak menyeramkan? Memang sih kalau kita memotretnya dalam hitam putih seperti yang saya lakukan kesannya menjadi agak menyeramkan.

Tetapi.. hey itu hanyalah efek kamera saja dan juga ide dari kepala yang memotret. Saya selama berburu momen di kawasan ini justru duduk cukup lama tanpa ditemani siapapun. Tidak ada yang aneh.

Justru menurut saya, Gardu Taman Air Mancur memberikan sesuatu yang berbeda pada taman ini. Landscapenya menjadi menarik dan spesial.

Cobalah kalau Anda sedang berkunjung ke Bogor untuk melihat gardu tua ini setelah berkuliner ria. Tidak rugi kok melihat salah satu bangunan bersejarah yang pernah memegang peranan penting untuk kehidupan manusia di kota ini.

Gardu Taman Air Mancur

(Catatan : Foto-foto ini diambil pada dua waktu yang berbeda. Terpisah beberapa bulan)

LEAVE A REPLY