Kawasan Air Mancur BogorBila anda ke kota Bogor, besar kemungkinan anda akan diajak untuk menikmati penganan khas Bogor, Martabak Air Mancur. Nah brand martabak tersebut sebenarnya diambil dari nama kawasan dimana toko tersebut berdiri, yaitu kawasan Air Mancur.

Area itu sendiri sebenarnya tidak memiliki batas yang jelas. Hanya saja, demikianlah biasanya warga Bogor menyebut kawasan pertemuan jalan Sudirman, Pemuda, Ahmad Yani dan RE Martadinata.

Ciri dari kawasan ini adalah sebuah taman yang terletak di titik pertemuan keempat jalan tersebut. Dari sinilah asal muasal nama Air Mancur dilekatkan di kawasan ini.

Riwayat Taman Air Mancur

Taman Air Mancur sendiri dulunya adalah sebuah tugu. Tugu yang didirkan oleh pemerintahan kolonial Belanda tahun 1839. Tepatnya didirikan atas instruksi Gubernur Jendral Belanda saat itu D.J de Eerens yang memerintah antara 1836-1840.

Nama tugu tersebut adala De Witte Paal (Tugu Putih). Pendiriannya adalah sebagai tugu peringatan kembalinya Hindia Belanda (Indonesia) ke tangan Belanda. Bisa dilihat

Kawasan Air Mancur Bogor

dalam buku sejarah Inggris pernah mengambil alih Hindia Belanda antara tahun 1811-1816.

Selain sebagai tugu peringatan, tugu ini dimanfaatkan juga sebagai salah satu titik triangulasi di Pulau Jawa untuk pembuatan peta topografi.

——–

Setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya tahun 1964, tugu de Witte Paal dihancurkan. Penghancuran tugu ini berlandaskan keinginan untuk menghapus jejak penjajahan di negeri dan kota ini.

Sebagai gantinya dibuat taman beserta kolam dan  sebuah “air mancur”. Nah sejak itulah kawasan ini dikenal dengan sebutan Air Mancur.

Keberadaan Air Mancur ini sempat dipertontonkan kepada Permaisuri Thailand yang saat itu terkenal kecantikannya, Ratu Sirikit pada saat berkunjung ke Bogor.

Kawasan Air Mancur Bogor

Hanya sayangnya, keberadaannya tidak langgeng. Bahkan ketika saya pindah ke Bogor tahun 1978, tidak terlihat adanya air mancur di taman tersebut. Yang terlihat adalah keberadaan sebuah gardu PLN di tengah taman.

Walaupun sempat sekitar 6-7 tahun yang lalu pemda Kodya Bogor memasang sebuah kolam dengan air yang menyembur ke atas, ternyata tidak juga bertahan lama. Akhirnya digantikan dengan sebuah tugu jam hingga saat ini (tahun 2015)

———

Bila diperhatikan dan anda coba berdiri di taman Air Mancur tepat di depan tugu jam, anda akan bisa melihat Istana Bogor. Tentu saja dengan syarat lalu lintas tidak begitu ramai.  Jalan Sudirman akan terlihat bak garis lurus yang menghubungkan kedua tempat tersebut.

Kuliner di Kawasan Air Mancur

Kawasan Air Mancur Bogor di malam hariKawasan ini sudah sejak lama menjadi lokasi penggemar kuliner dan nongkrong di Bogor. Alasannya karena memang di area tersebut terdapat cukup banyak tempat yang menawarkan jajanan ala kota hujan.

Selain Martabak Air Mancur yang merupakan ikon daerah tersebut, ada Sop Buntut Ma’emun . Berbagai makanan tradisional seperti bandrek, bajigur, bubur ayam, comro  akan tersedia di penjaja kaki lima.

Untuk bisa menemukan mereka mudah karena biasanya mereka berdagang tepat di seberang taman Air Mancur dan berdekatan dengan lokasi toko martabak.

Syaratnya hanya satu untuk bisa berkuliner disini. Kok pakai syarat ? Yah, syarat pasti selalu ada. Syaratnya selain bawa uang, juga jangan berkunjung ke sini pagi atau siang hari.

Kawasan Air Mancur Bogor di sore hariAktifitas penjual makanan disini baru dimulai di sore hari antara pukul 16.00-02.00. Gerobak-gerobak mereka baru dipasang sekitar jam itu. Jadi kalau anda datang sebelum waktunya, walaupun membawa dompet tidak akan ada penjualnya.

Kecuali… anda penggemar martabak , pempek atau bakso. Ada Bakso KK di gedung yang sama dengan toko martabak. Disini selain berbagai versi mie bakso ada juga pempek.

Belakangan ini di seberah Taman Air Mancur ke arah jalan Pemuda, terdapat beberapa tempat kuliner baru seperti RM Cucurak. Bebek Goreng Pak Ndut juga ada hanya agak masuk ke jalan Pemuda.

——–

Warung-warung tenda di kawasan ini sering juga dipakai banyak warga Bogor untuk menghabiskan malam. Berteman wedang jahe atau bandrek dan bajigur, pada malam minggu banyak warga Bogor “nongkrong” dan menikmati suasana malam.

Oleh karena itulah kawasan Air Mancur bisa dikata tidak pernah sepi dari pagi hingga hampir ke pagi lagi.

Bila anda ingin menikmati suasana malam di Bogor dan dengan suasana “rakyat” , kawasan Air Mancur harus menjadi tujuan yang anda pilih.

Baca juga : Taman Air Mancur – kini ada air mancurnya

——

Cara menuju Kawasan Air Mancur

– dengan angkutan umum

Dari arah Warung Jambu : memakai angkot no 08 biru dan 07 Merah

Dari arah Istana Bogor : memakai angkot no 12, 22, 07 Merah

– dengan kendaraan pribadi : tbisa dari berbagai arah. Patokannya adalah menuju ke arah jalan Sudirman karena kawasan ini terletak di ujung jalan ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY