Ki Lengser Yang Terlalu Muda di Acara Perpisahan Bogor Center School

Ki Lengser atau Lengser atau kerap juga disebut dengan Oewa Lengser adalah salah satu figur unik yang hingga sekarang masih kerap dijumpai di Bogor. Biasanya, di masa kini, figur ini akan ditemukan beraksi pada setiap acara perkawinan yang mempergunakan adat Sunda.

Hal itu tidak mengherankan karena Ki Lengser yang ada sekarang memang berasal dari kebudayaan masyarakat Sunda, suku yang pernah menjadi penguasa di Jawa Barat dengan Kerajaan Pakuan Pajajaran yang beribukota di Bogor

Banyak sastra klasik Sunda yang menyebutkan tentang tokoh yang satu ini. Tentunya ada banyak versi. Ada yang menyebutkan bahwa “Lengser” adalah seorang penasehat dari Prabu Siliwangi, raja diraja dari Kerajaan Pakuan Pajajaran. Kedudukannya di atas patih dan di bawah sang raja. Ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah utusan yang kerap membawa titah dari raja kepada rakyatnya.

Tokoh penting, itulah intinya.

Ki Lengser sering digambarkan sebagai seorang tua dengan menggunakan penutup kepala khas Sunda (totopong), berjenggot dan berkumis putih. Jalannya agak terbungkuk dan biasanya ia akan melangkah sambil mengelus jenggotnya.

Baju dan celananya selalu hitam.

Dalam sastra Sunda, figur ini disebutkan sebagai seseorang yang walau memiliki gaya unik tetapi berpengetahuan luas. Ia bukan berasal dari kalangan bangsawan tetapi memiliki kebijaksanaan.

Di masa sekarang, zaman modern, ki Lengser juga masih memegang peran penting. Paling tidak bagi “raja dan ratu” sehari, alias para pengantin.

Ki Lengser merupakan tokoh tak terpisahkan dalam prosesi “mapag panganten” (menjemput pengantin” yang biasanya merupakan awal dari sebuah resepsi pernikahan. Ia akan menjemput pasangan pengantin sebelum memasuki ruang resepsi, dari pintu masuk hingga duduk di pelaminan.

Ia akan diiringi oleh beberapa dayang-dayang dan pembawa payung sambil “menari-nari” dengan gerak-gerik yang lucu dan unik, dan kemudian memandu pengantin menuju pelaminan.

Tanpa kehadirannya, prosesi pernikahan terasa kurang lengkap. Itulah mengapa dalam setiap paket pernikahan adat Sunda, ki Lengser akan selalu ada.

Tetapi rupanya, Ki Lengser juga bukan lagi monopoli acara pernikahan lagi. Dalam acara perpisahan Bogor Center School beberapa waktu lalu, kehadiran sang penasehat raja ini terlihat.

Gayanya sama.Tingkahnya sama

Bedanya hanya yang dijemput bukanlah pengantin tetapi perwakilan murid yang akan melakukan ritual sungkeman kepada para guru dan kepala sekolah.

Walau ada satu yang membuat geli melihat sang Ki Lengser kali ini.

Ki berasal dari kata Aki alias kakek. Kata itu merujuk pada seseorang yang TUA dalam umur, tetapi dalam acara ini, meski sudah diberi riasan alis, kumis dan jenggot berwarna putih, tetap saja terlihat sang Ki Lengser kali ini masih muda. Sangat muda bahkan.

Maklum lah pemerannya adalah siswa dari sekolahnya Pak Muztahidin Al Ayubi ini.

Keren!

2 COMMENTS

  1. Ki Lengser ……. Ki Lengser….. walau sekarang sudah tiada,,,tapi Namamu masih di Abadikan di Tulisan ini….hebat sekali. 🙂

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kata ” Lengser ” berati TURUN DARI JABATAN….

    Namun Menariknya menurut saya adalah Justru AKI LENGSER ini pada Zaman Kerajaan Dahulu merupakan Ajudan Raja dan bisa di bilang sebagai pendamping sang Raja yang lebih Tinggi dari Patih.

    Dan bisa dibilang sebagai Penasehat sekaligus bagian HUMASnya Sang Raja.

    Jadi kalau dikaitkan dengan arti kata ” lengser ‘ dengan statusnya pada zaman dahulu…mmm…bikin kepala pusing tujuh keliling.

    Mendingan kita lestarikan saja Tokoh ” Ki Lengser ” ini agar tidak punah…. paling tidak yang punya blog ini bisa berpose seperti ” Ki Lengser ” biar jadi Viral….. hehehe.

    SeViral Tulisan ini yang sudah masuk di Halaman Pertama Google…… cieee…cieee… 🙂

    • Hahahahahahahahahahaha….. tetapi memang sesuatu yang unik seperti ini harus tetap dilestarikan dan jangan sampai hilang

LEAVE A REPLY