Museum Pasir Angin
Arca di Museum Pasir Angin

Situs Pasir Angin atau Museum Pasir Angin? Dimana itu? Apa kelebihannya?

Itulah komentar-komentar yang keluar dari komunitas warga Bogor di Facebook ketika foto-foto hasil hunting ke wilayah Barat Bogor dipajang. Sesuatu yang menunjukkan masih banyak warga Bogor sendiri yang kurang mengenal mengenai kekayaan budaya dan sejarah daerahnya sendiri.

Padahal Situs Pasir Angin menyimpan banyak sekali penggalan sejarah kuno tentang kehidupan di wilayah yang sekarang bernama Bogor. Sejarah yang sangat tua sekali terpisah ribuan tahun dari ketika tulisan ini dibuat.

Situs dan Museum Pasir Angin

Nah, mungkin Anda bertanya mengapa bagian ini berjudul “Situs dan Museum Pasir Angin”? Hal itu karena dari pengamatan ketika bertandang ke tempat itu memang ada dua bagian pada cagar budaya Kabupaten Bogor tersebut.

Pada lokasinya yang berada di desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang ini, memang sulit terlihat pemisahan itu. Meskipun demikian ketika kita mencari referensi tentang tempat ini, seharusnya dipisahkan diantara keduanya.

Situs Pasir Angin

Museum Pasir AnginSitus Pasir Angin, sendiri merupakan sebuah situs arkeologi yang mulai diteliti pada tahun 1970. Pada saat itu sebuah tim arkeologi nasional yang dipimpin oleh R.P. Soejono.

Dalam penggalian yang dilakukan berturut-turut pada tahuan 1970,1971,1972,1973,1975 oleh Tim Puslitarkernas (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional) telah ditemukan berbagai peninggalan bernilai sejarah tinggi di lokasi Situs Pasir Angin.

Bernilai sejarah tinggi karena apa yang ditemukan dalam proses penggaliannya bukan hanya berupa benda-benda peninggalan berumur seratus dua ratus tahun saja. Di situs ini artefak-artefak yang ditemukan berumur jauh lebih tua. Benda-benda ini diduga berasal dari masa antara 600-200 Sebelum Masehi, diulang Sebelum Masehi.

Analisis karbon (metode untuk mengukur umur sebuah benda dengan cara menghitung usia kandungan karbon didalamnya) terhadap benda-benda tersebut menunjukkan kebenaran dugaan tersebut. Berdasarkan analisis karbon ini, barang-barang peninggalan tersebut memiliki umur antara 1000 SM hingga 1000 Masehi.

Jadi bisa dikata Situs Pasir Angin meninggalkan bukti akan adanya kehidupan masyarakat di wilayah Bogor sekitar 2.700 tahun yang lalu. Hal tersebut menunjukkan betapa berharganya artefak-artefak yang ditemukan di situs Pasir Angin ini.

Museum Pasir Angin

Museum Pasir AnginBagian kedua yang ada di lokasi situs prasejarah ini adalah Museum Pasir Angin. Sebuah bangunan bercat biru dengan struktur arsitektur sederhana.

Museum Pasir Angin didirikan pada tahun 1976 dengan tujuan awal sebagai tempat untuk menampung berbagai artefak yang ditemukan di lokasi Situs Pasir Angin.

Berbagai artefak seperti arca batu, kapak perunggu, kapak besi dan gerabah disimpan di dalam Museum Pasir Angin. Meskipun demikian, ada banyak temuan yang tidak disimpan disini. Beberapa artefak yang paling berharga seperti sebuah topeng emas disimpan di Museum Nasional.

Dalam perkembangannya, Museum Pasir Angin juga menyimpan berbagai temuan arkeologi dari berbagai situs di Bogor. Salah satunya adalah dari Situs Cibodas Ciampea dalam bentuk beberapa arca yang sudah tidak utuh lagi

Makna Situs dan Museum Pasir Angin

Bagi banyak orang mungkin apa yang terlihat pada Situs dan Museum ini tidaklah akan menairk perhatian. Benda-benda berupa arca batu atau kepingan-kepingan kapak perunggu sulit untuk menggugah minat. Apalagi bentuknya tidaklah spektakuler dan mencolok.

Padahal memang begitulah adanya kehidupan di masa prasejarah, yaitu sederhana dan mempergunakan apa yang ada di sekitarnya. Belum ada mesin untuk membuat penampilan yang menarik seperti sekarang ini.

Makna keberadaan Situs dan Museum pasir Angin, tidaklah seharusnya dilihat hanya dari segi fisik saja. Apa yang terlihat disini, menunjukkan sebuah hal penting bahwa di wilayah yang sekarang bernama Bogor, pada masa ribuan tahun yang lalu sudah ditinggali oleh manusia.

Situs Pasir AnginArtefak-artefak yang ada di situs ini, seharusnya menunjukkan beberapa hal

1) Manusia sudah menempati wlayah yang sekarang bernama Bogor sejak masa pra sejarah. Pada masa 2,700 tahun yang lalu sudah ada sebuah budaya yang berkembang di Bogor

2) Situs Pasir Angin diduga merupakan sebuah tempat dimana masyarakat pada masa itu melakukan ritual sesembahan. Hal tersebut terlihat dari berbagai temuan dari situs ini. Bila melihat posisi dari lokasinya, masyarakat di masa itu melakukan persembahan kepada matahari.

3) Temuan yang beragam berupa peralatan dari batu, sekaligus mata tombak perunggu dan kapak perunggu menunjukkan bahwa masyarakat disini tinggal melintasi dua jaman. Zaman pertama yaitu masa megalitikum atau batu besar dimana ciri khasnya adalah berbagai artefak dari batu. Zaman kedua yaitu Zaman perunggu awal yang diwakili oleh artefak-artefak dari perunggu.

4) Rentang waktu hasil analisi karbon mendukung hal tersebut. Jadi masyarakat Bogor di masa lalu tersebut berkembang dari tehnologi berbasis batu kemudian beralih ke basis logam.

Cara Menuju Situs dan Museum Pasir Angin

Untuk menuju tempat ini, Anda bisa mempergunakan angkutan umum no 05 Biru dari Terminal Bubulak. Hanya, perhatikan jurusan karena angkutan ini memliki beberapa tujuan, seperti Leuwiliang, Ciampea, dan Jasinga. Naiklah yang menuju ke Jasinga, yang terjauh, karena bila Anda memilih dua yang lain, maka Anda harus berganti kendaraan.

Minta pada supir berhenti di Museum Pasir Angin (sebelum Jembatan Besi menuju ke Situs Moseleum Van Motman).

Sekilas gambaran mengenai Situs Pasir Angin

Museum Pasir AnginSitus Pasir Angin terletak pada sebuah perbukitan. Pasir dalam bahasa Sunda bisa diterjemahkan sebagai bukit. Jadi Pasir Angin bisa diterjemahkan sebagai Bukit Berangin.

Pada kenyataannya memang situs ini terletak di sebuah bukit. Hanya rerdapat sebuah gerbang berpintu kecil dengan papan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berwarna putih terpampang di depan gerbang. Tidak terlalu menyolok. Bahkan, bila tidak ada papan bertuliskan Situs Museum Pasir Angin, besar kemungkinan lokasinya akan terlewat kalau kita berkendara.

——-

Sederhana memang Museum Pasir Angin ini. Sederhana pula lokasi situsnya. Tidak akan terlihat sesuatu yang fenomenal ada dalam gerbang kecil berwarna putih dan bahkan akan terlewat dari perhatian apabila tidak ada sebuah papan bertuliskan Situs Museum Pasir Angin di pinggir jalan.

Meskipun demikian, tempat ini menyimpan sesuatu yang berharga mahal sekali. Sebuah kisah panjang dari kehidupan di Bogor pada masa prasejarah yang jauh lebih tua bahkan dari umur Bogor sendiri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY