Mungkin judulnya, kurang tepat. Biasanya sebuah workshop blogger akan kebanyakan dihadiri oleh para blogger dengan mengundang blogger-blogger yang sudah melintang dan punya nama di dunia blogger Indonesia. Biasanya juga, kegiatan seperti ini akan disponsori oleh sebuah perusahaan terkenal yang sering menggunakan jasa blogger untuk mendapatkan endorse atau promosi.

Biasanya sih begitu, walaupun saya sendiri belum pernah hadir dalam ajang seperti ini.

Sedangkan, Workshop Blogger yang diadakan di lingkungan Cluster Taman Bunga, Bukit Cimanggu City, Bogor berbeda sekali. Tidak ada blogger yang hadir, kecuali satu orang. Yang datang hanyalah mereka yang tinggal di dalam cluster tersebut. Satu-satunya blogger yang hadir adalah “saya” sendiri, si pengelola Lovely Bogor (dan beberapa blog lain), yang saat itu memang satu-satunya blogger yang tinggal disitu.

Jadi, kalau merujuk pada saat dimulai, judulnya seharusnya adalah Workshop Calon Blogger.

Tetapi, saat workshop selesai, judulnya tepat karena setelah itu hampir semua yang hadir sudah memiliki sebuah blog.

Workshop Blogger kecil-kecilan yang dilakukan pada hari Minggu, 25 Februari 2018 kemarin adalah salah satu bentuk kegiatan yang digagas Pengurus RT 008/RW 09, Kelurahan Mekar Wangi, Tanah Sareal Bogor. Dengan berprinsip pada “berbagi itu indah”, kegiatan itu diadakan untuk memperkenalkan dunia internet, blogging pada khususnya kepada warga yang berminat.

Sempat ragu pada awalnya, apakah akan banyak yang tertarik. Bagaimanapun belum banyak yang tahu apa itu blog dan blogging. Tidak sedikit juga yang memandang sebelah mata dan menganggapnya sebagai sebuah kegiatan iseng semata dan mungkin karena mereka tidak tahu keuntungan menjadi blogger.

Rasa itulah yang hadir saat membuat undangan Workshop Blogger melalui grup WA di atas Commuter Line yang padat dan penuh sesak, 3 hari sebelumnya. Ya, betul hanya 3 hari sebelumnya, mendadak sekali, tetapi grup WA RT 008 memang sangat efektif dan cepat dalam menyampaikan informasi (Bahkan saat mendirikan Balai Warga yang membutuhkan biaya lumayan, grup WA bisa sangat efektif dalam menggalang bantuan)

Harapannya hanya, kalau ada 1-2 orang yang hadir pun sudah “Alhamdulillah”. Bisa dimaklumi mengingat kepopuleran blog yang kalah dari media sosial.

Ternyata, kaget juga ketika yang hadir cukup banyak. Kira-kira 12 orang . Bukan hanya para bapak yang hadir, ibu-ibu juga dan tidak mau ketinggalan para remaja. Kaget, sampai lupa menghitung berapa orang yang hadir.

Meriah juga.

Workshop Blogger Cluster Taman Bunga dimulai tepat waktu pada pukul 09.15 dengan penjelasan ringkas tentang apa itu website dan bedanya dengan blog. Dilanjutkan dengan berbagai hal terkait blog itu apa, manfaatnya bagi bisnis, dan tentu saja sekilas topik tentang bagaimana menghasilkan uang dari blog.

Di luar dugaan juga, ternyata keingintahuan dan antusias peserta tinggi. Terlihat dari keseriusan yang hadir untuk bertanya dan mencatat apa yang dijelaskan. Tidak jarang penjelasan ditunda untuk menerima pertanyaan.

Senang lah yang menjelaskan. Kekhawatiran bisa dikata sirna melihat antusiasme warga.

Padahal, sebagian besar yang hadir, terutama kaum ibu, terlihat agak gaptek (gagap teknologi). Banyak yang bahkan lupa password akun gmail mereka dan tidak tahu cara merecover kata sandi tersebut, sesuatu yang sangat sederhana bagi banyak orang.

Kaum remaja lebih cepat menangkap dan menterjemahkan dalam tindakan. Maklum, sebagai generasi Millenial, gadget, komputer, dan hal-hal yang berbau seperti ini adalah bagian dari kehidupan mereka.

Para bapak pun terlihat sibuk mencoba mengutak-atik gadget atau notebook.

Seru. Acara yang dikhawatirkan akan berjalan datar, ternyata berjalan berbeda dan sebaliknya.

Di akhir acara, yang akhirnya lebih lama 1 jam dari yang dijadwalkan, para peserta ternyata sudah berhasil membuat masing-masing 1 blog dengan memakai blogspot. Pencapaian kecil bagi banyak blogger, tetapi pencapaian besar bagi mereka yang bahkan sebelum datang ke Balai Warga Taman Bunga, dimana acara diadakan, sama sekali tidak punya bayangan bagaimana teknis membuat blog itu (ingat sebagian banyak yang lupa kata sandi akun gmail-nya sendiri).

Ya, mereka sudah menjadi blogger pada akhir acara. Mereka sudah bisa menyebut diri mereka demikian, karena selain sudah membuat blog, mereka pun sudah mempublish artikel pertama mereka. Jadi, mereka sudah menjadi blogger di akhir workshop kecil itu.

Workshop Blogger ala Cluster Taman Bunga ini sendiri belum berakhir. Rencananya akan dilakukan setiap hari Minggu untuk menjadikan mereka benar-benar paham tentang blog, ngeblog, dan blogger. Sehingga pada akhirnya mereka bisa berdiri sendiri dalam mengelola blog dan bisa berbagi kepada dunia tentang apa yang mereka “miliki”.

Itulah harapan dari para penggagas acara ini. Berbagi tidak hanya dalam hal materi atau uang saja. Berbagi itu bisa dalam bentuk waktu, tenaga, pengetahuan, dan masih banyak hal lainnya. Dalam hal ini Workshop Blogger adalah salah satu bentuk berbagi yang hendak dibiasakan dan ditanamkan dalam lingkungan kecil dimana kami tinggal. Kebiasaan yang merupakan inti dasar dari kehidupan bermasyarakat.

Dengan harapan, ketika Workshop selesai, mereka akan berbagi pada lingkungan yang lebih luas dan besar lagi, lewat blog-blog yang mereka kelola.

Masih panjang jalan untuk menuju kesana. Masih butuh waktu dan perjuangan, tetapi dengan terlaksananya Workshop (Calon) Blogger Minggu yang lalu, setidaknya langkah awal sudah dimulai.

Mungkin suatu waktu, di masa depan, akan hadir berbagai tulisan tentang Bogor dari mereka-mereka yang pernah belajar ngeblog dari workshop ini. Lovely Bogor mungkin akan punya lebih banyak saingan berat di masa depan. Sesuatu yang justru akan sangat menyenangkan jika terjadi karena itulah ide di belakang lahirnya Lovely Bogor 3 tahun lebih yang lalu, yaitu untuk berbagi.

Semoga saja.

LEAVE A REPLY