Stop Scrolling! Kenalan Sama Kapten Muslihat, Pahlawan Underrated yang Patungnya Jadi Landmark Barumu di Bogor

Stop Scrolling! Kenalan Sama Kapten Muslihat, Pahlawan Underrated yang Patungnya Jadi Landmark Barumu di Bogor

Patung Keren di Jalan Merdeka—Siapa Sih Dia?

Guys, pernah nggak sih kalian lewat di sekitar Stasiun Bogor, dekat Jembatan Merah atau Jalan Merdeka, dan melihat patung cowok gagah yang lagi megang pistol, berdiri tegap banget di perempatan? Pasti sering, kan? Tapi, jujur deh, kalian tahu nggak siapa sosok di balik patung itu?

Dia bukan sekadar pajangan jalanan atau spot foto random. Dia adalah Kapten Tubagus Muslihat, salah satu pahlawan paling heroik dan Gen Z banget dari Kota Bogor. Patung yang sekarang kamu lihat di Simpang Jalan Kapten Muslihat/Jalan Merdeka itu adalah simbol ultimate dari semangat fight dan totalitas perjuangan di Kota Hujan.

Yuk, breakdown sejarahnya biar kalian nggak cuma aware, tapi juga respect!

Kapten Tubagus Muslihat adalah representasi sempurna dari semangat anak muda yang nggak mau kompromi sama penjajahan. Ini summary singkat kenapa dia wajib jadi panutan:

1. Komandan Under 20 (Gugur di Usia 19 Tahun)

Kapten Muslihat lahir di Pandeglang pada 26 Oktober 1926. Ia mengawali karier militernya di PETA (Pembela Tanah Air) di masa Jepang. Begitu Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, semangatnya langsung meledak. Dia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan diangkat sebagai Komandan Kompi IV Batalyon II TKR dengan pangkat Letnan Satu (yang kemudian dikenang sebagai Kapten).

Bayangkan, di usia yang baru menginjak 19 tahun—usia di mana kita mungkin lagi sibuk milih skincare atau tugas kuliah—Kapten Muslihat sudah memimpin pasukan untuk merebut fasilitas vital di Bogor, termasuk Stasiun Kereta Api dan Istana Bogor dari tangan penjajah (tentara Inggris/Sekutu). Dia adalah pemimpin sejati, guys!

2. Lokasi Gugur-nya Ada di Sekitar Kalian!

Pertempuran terakhir Kapten Muslihat terjadi di Jalan Banten (yang sekarang diabadikan menjadi Jalan Kapten Muslihat) pada 25 Desember 1945. Dengan gagah, ia memimpin pasukannya melawan tentara Gurkha (pasukan Sekutu).

Saat baku tembak sengit, Kapten Muslihat tertembak di perut. Hero-nya adalah: meski terluka parah, ia tetap berdiri dan terus menembaki musuh! Baru setelah tembakan kedua menembus pinggang, ia ambruk. Kapten Muslihat menghembuskan napas terakhirnya di hari Natal, meninggalkan duka mendalam sekaligus semangat membara bagi pejuang Bogor.

3. Wasiat Terakhir yang Deep Banget

Sebelum meninggal, Kapten Muslihat sempat berwasiat kepada istrinya yang sedang mengandung: jika anak mereka lahir, ia harus diberi nama “Merdeka.” Boom! Nama ini kemudian juga diabadikan sebagai nama jalan utama di Bogor, yaitu Jalan Merdeka.

Setiap kali kamu melewati persimpangan Jalan Kapten Muslihat dan Jalan Merdeka, kamu sedang berada di persimpangan sejarah dan pesan moral dari seorang pahlawan muda.

Fun Fact Patung: Dari Taman Topi ke Spot Sekarang

Nah, buat kalian yang nggak ngeh atau baru tahu, patung Kapten Muslihat yang sekarang berdiri gagah di Jalan Merdeka ini adalah versi re-born!

Dulu banget, patung Kapten Muslihat yang asli pernah berdiri di area yang kita kenal sebagai Taman Topi (sekarang sudah menjadi Alun-Alun Kota Bogor). Ketika Taman Topi dirobohkan untuk pembangunan Alun-Alun, patung tersebut sempat “pindah” alias tidak ada.

Namun, Pemerintah Kota Bogor menyadari betapa pentingnya ikon ini. Akhirnya, pada akhir tahun 2022, patung baru Kapten Muslihat diresmikan kembali di lokasi yang lebih strategis, yaitu di Simpang Jalan Kapten Muslihat/Jalan Merdeka, dekat Jembatan Merah.

Perpindahan ini punya makna: Patung itu dikembalikan ke titik di mana semangat perjuangannya benar-benar terasa, sebagai pengingat abadi bagi setiap warga dan pendatang yang melintasi pusat Kota Bogor.

Pesan buat Gen Z Bogor: Stay Inspired!

Patung Kapten Muslihat bukan sekadar monumen batu. Itu adalah pengingat harian bahwa Bogor punya legacy perjuangan yang nggak main-main.

  • Patung itu bilang: Semangat, keberanian, dan leadership itu nggak diukur dari usia, tapi dari totalitas dan pengorbanan.
  • Patung itu bilang: Kalau mau punya identitas yang kuat, kamu harus kenal sejarahmu sendiri.

Jadi, mulai sekarang, kalau kamu lewat di depannya, jangan cuma lewat doang. Coba berhenti sejenak, hargai keberadaannya, dan ingat: Bogor Merdeka berkat perjuangan pemuda sepertimu, Kapten Muslihat!

Mari Berbagi

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lorong Waktu Sebelah