Skip to content
Lovely Bogor

Lovely Bogor

The Stories

  • Icip-Icip
  • Singgah
  • Kilas
  • Sudut Kota
  • Navigasi
  • Rintik
  • Potret
  • English
Pusdikzi Bogor: Bukan Cuma Markas Tentara, Tapi Pabrik Jagoan Zeni yang Punya Cerita Misteri

Pusdikzi Bogor: Bukan Cuma Markas Tentara, Tapi Pabrik Jagoan Zeni yang Punya Cerita Misteri

August 15, 2026November 8, 2025

Halo dulur-dulur Bogor dan para netizen kekinian! Kalau ngomongin Bogor, … Lanjut .Baca

Categories Sudut Kota
Jalan Ciwaringin

BOCORAN RAHASIA! Jalan Ciwaringin: Dulu Tjiwaringin Laan, Sekarang Gerbang Hidden Gems Kota Bogor! Mahasiswa Wajib Tahu!

August 15, 2026November 8, 2025

HEBOH! Jangan Ngaku Anak Gaul Bogor Kalau Belum Tahu Asal … Lanjut .Baca

Categories Sudut Kota
STOP! Jangan Sampai Nyesel Seumur Hidup! Ini Dia Jaminan Anti Galau Saat Cari Kost-Kostan di Bogor Ala Anak Lokal!

STOP! Jangan Sampai Nyesel Seumur Hidup! Ini Dia Jaminan Anti Galau Saat Cari Kost-Kostan di Bogor Ala Anak Lokal!

August 15, 2026November 8, 2025

HEBOH! Tips Mahasiswa Baru Wajib Tahu Biar Nggak Kena Prank … Lanjut .Baca

Categories Rintik
A Portrait of Street Life: Ornamental Fish Vendors in Suryakencana, Bogor

Street Vibe and Little Treasures: The Fish Vendors of Suryakencana

August 15, 2026November 8, 2025

This photograph captures the authentic essence of daily life on … Lanjut .Baca

Categories English Version
Lawang Seketeng: Bukan Sekadar Jalan Biasa, Tapi Gerbang Rahasia Kota Bogor Zaman Baheula!

Lawang Seketeng: Bukan Sekadar Jalan Biasa, Tapi Gerbang Rahasia Kota Bogor Zaman Baheula!

August 15, 2026November 8, 2025

Seriusan, Ada Apa Sih di Balik Nama Jalan Lawang Seketeng … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Sisi "Tua" din Jadul Jalan Suryakencana - Sering Luput Dari Perhatian

Sisi “Tua” bin “Jadul” Jalan Suryakencana – Sering Luput Dari Perhatian

August 16, 2026November 8, 2025

Jalannya sendiri termasuk dalam wilayah “tua” di Kota Bogor dan … Lanjut .Baca

Categories Rintik
Ngirit Duit, Ngarawat Bumi: Kontribusi Bisnis Thrifting Bogor dalam Melawan Sampah Fashion

Ngirit Duit, Ngarawat Bumi: Kontribusi Bisnis Thrifting Bogor dalam Melawan Sampah Fashion

August 15, 2026November 7, 2025

Ti Baju Bekas Jadi Solusi: Kenapa Thrifting Penting di Kota … Lanjut .Baca

Categories Rintik
Kopi: Lebih dari Sekadar Minuman, Ini "Obat" Rindu Paling Ampuh untuk Warga Bogor yang Merantau

Kopi: Lebih dari Sekadar Minuman, Ini “Obat” Rindu Paling Ampuh untuk Warga Bogor yang Merantau

August 16, 2026November 7, 2025

Melacak Aroma Khas Tanah Pasundan: Kenapa Kopi Jadi Simbol Kerinduan? … Lanjut .Baca

Categories Rintik
Heroisme Lokal: Menyingkap Asal Mula Jalan Kapten Muslihat—Kisah Pengorbanan Sang Kapten di Palagan Bogor

Heroisme Lokal: Menyingkap Asal Mula Jalan Kapten Muslihat—Kisah Pengorbanan Sang Kapten di Palagan Bogor

August 15, 2026November 7, 2025

Di antara nama-nama Jenderal besar, Kota Bogor juga mengabadikan nama-nama … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Bogor's Fluffy Residents: Why the Street Cat Population is Booming and How Locals are Stepping Up

Bogor’s Fluffy Residents: Why the Street Cat Population is Booming and How Locals are Stepping Up

August 15, 2026November 6, 2025

Bogor, the ‘Rain City’ (Kota Hujan), is famous for its … Lanjut .Baca

Categories English Version
Kopi. Siapa yang tak kenal minuman hitam pekat dengan aroma memikat ini? Di Indonesia, kopi punya tempat istimewa. Tapi, di balik kenikmatannya, tersimpan cerita yang tak kalah pahit dari rasanya—yaitu kisah tanam paksa kopi, terutama di tanah Priangan, Jawa Barat. Awal Mula Kopi Masuk ke Tanah Jawa Kopi sebenarnya bukan tanaman asli Indonesia. Bibit kopi dibawa ke Jawa sekitar tahun 1696 oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), sebuah perusahaan dagang Belanda yang sangat berkuasa kala itu. VOC melihat potensi besar dari kopi untuk dijual di pasar Eropa. Tanaman kopi tumbuh subur di tanah pegunungan yang sejuk, seperti di daerah Priangan. Ketika Kopi Jadi "Paksaan" Pada awalnya, penanaman kopi berjalan biasa. Tapi seiring waktu, VOC dan pemerintah kolonial Belanda mulai menerapkan sistem yang sangat memberatkan, yaitu Tanam Paksa Kopi (atau dikenal dengan istilah aslinya, Koffie Stelsel). Sistem ini mewajibkan petani menanam kopi di sebagian tanah mereka, bahkan kadang seluruhnya, dan hasilnya harus diserahkan kepada pemerintah dengan harga yang sangat murah. Istilah ini memang merujuk pada sebuah peraturan yang menjadi fakta sejarah masa itu. Bayangkan, petani harus bekerja keras menanam, merawat, dan memanen kopi, tapi keuntungan besarnya justru dinikmati oleh Belanda. Mereka bahkan sering kelaparan karena lahan yang seharusnya ditanami bahan makanan pokok malah dipakai untuk kopi. Banyak warga yang menderita karena sistem ini. Peran Bupati Priangan dan Pertemuan di Buitenzorg Di tengah penderitaan rakyat, ada beberapa pemimpin daerah, yang disebut Bupati, di wilayah Priangan yang mulai merasa resah. Mereka melihat langsung bagaimana rakyatnya hidup susah. Salah satu bupati yang menonjol adalah Bupati Bandung, R.A.A. Wiranatakusumah II. Pada masa itu, pusat pemerintahan kolonial Belanda di Jawa ada di Buitenzorg (yang secara harfiah berarti "tanpa kekhawatiran," dan sekarang kita kenal sebagai Kota Bogor). Di sanalah para penguasa Belanda, termasuk Gubernur Jenderal, tinggal dan mengambil keputusan penting. Para bupati dari berbagai daerah sering diundang ke Buitenzorg untuk rapat atau sekadar melaporkan kondisi daerahnya. Dalam pertemuan-pertemuan di Buitenzorg itulah, para bupati Priangan, termasuk Wiranatakusumah II, berusaha menyuarakan penderitaan rakyat mereka. Mereka mencoba meyakinkan pemerintah kolonial agar mengurangi beban tanam paksa kopi. Tentu saja, ini bukan hal mudah. Belanda tidak mau kehilangan keuntungan besar dari kopi. Namun, keberanian para bupati ini menunjukkan bahwa ada perlawanan, setidaknya melalui jalur diplomasi dan laporan. Mereka tidak tinggal diam melihat rakyatnya menderita. Upaya mereka sedikit banyak membuka mata beberapa pejabat Belanda tentang kekejaman sistem tersebut. Warisan Pahit yang Mengharumkan Sistem Tanam Paksa Kopi memang akhirnya dihapuskan, sebagian besar karena desakan dari berbagai pihak dan bukti-bukti penderitaan yang tak terbantahkan. Namun, warisannya tetap ada. Kopi Indonesia, terutama dari Priangan, dikenal harum dan berkualitas tinggi di dunia. Setiap kali kita menyeruput secangkir kopi, ada baiknya kita mengingat kisah pahit di baliknya. Kisah perjuangan para petani dan para bupati seperti R.A.A. Wiranatakusumah II yang berjuang demi kesejahteraan rakyatnya. Dari mereka, kita belajar bahwa di balik keharuman dan kenikmatan, seringkali ada cerita panjang tentang sejarah dan pengorbanan. Penyesuaian yang dilakukan: Istilah Tanam Paksa Kopi diberi padanan istilah aslinya: (Koffie Stelsel). Nama tempat Buitenzorg diberi terjemahan harfiah sederhana: (yang secara harfiah berarti "tanpa kekhawatiran," dan sekarang kita kenal sebagai Kota Bogor).

Di Balik Nama Harum Kopi: Kisah Tanam Paksa Kopi dan Bupati Priangan di Buitenzorg

August 15, 2026November 6, 2025

Kopi. Siapa yang tak kenal minuman hitam pekat dengan aroma … Lanjut .Baca

Categories Kilas
Menguasai Halaman Satu Google: Strategi SEO Lokal Terbaik untuk Konten Bogor Paling Populer

Menguasai Halaman Satu Google: Strategi SEO Lokal Terbaik untuk Konten Bogor Paling Populer

August 15, 2026November 6, 2025

Di era informasi, menjadi populer di Bogor berarti menguasai halaman … Lanjut .Baca

Categories Rintik
Dari Gaya Hidup ke Bisnis: Menguak Persaingan di Segmen Healthy Food Bogor, Tren Salad dan Smoothie Bowl

Dari Gaya Hidup ke Bisnis: Menguak Persaingan di Segmen Healthy Food Bogor, Tren Salad dan Smoothie Bowl

August 15, 2026November 6, 2025

Kesadaran akan kesehatan dan gaya hidup wellness di Bogor meningkat pesat, didorong … Lanjut .Baca

Categories Rintik
Vibes Nostalgia: Jurus Pemasaran Paling Cihuy Bikin Kuliner Bogor Masa Kecilmu Booming Lagi!

Vibes Nostalgia: Jurus Pemasaran Paling Cihuy Bikin Kuliner Bogor Masa Kecilmu Booming Lagi!

August 15, 2026November 6, 2025

👵 Mama Calls: Mengapa Kuliner Jadul Bogor Tiba-Tiba Jadi Hype? … Lanjut .Baca

Categories Rintik
☕ Nongkrong Kekinian di Kota Hujan: Mengapa Lebih Gampang Mencari Cappuccino daripada Bir Kocok di Bogor?

☕ Nongkrong Kekinian di Kota Hujan: Mengapa Lebih Gampang Mencari Cappuccino daripada Bir Kocok di Bogor?

August 15, 2026November 6, 2025

🌐 Fenomena Ngopi di Bogor: Antara Tradisi dan Tren Global … Lanjut .Baca

Categories Icip-Icip
Older posts
Newer posts
← Previous Page1 … Page3 Page4 Page5 … Page109 Next →
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami/Contact us
  • Tentang Lovely Bogor
2026© Lovely Bogor. All rights reserved
  • Jalan-Jalan
  • Budaya & Warga
  • Sudut Kota
  • English Version