Sisi “Tua” bin “Jadul” Jalan Suryakencana – Sering Luput Dari Perhatian

Sisi "Tua" din Jadul Jalan Suryakencana - Sering Luput Dari Perhatian

Jalannya sendiri termasuk dalam wilayah “tua” di Kota Bogor dan memang kenyataannya Surken atau Jalan Suryakencana sudah ada sejak berabad lalu. Di masa kolonial Belanda, setidaknya di abad 19 namanya Handelstraat atau Jalan Perdagangan.

Sekarang pun, unsur yang paling ditonjolkan dalam berbagai kisah tentang wilayah ini adalah ke-vintage-annya alias ke-kuno-annya yang dijadikan daya tarik. Berbagai cerita atau kisah tentangnya akan selalu mengedepankan unsur jadul.

Hanya saja, kebanyakan selalu mengedepankan kuliner atau bangunan, atau kisah sejarahnya. Padahal, lebih dari itu.

Di Jalan Suryakencanam nasih ada kehidupan yang mewakili era “tua” bin jadul yang dulu pernah ada di kota ini.

Coba saja perhatikan sendiri kalau sedang berjalan-jalan, terutama di pagi hari. antara jam 7-10.00, Anda akan menemukan yang dimaksud.

Di trotoar sebelah kiri, sesuai arus lalu lintas, akan mudah ditemukan banyak sekali orang berumur, di atas 55-60 tahun sedang ngemper di sana. Mereka bukan mengemis, tetapi melakukan usaha “jadul” yang jelas tidak banyak lagi dilakukan di masa sekarang.

Mereka menjual uang kuno, uang lama, cincin batu akik, jam tangan bekas, pakaian bekas, bahkan piala bekas pun ada. Barang-barang yang di masa sekarang sudah sulit ditemukan.

Ada juga yang menjual komik masa dulu bekas, seperti Lucky Luke, si koboi yang selalu beruntung dan dulu pernah ngetop di kalangan anak muda.

Penjualnya kebanyakan sudah tua. Barang dagangannya juga jadul. Cara menjualnya pun sudah ketinggalan zaman pula dan masih mengandalkan pada menunggu keberuntungan datang.

Mereka mencerminkan sisi tua bin jadul dari Surken atau Jalan Suryakencana Bogor yang sekarang sedang beranjak menjadi modern.

Sisi "Tua" bin "Jadul" Jalan Suryakencana - Sering Luput Dari Perhatian

Mungkin pula, nuansa, yang anak sekarang sebut dengan vintage itu hadir karena adanya mereka-merka yang berasal dari zaman jadul masih hadir dan mempertahankan gaya kejadulan mereka. Entah, apakah nuansa jadul itu masih akan atau berkurang ketika suatu waktu mereka tidak lagi ada di sana.

Karena bagaimanapun, segala sesuatu pasti akan ada akhirnya.

Iya kan?

Mari Berbagi

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga :