Jalan Tentara Pelajar Bogor
Jalan Tentara Pelajar

Jalan Tentara Pelajar Bogor, bukanlah sebuah jalan yang ramai. Bisa dikata kemacetan memang jarang mampir kesini. Sesuatu yang jarang bisa dinikmati di Kota Bogor di masa sekarang.

Tidak terlalu ramainya jalan ini, mungkin disebabkan karena settingannya sejak masa dahulu, saat Belanda masih menjadi penguasa, adalah untuk menuju kawasan penelitian dan perumahan.

Jalan Tentara Pelajar, memang sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Dahulunya merupakan bagian dari Tjikeumeuh Weg (atau Jalan Cikeumeuh). Tjikeumeuh adalah sebuah aliran sungai kecil yang melalui jalan ini.

Setelah kemerdekaan, jalan ini dipecah menjadi dua bagian, yaitu Jalan Merdeka dan Jalan Tentara Pelajar. Oleh karena itulah, kalau kedua jalan ini sebenarnya saling menyambung membentuk sebuah garis lurus.

Panjangnya kurang lebih satu kilometer. Ujung Selatan bertemu dengan Jalan RE Martadinata, Jalan Manunggal dan Jalan Merdeka membentuk sebuah perempatan. Cirinya keberadaan sebuah gardu tua dengan tulisan Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu.

Jalan Tentara Pelajar BogorMemang jalan ini merupakan akses utama menuju kawasan yang sejak dahulu hingga masa kini merupakan sebuah area yang kental dengan nuansa pertanian. Oleh karena itu di sepanjang sisi jalan terdapat banyak sekali kantor yang berkaitan dengan pertanian, kehutanan atau peternakan.

(Simak : Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu)

Karena itulah, meski tidak lagi terdapat persawahan atau perladangan di sekitarnya, hingga saat ini nuansa pertanian masih sangat kental terasa.

Jalan Tentara Pelajar Akses menuju Taman Cimanggu dan Cimanggu Kecil

Di ujung Utara, Jalan Tentara Pelajar akan bercabang dua di wilayah yang disebut dengan Warung Legok. Kalau ke kiri, jalan mengarah memasuki perumahan atau Jalan Taman Cimanggu, sebuah perumahan yang dikembangkan di tahun 1980-an. Kalau ke kanan berarti memasuki kawasan Cimanggu Kecil.

Keduanya merupakan kawasan perumahan. Sudah tidak lagi terdapat persawahan.

Di sepanjang jalan hanya terdapat sebuah SPBU dan beberapa ruko. Tetapi, di sebelah utaranya banyak penduduk setempat menggunakan rumah mereka sebagai tempat usaha berupa kuliner atau bengkel sepeda motor.

Jalan Tentara PelajarHanya terdapat satu jajaran ruko dengan kuliner Mie Bakso AA sebagai maskotnya.

Kawasan ini agak ramai ketika musim nikah tiba. Beberapa gedung atau aula dari perkantoran di sekitar ini, seperti Gedung Pasca Panen sering dipergunakan sebagai tempat untuk resepsi pernikahan.

Dari kacamata wisata, jalan ini tidak menawarkan “sesuatu”. Toh, hanya sebuah jalan untuk menuju ke perumahan saja. Meskipun ada 2 tempat yang sebenarnya bisa menjadi obyek turisme, yaitu Taman Sains dan Kebun Wisata Ilmiah, tetap saja pamornya kurang terdengar.

Tetapi, dari kacamata saya, seorang penghobi fotografi, bagian sebelah Selatannya justru memberikan sebuah background yang bagus untuk sebuah foto. Hijau dan rindang.

Belum lagi, ketersediaan obyek berupa delman, becak dan tukang sayur. Sais-sais delman, yang kebanyakan tinggal di Cimanggu Kecil, menggerakkan kendaran mereka menuju pusat kota. Begitu juga dengan becak yang biasanya menuju ke Air Mancur atau merdeka. Kesemuanya memberikan ketersediaan obyek bagi orang yang gatal menjepretkan kameranya.

Jalan Tentara PelajarBila Anda ingin menuju ke kawasan ini, angkot no 12 Merah dari Stasiun Bogor atau Air Mancur adalah satu-satunya angkot yang melewati jalan ini.

Untuk yang menggunakan kendaraan pribadi, carilah Jalan Sudirman hingga ke Taman Air mancur. Lalu berbeloklah ke kiri ke arah Jalan RE Martadinata. Tidak akan luput karena ada Gardu Tua yang disebutkan di atas.

Kalau sudah bertemu dengan gardu ini berbeloklah ke kanan. Itulah Jalan Tentara Pelajar.

2 COMMENTS

  1. Waktu main ke Bogor, kayaknya saya belum pernah melewati jalan ini. Sebab, sewaktu melintas di Jalan Merdeka dari arah Selatan, terus ketemu perempatan, belok ke kanan buat masuk ke Jalan RE Martadinata.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.