Kebun Wisata Ilmiah Bogor

Kebun Wisata Ilmiah, itu namanya. Meskipun dalam namanya terkandung kata yang digilai oleh masyarakat, yaitu “Wisata”, ternyata tempat ini justru tidak banyak diketahui orang.

Aneh kan?

Tidak. Bahkan warga Bogor sendiri, termasuk saya, tidak menyadari bahwa tempat ini juga memiliki fungsi sebagai sebuah obyek wisata. Kalau secara tidak sengaja saya bertanya pada penjaga kebun ini, maka saya tidak pernah tahu bahwa Kebun Wisata Ilmiah ini boleh dikunjungi oleh umum.

Selama 38 tahun tinggal di Kota Hujan ini, saya beranggapan bahwa lokasi ini merupakan sebuah kebun khusus untuk para peneliti dan bukan untuk masyarakat umum.

Kebun Wisata Ilmiah Bogor

Kebun Wisata Ilmiah Bogor

Kebun Wisata Ilmiah Bogor berlokasi di Jalan Tentara Pelajar No 1, Cimanggu Kota Bogor.

Jalan tentara Pelajar sendiri merupakan salah satu jalan tua yang ada di kota ini. Dulunya jalan ini merupakan bagian dari Tjikeumeuh Weg (Jalan Tjikeumeuh) yang kemudian menjadi dua jalan, yaitu Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Merdeka.

Kawasan Cimanggu sendiri sejak masa kolonial Belanda merupakan sebuah area yang dijadikan pusat penelitian berbagai hal yang terkait dengan pertanian dan perkebunan. Di wilayah yang sama terdapat banyak sekali kantor-kantor dan kebun-kebun yang ditujukan untuk melakukan riset tentang produk pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Hal itu masih tetap berlangsung hingga saat ini. Beberapa kantor pusat penelitian berlokasi di kawasan ini. Termasuk diantaranya Lembaga Penelitian Veteriner yang merupakan salah satu Cagar Budaya di Kota Bogor.

Oleh karena itu, banyak masyarakat, lagi-lagi termasuk saya, berasumsi bahwa semua kebun yang ada di Cimanggu hanyalah untuk para peneliti.

Kebun Wisata Ilmiah Bogor

Kebun Wisata Ilmiah sendiri memiliki luas hampor 4 hektar. Menurut data, kebun ini mulai berfungsi sejak tahun 1876 dengan nama Cultur Tuin (Taman Budaya).

Sekarang kebun ini juga dikenal sebagai Balai Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat. Kebun ini berada dalam pengelolan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia.

Nama lainnya itu merujuk pada jenis tanaman yang dibudidayakan di dalam kebun ini. Berbagai jenis tanaman penghasil rempah-rempah atau yang bisa dipergunakan sebagai obat-obatan bisa ditemukan disini.

Bisa disebutkan nama Tapak Dara yang bisa dipergunakan untuk mengatasi Diabetes dan Hipertensi. Kemudian Zodia, sang pengusir nyamuk dan Stevia, si pengganti glukosa bagi penderita diabetes.

Paling tidak ada kurang lebih 250 jenis tanaman yang ada di kebun yang tidak seberapa luas ini. Beberapa tidak berupa tanaman obat atau rempah, tetapi merupakan tanaman yang lazim ditemukan di perkebunan seperti karet, jarak , coklat.

Kebun Raya Mini

Kebun Wisata Ilmiah Bogor

Mau tidak mau, kesan tersebut timbul ketika berada di dalam Kebun Wisata Ilmiah ini.

Pepohonan tinggi memenuhi sebagian besar lokasi kebun. Yang membuatnya mirip dengan Kebun Raya Bogor adalah pada setiap pohon tercantum nama Latin tanaman tersebut, sesuatu yang juga dilakukan di Kebun Raya Bogor.

Hal ini sebenarnya bisa dimengerti karena meskipun terpisah dengan jarak sekitar3-4 kilometer dari Kebun Botani pertama di Asia Tenggara itu, kedua kebun ini memiliki fungsi serupa, sebagai kebun penelitian. Kebun Raya Bogor pun hingga saat secara resmi merupaka Pusat Koservasi Tanaman selain sebagai tempat tujuan wisata.

Di tengah Kebun Wisata Ilmiah terdapat sebuah taman kecil dengan sebuah tugu yang menarik bentuknya. Entah apa makna tugu ini tetapi terlihat menyilaukan karena bahannya bukanlah semen atau kayu.

Lambangnya mirip dengan berbagai lambang yang dipergunakan oleh berbagai pusat penelitian pertanian atau perkebunan. Bahkan agak mirip dengan logo Institut Pertanian bogor karena sama-sama menyerupai daun.

Lagi-lagi tidak aneh mengingat kaitan antara kedua institusi ini.

Kebun Wisata Ilmiah Bogor ini juga diperlengkapi dengan toilet umum serta musholla. Hal ini terkait dengan sebuah wacana yang dulu sempat ada untuk menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata. Bahkan terdapat pos yang mungkin dulunya akan difungsikan seperti loket penerima kunjungan dan penjualan karcis.

Kebun Wisata Ilmiah bogor

Sayang memang. Sepertinya pihak pengelola masih ragu untuk menjadikan Kebun Wisata Ilmiah sebagai sebuah obyek wisata.

Walaupun keraguan itu bisa dimengerti mengingat kebun ini pun masih memiliki fungsi lain sebagai sarana penelitian. Kehadiran pengunjung umum dalam jumlah banyak dapat mengganggu mereka yang memang bekerja untuk melakukan penelitian. Apalagi lokasinya tidak seberapa besar.

Meskipun demikian, bila Anda ingin melihat dan berkunjung kesini, tentu tidak masalah. Hanya lakukan pada hari kerja, Senin hingga Jumat dan bukan hari libur. Kebun Wisata Ilmiah tutup di hari-hari tersebut.

Cara Menuju Ke Kebun Wisata Ilmiah Bogor

dari Stasiun Bogor

Pergunakan angkot no 12 Merah yang biasa mangkal di depan pintu keluar stasiun. Selebihnya duduk manis saja hingga Anda melihat sebuah Gardu Listrik Tua peninggalam masa lalu bertuliskan KAMPUS PENELITIAN PERTANIAN CIMANGGU. Berarti Anda harus bersiap turun.

Kebun Wisata Ilmiah Bogor berada hanya kurang dari 100 meter dari gardu tersebut.

dari Terminal Baranangsiang

Dengan memperhitungkan kemungkinan perubahan rute angkot mulai tggl 1 April 2016, maka pergunakan angkot no 03 Merah dan turun di halte seberang Stasiun Bogor.

Selebihnya bisa ikuti petunjuk dari arah Stasiun bogor

Kebun Wisata Ilmiah Bogor

dengan Kendaraan Pribadi

arahkan kendaraan Anda untuk menuju ke Taman Air Mancur/Jalan Sudirman.

Kemudian berbeloklah ke arah Jalan RE Martadinata (melewati Pintu perlintasan Kereta RE Martadinata dan Jembatan Besi). Anda akan menemukan pertigaan dan Gardu Listrik Tua seperti disebut di atas.

Berbeloklah ke kanan memasuki kawasan Cimanggu.

Selamat menikmati suasana Kebun Raya Mini!

4 COMMENTS

    • Tidak ada kegiatan apapun yang ditawarkan karena lebih banyak sebagai kebun penelitian.

      Yan gsering dilakukan adlaah belajar tentang berbagai jenis tanaman obat-obatan yang ada di Indonesia

LEAVE A REPLY