Lalu Lintas Bogor
Lalu Lintas Bogor Terburuk di Dunia – Headline Radar Bogor Kamis 15 Oktober 2015

“Lalu Lintas Bogor Terburuk Sedunia”. Begitu bunyi headline di Radar Bogor edisi Kamis, 15 Oktober 2015 lalu.

Sudah lecek korannya padahal belum sempat dibaca. Kebiasaan buruk penulis adalah menunda membaca koran karena sepulang kerja, biasanya langsung menulis. Headline tersebut baru terbaca 2 hari kemudian ketika sedang membereskan tumpukan koran.

Wah, sebuah headline yang sangat menantang. Pikiran pertama yang timbul ketika melihatnya adalah “pasti ada yang kebakaran jenggot lagi”. Maksudnya, pasti akan ada lagi pejabat dari jajaran Pemda Kota Bogor yang langsung membantah berita tersebut.

Ketika membaca berita yang cukup panjang untuk ukuran Radar Bogor, tepat sekali dugaan penulis. Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman langsung membantah dengan memberi dua argumen

  • Kalau Lalu Lintas Bogor terburuk atau sedemikian buruknya, maka masyarakat dalam dan luar Bogor tidak akan merasa nyaman memburu kuliner setiap akhir pekan.
  • Buktinya Presiden Joko Widodo mau tinggal di Kota Bogor (Istana Bogor). Tidak mungkin beliau bersedia kalau lalu lintas Bogor sangat buruk

Kemudian, sang Wawli Kota Bogor juga mengatakan agar penyelenggara survei tidak hanya bisa mengkritik, tetapi juga memberikan solusi.

Itulah inti berita dari Radar Bogor hari Kamis yang lalu.

Lalu Lintas Bogor Terburuk
Pemandangan kemacetan di ruas jalan Dramaga

Siapa yang berani menyebut lalu lintas Bogor terburuk?

Lembaga mana kali ini, setelah Kementrian Perhubungan di tahun 2014, yang berani dan tega menganugerahkan gelar “terburuk” di kategori lalu lintas pada Kota Hujan?

Jawabnya WAZE!

Tentu Anda sudah tahu Waze itu apa? Kalau belum Waze itu adalah nama sebuah perangkat atau aplikasi yang bisa diunduh gratis di Google App Store dari perangkat Android atau Smartphone.

Nama pengembangnya Waze Mobile. Silakan lihat website Waze Mobile di https://www.waze.com

Aplikasi ini merupakan aplikasi yang bisa memberikan panduan rute, navigasi kepada pengguna jalan. Informasi yang dikumpulkan oleh waze berasal dari para pengguna jalan sendiri. Datanya selalu di-update berdasarkan informasi real time dari para pemakai aplikasi yang sedang berada di jalan.

Survei yang membuat Waze memberikan gelar lalu lintas yang paling menyebalkan kepada Bogor berdasarkan pada data yang diterima dari 50 juta pengguna aplikasinya di seluruh dunia.

Hasil analisa mereka menempatkan Bogor sebagai salah satu kota yang paling menyebalkan bagi pengemudi. Indeks yang didapat oleh Kota Talas ini hanyalah 3.1 yang berarti sangat rendah. Masih sedikit di atas Bandung yang memiliki indeks 3.

Baca juga : Titik Macet di Kota Bogor – 11 Terparah

Lalu Lintas Bogor Terburuk

Benarkah Lalu Lintas Bogor Terburuk Sedunia?

Jawabnya tidak. Bahkan menurut Waze pun tidak demikian. Kalau beritanya ditelaah lagi, maka Waze tidak menyebutkan bahwa Lalu Lintas Bogor Terburuk Sedunia.

Dalam kategori lalu lintas yang paling menyebalkan pengemudipun, di atas Bogor masih ada beberapa kota lain seperti Caracas (Venezuela) dengan indeks 3,1, Bandung (Indonesia) dengan indeks 3.0 dan Guatemala City (Guatemala) berindeks 3.

Jadi Bogor bukanlah kota “terburuk”. Buruk ya, tetapi bukan yang terjelek. Headline tersebut hanyalah usaha menarik calon pembeli harian Radar Bogor.

Meskipun demikian, indeks 3.1 tidaklah bagus. Sangat tidak bagus.

Lalu mana yang benar Waze atau Wakil Walikota Bogor?

Penulis akan menceritakan sebuah pengalaman sedikit dari seorang teman masa SMA dahulu. Pada saat reuni 11 Oktober yang lalu, ia kembali ke Bogor.

Ia menceritakan ketika menempuh jarak dari Pool Damri di sebelah Botani Square menuju ke Kampus IPB Dramaga. Jarak yang ditempuh hanya belasan kilometer saja.

Berapa waktu tempuhnya untuk jarak belasan kilometer tersebut? Tiga setengah jam, dalam angka 3 1/2 jam alias 210 menit saja! Hari tersebut hari Sabtu 10 Oktober 2015. Ia menyebut lalu lintas Bogor seperti neraka!

Lalu Lintas Bogor Terburuk Sedunia
Kemacetan Rutin di Jalan Soleh Iskandar Bogor

Entah, bagaimana cara sang Wakil Walikota menyebutkan bahwa lalu lintas Bogor nyaman bagi pengemudi? Hanya, 3.5 jam waktu untuk belasan kilometer sangatlah tidak nyaman bagi seorang pengendara.

Penulis sendiri beranggapan bahwa argumen yang diberikan sang Wakil Walikota Bogor membingungkan.

Bisa Anda coba analisa sedikit.

Pernyataan pertama : Kalau masyarakat dalam dan luar Bogor tidak merasa nyaman dengan lalu lintas Bogor, mereka tidak akan memburu kuliner di akhir pekan?

Berburu kuliner tidak ada kaitannya dengan nyaman tidaknya berkendara. Keinginan berlibur dan menikmati suasana barulah yang mendorong banyak pengunjung Bogor datang.

Lalu Lintas Bogor Terburuk Sedunia
Kemacetan di Jalan Tol Ciawi menuju Puncak

Begitu pula daya tarik Kebun Raya Bogor dan berbagai tempat wisata curug sangat besar. Lihat saja pengunjung Puncak yang sudah pasti tahu bahwa jalur ke arah kawasan tersebut selalu macet setiap akhir pekan. Mereka tetap saja pergi karena kawasan wisata tersebut memang sangat menarik.

Baca juga : Mengapa Warga Bogor Malas Pergi Ke Puncak

Pernyataan Kedua : Kalau lalu lintas Bogor terburuk, buktinya Bapak Presiden RI mau tinggal di Bogor.

Logika awam seperti penulis mengatakan seorang Presiden akan selalu dikawal oleh voorrijder. Jalurnya juga akan disterilisasi sesuai dengan Undang-Undang yang ada.

Yang pasti Presiden RI tinggal di ISTANA BOGOR yang memiliki pekarangan luas dan nyaman.

Beliau sudah hampir pasti tidak akan berkendara sendiri dalam sebuah mobil kesana kemari.

Lalu mengapa dijadikan alasan sebagai bukti bahwa lalu lintas Bogor nyaman?

Tidakkah Anda merasa aneh dengan argumen tersebut?

Penulis merasa tidak. Pak Wakil Walikota hanya sedang menjalankan tugasnya untuk mengcounter berita negatif tentang kota yang dipimpinnya.

Tentu saja tidak akan menyenangkan kalau sesuatu hal yang buruk terjadi di masa beliau menjabat. Meskipun pernyataannya seperti yang ditulis Radar Bogor agak membingungkan dan tidak sesuai dengan perasaan pengendara di jalanan.

——-

Gelar baru sebagai kota dengan lalu lintas terburuk sedunia ala Radar Bogor, bukan Waze, mungkin terdengar bombastis dan berlebihan. Data yang dipaparkan sudah membantah gelar tersebut.

Meskipun demikian, lalu lintas Bogor itu buruk karena sangat tidak nyaman dengan kemacetan dimana-mana rasanya sulit dibantah. Pengalaman berkendara di kota ini sangatlah melelahkan.

Bagaimana pendapat Anda? Pernahkah Anda berkendara di kota ini? Silakan bagi pengalaman Anda disini.

LEAVE A REPLY