Museum Etnobotani BogorPernah Anda mendengar nama Museum Etnobotani? Tahukah Anda dimana lokasinya berada? Tahukah Anda kalau ongkos masuk ke museum ini masih di bawah harga semangkuk bakso?

Mohon jangan tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas. Tidak ada maksud menyudutkan karena saya cukup sadar bahwa budaya berkunjung ke museum di tanah air kita ini masih sangat rendah dibandingkan dengan masyarakat di negara-negara maju.

Bukan sebuah hal yang mengherankan mendengar, melihat atau mengetahui fakta-fakta bahwa museum bukanlah tempat kunjungan wisata favorit.

Jadi “no offense”. Kalaupun Anda tidak tahu jawaban semua pertanyaan di atas, bukan sebuah masalah. Ribuan, puluhan ribu, atau bahkan jutaan orang juga mungkin tidak akan bisa menjawab tanpa bantuan Mesin pencari (Search Engine) Google atau Yahoo atau Bing.

Nah, karena Anda akhirnya sudah sampai ke artikel ini, daripada hanya sekedar mengetahui jawaban dari tiga pertanyaan di atas, mengapa tidak Anda teruskan untuk mengetahui apa, dimana, dan isi dari Museum Etnobotani itu.

Tidak akan lebih dari 5 menit saja untuk membaca keseluruhan kata dan kalimat yang ada dalam tulisan ini. Bukan sesuatu yang lama, bukan begitu?

Setelah membaca artikel ini, bisa dipastikan Anda akan bisa menjawab ketiga pertanyaan tersebut dengan mudah. Bahkan, Anda bisa mulai bercerita kepada rekan, saudara, pacar, sahabat tentang museum yang satu ini.

Apa Itu Museum Etnobotani?

Museum Etnobotani Bogor
Peralatan Memasak

Bisa terbayang apa isi Museum Etnobotani dengan melihat foto peralatan memasak dan minum di atas?

Belum? Don’t worry. Jangan khawatir. Memang masih sulit menerka bila kita tidak mengetahui arti kata ETNOBOTANI itu sendiri. Istilah ini sendiri memang sangat berbau ilmiah, dan kadang membuat kita ruwet.

Meskipun demikian, tidak ada salahnya bila kita mengetahuinya, toh tidak ada ruginya menambah pengetahuan sedikit dari sisi antropologi (ilmu yang mempelajari tentang manusia).

Istilah ETNOBOTANI

Kata ini terbentuk dari dua buah kata

Etno : berasal dari kata etnik atau etnis yang berarti suku bangsa

Botani : berasal dari bahasa Yunani yang berarti “rerumputan”. Dalam hal ini kata botani berarti ilmu yang mempelajari mengenai tumbuh-tumbuhan.

Jadi, ketika keduanya digabungkan maka terciptalah kata baru etnobotani. Kata ini bisa diartikan sebagai cabang ilmu tumbuh-tumbuhan yang khusus meneliti tentang hubungan antara kehidupan suku-suku asli dengan berbagai tetumbuhan di sekitarnya. 

Mungkin, kalau dibuatkan ilustrasi tentang hal tersebut bisa dilihat dari foto di bawah ini.

Museum Etnobotani Bogor
Peralatan Yang terbuat Dari Bambu

Gambar di atas memperlihatkan berbagai peralatan yang terbuat dari bambu (tumbuhan), yang pernah dan masih dipakai, oleh sebagian manusia/suku bangsa di Indonesia.

Ya. Itulah ilustrasi sederhana dari apa itu etnobotani. Manusia memanfaatkan alam untuk memperbaiki kehidupannya. Langkah yang kemudian membentuk sebuah cara hidup di dalam sebuah masyarakat.

Sesederhana itu. Memang sesederhana itu penjelasan dari etnobotani walaupun istilah ilmiahnya terkesan keren tetapi membuat pening.

Pencetus kata ini adalah seorang antropolog (ahli antropologi) asal Amerika Serikat, Harsberger, tahun 1895.

Jadi, apa itu Museum Etnobotani?

Sama sederhananya penjelasannya. Museum Etnobotani adalah tempat untuk menyimpan berbagai artefak atau peninggalan materi yang berasal dari alam (tumbuhan) dan perannya dalam kehidupan suku-suku bangsa asli (di Indonesia).

Museum Etnobotani Bogor

Museum Etnobotani bogor
Diorama Perlengkapan Yang Terbuat Dari Pohon Pisang

Lokasi Museum Etnobotani

Nah, dari sub judul di atas, satu pertanyaan lagi sudah terjawab, bukan begitu?

Memang begitulah adanya. Museum Etnobotani ada di Bogor, tepatnya di Jalan Juanda no 22-24. Lokasi yang sangat dekat dengan Istana dan Kebun Raya Bogor. Bahkan sebenarnya berada di seberang kedua tempat ini, yaitu di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) – Pusat Penelitian Biologi.

Tempat yang sekarang dipergunakan dulu dikenal sebagai HERBARIUM BOGORIENSE, sebuah pusat penelitian tentang tanaman lainnya yang dibentuk oleh pengelola Lands Platentuin (cikal bakal Kebun Raya Bogor) tahun 1834.

Herbarium Bogoriense kemudian dipindahkan ke Cibinong agar bisa menampung lebih banyak lagi specimen dan merupakan Herbarium terbesar ketiga di dunia.

Oleh karena itu di halaman depan gedung akan terlihat dua tulisan sekaligus yaitu Herbarium Bogoriense dan Museum Etnobotani. Silakan lihat foto di bawah.

Museum Etnobotani Bogor
Halaman Depan Gedung LIPI – Museum Etnobotani

Sejarah Singkat Museum Etnobotani 

Museum Etnobotani Bogor sendiri berdiri di tahun 1982 dengan peresmian yang dilakukan oleh BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menristek (Menteri Riset Dan Teknologi).

Ide awal pendiriannya sendiri dicetuskan 20 tahun sebelumnya, tahun 1962 oleh Ketua LIPI saat itu, Prof. Sarwono Prawirohardjo. Realisasinya ternyata membutuhkan waktu panjang, 20 tahun sebelum bisa terwujud.

Apa Yang Bisa Dilihat Di Museum Etnobotani?

Good question! Sebuah pertanyaan yang sangat bagus dan baik karena mencerminkan inti dari mengapa museum ini tidak ramai dikunjungi dan bahkan dikenal.

Wisatawan mengharapkan “hasil” dari uang yang dikeluarkannya. Lalu apa yang bisa didapatkan dari memasuki ruang gelap di museum ini?

NORMAL! Tidak ada yang salah karena itu sifat manusia.

Museum Etnobotani BogorSaya hanya akan menyarankan seidkit saja agar hasil yang didapat maksimal. Tanpa ini, Anda hanya akan melihat-lihat benda tanpa mengerti makna dari benda-benda tersebut.

PERGUNAKAN IMAJINASI! Itu saja sarannya. Berpura-puralah Anda sedang menjadi seorang travel blogger atau bahkan lebih baik lagi bila bisa “menjadi” bagian dari suku-suku asli di Indonesia.

Bayangkan Anda sedang menjadi pengguna dari artefak-artefak yang ada di depan Anda.

Mengapa saran ini diberikan? Karena yang akan dilihat di dalam Museum Etnobotani kebanyakan adalah berupa diorama (etalase kaca dengan tema) dan juga benda-benda yang kebanyakan sudah tidak dipergunakan dalam kehidupan manusia Indonesia dewasa ini.

Jadi diperlukan adanya imajinasi dari yang melihat.

Diorama Di Museum Etnobotani

Museum Etnobotani Bogor
Deretan Diorama

Diorama dalam Museum Etnobotani Bogor bisa dipisahkan dalam dua jenis besar.

Yang pertama menggambarkan jenis tumbuhan dan berbagai barang yang bisa dihasilkan dari tumbuhan tersebut.

Sebagai contohnya, ada diorama tentang pandan. Bersama dengan penjelasan singkat, didalamnya akan terdapat benda-benda yang terbuat dari daun tanaman ini, seperti tikar, topi, tas, dan berbagai macam hasil penggunaan daun pandan.

Beberapa diorama terpisah akan memperlihatkan bambu dan kegunaannya bagi suku-suku asli (manusia) di Indonesia.

Museum Etnobotani Bogor
Diorama Pandan

Yang Kedua akan memperlihatkan bagaimana suku-suku di Indonesia memanfaatkan tumbuhan. Contohnya, adalah diorama Batak yang memperlihatkan bentuk rumah suku tersebut di masa lalu dimana atapnya masih mempergunakan “rumbia”.

Juga terdapat diorama Toraja yang membawa tema hubungan antara tumbuhan dan budaya di tanah tersebut.

Museum Etnobotani Bogor
Bentuk Rumah Tradisional Dengan Atap Dari Rumbia

Paling tidak ada sekitar 50 diorama dengan berbagai tema yang berjejer dalam 5 lajur. Masing-masing akan membawa Anda ke sebuah topik yang berbeda. Beberapa topik atau tema lainnya seperti “Permainan Anak-Anak”, “Labu Minum” dan “Pakaian”

Anda juga bisa menemukan informasi yang tertulis di dekat kaca tentang nama-nama benda yang ada di balik kaca. Penataannya sangat apik dimana artefak-artefak diberi nomor dan daftar namanya tercantum di bagian yang dapat dilihat oleh pengunjung.

Artefak-artefak di Museum Etnobotani

Selain diorama, terdapat pula berbagai benda yang dipergunakan oleh berbagai suku di Indonesia, di masa lalu (bahkan mungkin masih dipergunakan saat ini).

Seperti contohnya, bajak sawah yang hingga kini masih dipergunakan untuk menggarap sawah dan ladang di berbagai daerah. Benda ini diletakkan pada panggung tersendiri.

Silakan lihat di bawah ini

Museum Etnobotani Bogor
Bajak

Pada beberapa sisi museum, bisa ditemukan berbagai macam benda lain yang berkaitan dengan kehidupan manusia, seperti alat berburu, peralatan untuk mengangkut barang, peralatan tenun tradisional.

Kesemuanya dipamerkan secara terbuka dalam ukuran sebenarnya.

Museum Etnobotani Bogor
Peralatan Tenun

Spesimen 

Museum Etnobotani bogor
Deretan Spesimen tumbuhan

Ketika Anda menelusuri lajur dengan lajur, Anda akan menemukan juga beberapa toples atau tabung bertutup tembus pandang dari plastik.

Ada yang dipajang di atas sebuah rak khusus dengan tema tertentu. Ada pula yang diletakkan pada rak secara berjejer tanpa tema tetapi dengan keterangan.

Ini adalah berbagai spesimen tanaman yang sudah diawetkan. Spesimen-spesimen ini diambil dari seluruh penjuru Indonesia dan kemudian dikeringkan, disimpan dan diberi label keterangan.

Museum Etnobotani Bogor

Ini adalah bagian dari Herbarium Bogoriense yang tetap menjadi bagian dari Museum Etnobotani.

Beberapa dari spesimen tidak dikeringkan dan terendam dalam cairan dalam toples atau wadah tembus pandang. Seperti contoh, foto pertama di tulisan ini yang dikenal sebagai “Nenas Gila“. Semua ini bisa dilihat pada “Koleksi Basah” alias spesimen yang diawetkan dengan cara direndam.

Museum Etnobotani Bogor
Koleksi Basah

Saya tidak akan menguraikan satu persatu tentang apa yang bisa dilihat. Tetapi, saya rasa foto-foto di atas akan memberikan gambaran apa yang akan ditemukan dalam Museum Etnobotani Bogor.

Itulah mengapa Anda diberi saran untuk membiarkan imajinasi Anda bebas. Bayangkan Anda mempergunakan alat tenun, berada di dalam rumah Toraja beratap rumbia. Hal itu akan memberikan kesan tersendiri dibandingkan hanya sekedar melihat dan membaca keterangan.

Berapa Harga Tiket Masuk Museum Etnobotani Bogor?

Untuk menjawab pertanyaan terakhir, yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk melihat berbagai kegunaan tumbuhan bagi suku-suku di Indonesia.

Berapa Anda membayar untuk menikmati semangkuk bakso faforit Anda? Rp. 10.000.-? Rp. 20.000.-? Ambillah Rp. 20.000.- untuk seporsi bakso.

Museum Etnobotani Bogor
Suasana di dalam Museum Etnobotani Bogor

Maka, tiket masuk museum ini adalah 1/4 saja alias hanya Rp. 5.000.- saja per orang.

Mahal? Murah? Semua akan tergantung pada Anda.

Saya hanya bisa mengatakan bahwa dengan pengetahuan tentang kehidupan dan budaya manusia yang ada di dalam museum ini, rasanya harga tersebut terlalu murah.

Sayangnya, kalau melihat daftar tamu yang datang melihat-lihat ternyata sangat pendek. Rupanya, mungkin, banyak yang masih menganggap nilai uang Rp. 5.000.- terlalu mahal.

Jam operasi Museum Etnobotani

Senin-Kamis 08.00-16.00
Jumat 08.00-11.00 13.00-16.00

Cara Menuju Museum Etnobotani 

Sangat tidak sulit menemukan lokasi museum ini. Lokasinya di Jalan Juanda membuatnya mudah diakses dari semua arah.

Bila Anda ingin pergi ke museum Etnobotani ini, silakan ikuti beberapa panduan sebelumnya

Dari Arah Stasiun Bogor : Menuju Kebun Raya Berjalan Kaki Dari Stasiun Bogor

(Update : dengan pemberlakukan/uji coba Sistem Satu Arah Seputar Kebun Raya Bogor tanggal 1-4 April 2016, menggunakan angkot justru akan menghabiskan waktu karena harus memutari Kebun Raya Bogor dulu. Lebih mudah dengan berjalan kaki)

Dari Arah Terminal BaranangSiang : Cara Menuju Ke Bogor Trade Mall / Mall BTM

(Update : dengan pemberlakuan/uji coba Sistem Satu Arah Seputar Kebun Raya Bogor. Maka cara menuju ke Museum Etnobotani dari Terminal Baranangsiang mengalami perubahan.

Pergunakan angkot no 03 merah dari depan Tugu Kujang atau Pintu masuk Terminal, atau bisa juga 08 Merah. Angkot ini akan melewati Jalan Juanda dari arah Jalan otista.

Lalu berhentilah tepat di depan Museum)

Bisa juga Anda ikuti : Jalan Juanda – Sisa-Sisa Masa Lalu

——–

Museum Etnobotani BogorMungkin, sepinya banyak museum di Indonesia disebabkan oleh kurangnya promosi tentang tempat-tempat ini. Mungkin pula itu yang menyebabkan orang Indonesia lebih suka membelanjakan uangnya, bahkan membayar lebih mahal. untuk semangkuk bakso . Padahal tempat seperti Museum Etnobotani ini bisa memberikan lebih kepada kita.

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Itu kata pepatah. Tidak heran bila banyak sekali yang tidak bisa menjawab ketiga pertanyaan di awal artikel ini. Alasannya karena mereka tidak mengenal Museum Etnobotani.

Kalau mereka tidak mengenal, bagaimana mereka akan menyayangi.

Itulah mengapa artikel ini dibuat. Semoga dengan tulisan sederhana ini bisa memperkenalkan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kota Bogor.

Dengan membaca tulisan ini berarti setidaknya Anda sudah mengenal. Oleh karena itu, saya mohon bantuan Anda untuk bisa menyebarkannya. Semakin banyak yang mengenal museum ini dan pada akhirnya akan semakin banyak yang menyayanginya.

Terima kasih sebelumnya atas kesediaannya.

6 COMMENTS

  1. Syaima Rima Saputri

    Assalalaam. Terima kasih pak, ulasan ttg museum etnobotaninnya. Saya tertarik dengan dunia etnobotani. Kebetulan saya Ada rencanan lanjut kuliah di luar negara yg kira2 punya sistem yg bagus dalam mempertahankan kearifan lokal.tapi saya masih belum menemukan negara mana. Pas lagi searching nemu artikel ini dan menarik. Ternyata di indonesia sudah ada pengoleksian artefak yg berkaitan dgn etnobotani. Trm kasih ilmunya pak 🙂

    • Wa alaikum salam.. senang mendengarnya. Kalau memang berniat mempertahankan kearifan lokal, tidak perlu kuliah di luar negeri. Yang terpenting kesadaran di diri kita untuk membantu melestarikannya.

      Selamat belajar ya dik.

  2. Saya 5 thn d bogor.prtm yg ingin dkunjungi wkt itu adlh museum zoologi dan sdh sy kunjungi.seneng krn itu impian sy wkt SMP dn br trcpi ktk sy brksmptn dpt krj d bogor. Hm..museum etno botani bkn yg deretan BTM itu ya? Hmpir tiap hr lwt klo plg dr kmpus unpak.klo btl,knp ya dl sy g ksna?kykny tmptny itu sepi gitu..tp sy nyesel kykny skr g ksna.skr sy sdh tdk d bogor lg 😂

    • Wahh…anak Pakuan rupanya.

      Ga papa. Waalu sudah tidak di Bogor, suatu waktu pasti ada kesempatan untuk datang lagi ke Kota Hujan. Kalau kesempatan itu ada, jangan lewatkan Museum Etno Botani. Biar sepi, tapi menarik untuk dilihat lho.

      Benar jajaran BTM patokannya deket dengan Kantor LIPI/SMAN I atau Kantor Pos di Jalan Juanda

      \Sukses selalu Raham dimanapun berada sekarang

  3. Memang kak, kebanyakan kalau musium itu masih sepi kunjungan. Walaupun ke Museum biasanya yaw anak sekolah atau memang ada tugas ke museum yang bersangkutan,,,, museum ini sepertinya menarik untuk dikunjungi 🙂 tapi ada juga dink museum yang ramai pengunjung seperti museum Angkut dan museum Andrea Hirata 🙂

    • Nah, itu dia. Padahal di negara maju, pengunjung museum itu sangat banyak. Bahkan banyak negara sudah ada museum online.

      Jadi memang ada kaitannya antara menghargai masa lalu dan kemajuan. Sayangnya, memang masih sedikit yang ramai.

LEAVE A REPLY