Pedagang sayur bermotor yang justru berdagang tepat di bawah tanda dilarang berjualan ini dipotret di Bukit Cimanggu City, di sebelah Koramil Tanah Sareal.
Potret ini menggambarkan betapa kedisiplinan warga dalam mematuhi aturan yang dibuat masih sangat rendah. Bahkan, di wilayah yang menurut banyak orang sebagai perumahan “elite” sekalipun, kesadaran itu terlihat belum ada.
![[FOTO] Tanda Dilarang Berjualan Mah Tidak Ada Gunanya](https://lovelybogor.com/wp-content/uploads/2023/08/Tanda-Dilarang-Berjualan-Mah-Tidak-Ada-Gunanya-2.jpg)


![[FOTO VIRAL] Detik-detik Ajaib, Satwa Liar Menyempurnakan Karya Seni Abadi](https://lovelybogor.com/wp-content/uploads/2025/10/FOTO-VIRAL-Detik-detik-Ajaib-Satwa-Liar-Menyempurnakan-Karya-Seni-Abadi-870x570.jpg)

![[FOTO] Pembukaan Kembali Lapangan Golf Pertama di Kota Bogor Tahun 1947](https://lovelybogor.com/wp-content/uploads/2024/01/FOTO-Pembukaan-Kembali-Lapangan-Golf-Pertama-di-Kota-Bogor-Tahun-1947-870x570.jpg)


Tapi di foto terlihat ada warga tetap membeli. Ini antara kebutuhan (beli di tempat terdekat) dan larangan.
Yap… betul sekali ketidakpatuhan itu dilakukan semua pihak.. hahahahah
Waduh… memang sulit mengubah “habit” yang sudah “terlanjur”.
Lebih mudah membentuknya sejak balita.
Iya lah.. emang paling susah itu mengubah kebiasaan