Halte di Kota Bogor
Halte di Jalan RE Martadinata dekat simpang Cimanggu

Wujud sebuah halte di kota Bogor seperti pada foto di atas mencerminkan beberapa perubahan yang telah dan sedang terjadi di kota ini.

Ya, Bogor memang terlihat sedang giat berbenah di segala sisi. Hampir di smeua sudut kota terlihat usaha-usaha yang dilakukan pemerintah daerah Kota Bogor untuk membuat kotanya nyaman untuk ditinggali dan dihuni.

Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah berbagai prasarana transportasi yang ada seperti fasilitas untuk penumpang menunggu, yaitu halte. Selama ini fasilitas publik yang satu ini memang kurang mendapat perhatian dan sering berada dalam kondisi yang menyedihkan.

Hanya saja, sejak beberapa waktu yang lalu berbagai halte di pusat kota mendapatkan perhatian untuk direnovasi. Selain itu, pemerintah kota Bogor juga menambah jumlah halte. Beberapa tempat yang sebelumnya tidak terdapat fasilitas penumpang untuk menunggu, sekarang sudah diperlengkapi dengan prasarana tersebut.

Halte di Kota Bogor
Halte depan Gedung DPRD

Bentuk haltenya kebanyakan terlihat modern seperti yang ada di jalan RE Martadinata atau Kapten Muslihat. Atap yang terlihat bergaya minimalis. Ringkas dan “fungsional”. Penumpang tidak perlu lagi takut kehujanan atau kepanasan saat menunggu penumpang.

Sebuah usaha yang perlu diapresiasi.

Meskipun demikian tetap timbula sebuah pertanyaan. Untuk apa halte-halte tersebut?

Memang fungsi halte di kota Bogor tidak berbeda artinya dengan yang tertulis dalam kamus, yaitu tempat untuk menunggu kendaraan dan naik turun penumpang.

Justru disitu masalahnya! Angkutan utama di kota Bogor adalah angkot. Kebiasaan mereka adalah menaik turunkan penumpang dimana saja mereka mau. Tidak ada keharusan untuk harus turun di halte.

Halte di Kota Bogor

Kalau begitu, lalu apakah halte di Kota Bogor fungsional atau beroperasi sesuai kodratnya sebagai tempat menaik turunkan penumpang.

Agak bingung soalnya, mengapa halte di Kota Bogor yang sekarang bagus-bagus itu banyak yang kosong? Sementara, di berbagai sudut jalan di dekat halte berada terlihat penumpang menunggu di tempat tak berpeneduh. Adakah sesuatu yang salah dengan halte di Kota Bogor.

Ah, mungkin saya harus berpikir positif. Mungkin itu sebuah langkah untuk menarik para penumpang mau menunggu di halte. Mungkin akan semakin banyak orang yang tertarik secara sukarela menunggu angkutan di halte dibanding di sembarang tempat.

Bukankah setidaknya kota ini sudah memiliki fasilitas umum yang memadai dan cukup layak. Bisa jadi pemerintah Kota Bogor sudah akan mengeluarkan peraturan dan sanksi bagi yang tidak mau naik turun di halte. Mungkin…..

Mungkin pada tahap ini, kita hanya harus terus berpikir positif tentang kemungkinan ke depan. Meskipun, sudah pasti hati akan terus bertanya tentang fungsi dan keberadaan halte di kota Bogor yang bagus-bagus itu.

LEAVE A REPLY