Kampung Lebak Pilar - Sudah Ada Sejak Zaman Belanda 3

Lebak Pilar tidak jarang membuat orang bingung untuk menemukan tempat ini. Bahkan, banyak orang Bogor sendiri yang tidak mengetahui dimana tempat bernama ini.

Sebenarnya, tidak sulit. Tidak perlu pergi jauh-jauh karena lokasinya justru berada tepat di tengah kota Bogor, hanya sekitar 1-1 1/2 kilometer saja kalau diukur dari gerbang Istana Bogor ke jalan masuk tempat ini.

Nama lengkapnya, Kampung Lebak Pilar, ya nama ini merujuk pada sebuah pemukiman. Posisinya memang berada di tengah kota karena terletak bersebelahan dengan Jalan Sudirman, salah satu jalan utama di Kota Hujan. Letaknya tidak jauh dari sebuah taman terkenal di Bogor, Taman Air Mancur.

Yang membuatnya seakan sulit dicari adalah karena keberadaan Kampung Lebak Pilar ini tertutup oleh berbagai bangunan yang ada di sisi kiri Jalan Sudirman. Bisa dikata kampung ini berada di belakang pertokoan. Jadi, pandangan orang akan terhalang dan tidak bisa melihat langsung kesana.

Kampung Lebak Pilar - Sudah Ada Sejak Zaman Belanda 5

Pemukiman padat penduduk ini berada di antara Jalan Sudirman dan Kali Ciliwung. Bisa disebut berada di tebing, mengingat posisi jalan Sudirman berada di atasnya.

Keberadaannya sendiri sudah lama. Nama kampungnya sendiri berasal karena sesuatu yang dilahirkan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Nama itu terkait dengan sejarah dari Taman Air Mancur.

Dulu nama Taman Air Mancur adalah de Witte Paal atau Tugu Putih. Bentuknya seperti di bawah ini.

Bentuk monumen yang menjulang dan menyerupai “pilar” (tiang) inilah yang kemudian dipakai menjadi nama kampung ini. Lebak sendiri berarti “tempat yang lebih rendah” yang menunjukkan bentuk dari tempatnya sendiri (lebih rendah dari jalanan).

Itulah yang namanya Kampung Lebak Pilar.

Untuk menuju kesini, tidak bisa dilakukan dengan kendaraan roda empat. Tidak ada akses jalan untuk mobil kesana. Yang datang harus mau

  1. Jalan kaki
  2. Naik sepeda motor

Jika berjalan kaki, juga harus jeli karena pintu masuknya sering berupa gang sempit yang menurun. Contohnya, seperti foto di bawah ini (di sebelah deretan ruko dekat Taman Air Mancur/Seberang Pusdikzi)

Kampung Lebak Pilar - Sudah Ada Sejak Zaman Belanda 4

Berangkatnya akan terasa menyenangkan karena menurun, tetapi kalau pulangnya, terasa sekali betis mengencang. Yang tidak biasa  atau yang sudah sepuh perlu beberapa kali istirahat karena jalan yang menanjak. Yang muda saja terkadang begitu saat menyusuri undakan yang begitu banyak.

Kalau mau naik sepeda motor, harus masuk dari kawasan Sempur dan kemudian memilih jembatan gantung berwarna Kuning.

Kampung Lebak Pilar - Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Itupun bukan sebuah hal yang mudah. Kampung Lebak Pilar ini sangat padat dan jalan yang ada dari satu gang ke gang lain sangat berkelol. Butuh kehati-hatian dan kemampuan mengemudi sepeda motor yang baik.

Bukan sebuah pemukiman kumuh dan terlihat banyak masyarakat yang memiliki rumah lumayan bagus disini. Meskipun demikian, ada juga yang terlihat tinggal dalam rumah yang tidak layak.

Kampung Lebak Pilar - Sudah Ada Sejak Zaman Belanda 2

O ya, kampung ini juga langsung berhubungan dengan 2 kampung lain yang sama-sama berada di antara Jalan Sudirman dan Kali Ciliwung/Sempur, yaitu Kampung Rambutan dan Lebak Kantin. Lebap Pilar berada di sebelah Utara dan Lebak Kantin di Selatan (dekat Istana Bogor)

Nah, itulah kawan yang namanya Kampung Lebak Pilar.

Mudah-mudahan kalau memang ada yang berniat kesana tidak perlu lagi bingung dan sampai nyasar.

2 COMMENTS

  1. Waktu jaman sekolah, setiap hari lewat sini…

    • Saya juga dulu sering lewat sini

LEAVE A REPLY