Bir Kocok BogorKalau Anda benar-benar menjadi mabuk karena Bir Kocok, maka hanya ada satu pertanyaan yang akan saya ajukan.

ARE YOU SERIOUS? (Pakai logat Cinta Laura)

Benar-benar nih Anda bisa kehilangan kesadaran karena minuman yang satu ini? Harus dipertanyakan campuran apa yang ditambahkan ke dalamnya karena hal itu sangat tidak mungkin terjadi.

Yah, mungkin bisa tanpa campuran apapun, tetapi dengan catatan minumnya satu gentong. Kalau itu yang terjadi barulah mungkin Anda akan muntah-muntah seperti orang yang sedang mabuk minuman keras beralkohol.

Apa Itu Bir Kocok?

Bir Kocok Suryakencana BogorKenapa saya bisa bilang begitu, karena sudah sejak Sekolah Dasar, saya sudah merasakan Bir Kocok, yang sering ditulis dengan ejaan lama Bir Kotjok ini.

Kalau dihitung, berarti sudah sekitar 38 tahun lalu. Tidak sekalipun ada gejala mabuk timbul setelah minum Bir Kotjok (dalam ejaan lama).

Alasannya, karena memang tidak mungkin hal itu terjadi. Bir Kotjok bukanlah sebuah minuman keras yang mengandung alkohol. Bahan utama untuk membuatnya adalah jahe, cengkeh , gula aren dan kayu manis yang direbus.

Memang ketika disajikan, sekilas mirip dengan minuman beralkohol itu, terutama karena ada busa-busa di permukaannya. Juga karena warna kecoklatan yang membuatnya seperti bir.

Padahal busa tersebut adalah hasil pengkocokan cairan jahe/kayu manis/ gula aren dan cengkeh itu dengan es dalam sebuah termos. Dalam penyajiannya, larutan itu dituangkan ke dalam wadah tersebut dan kemudian dicampurkan dengan es.

Bir Kocok BogorBir Kocok Jalan Suryakencana BogorKemudian, wadah tersebut akan diguncang-guncang (dikocok) beberapa saat. Hasilnya ketika larutan tersebut dituangkan ke dalam gelas, maka terlihat akan ada busa di permukaannya.

Jadilah mirip bir. Padahal bukan.

Kemiripannya inilah yang akhirnya membuat minuman ini disebut Bir Kocok atau Bir Kotjok.

Rasanya, berbeda. Kata orang yang pernah mencoba, bir itu pahit, tetapi Bir Kotjok itu agak pedas karena ada kandungan jahe dan cengkeh. Juga manis yang berasal dari gula aren.

Segar.

Apalagi diminum di siang hari yang panas. Benar-benar membuat segar kerongkongan.

Minuman Tradisional

Bir Kocok Bogor

Entah sejak kapan pastinya minuman ini mulai ditemukan di Bogor. Berdasarkan pengalaman pribadi, ketika masa Sekolah Dasar antara tahun 1978-1983, penjual Bir Kocok mudah sekali ditemukan.

Hampir di setiap sekolah, gerobak yang minuman ini akan parkir di depan gerbangnya. Hampir di setiap sekolah. Setiap jam istirahat mereka tidak pernah sepi melayani anak-anak yang memesannya.

Ya. Memang Bir Kocok sempat jaya puluhan tahun silam.

Hanya seperti juga banyak minuman atau makanan tradisional di Bogor dan Indonesia, kehadirannya semakin lama semakin tersingkir.

Cara menjualnya yang sederhana dan penampilannya yang juga tidak cool atau keren sulit menarik perhatian pembeli.  Belum lagi harganya yang kadang terlalu murah sering justru membuat pembeli mempertanyakan kebersihan cara pembuatannya. Semua itu berujung pada menghilangnya minuman unik ini.

Padahal kalau dipikir lebih lanjut, Bir Kocok adalah sebuah minuman yang bisa memberi khasiat karena dalam jahe/cengkeh/kayu manis banyak bahan yang berguna bagi tubuh. Juga tidak adanya pemanis buatan akan membuat terhindar dari efek negatifnya.

Sayang.

Bir Kocok BogorPadahal kalau dikembangkan dan dipromosikan lebih jauh, bir unik yang tidak memabukkan ini bisa menambah panjang daftar kuliner asli Kota Hujan.

Unik, murah, enak dan sehat.

Hanya butuh bantuan berupa modal dan promosi agar mereka tidak punah.

Ada yang berminat membantu mereka?

Ingin Menikmati Bir Kocok?

Bir Kocok Bogor

Belum pernah mencoba Bir Kocok? Ah, sayang sekali. Cobalah! Dijamin tidak akan membuat Anda jalan terhuyung-huyung tak tentu arah.

Bila ingin merasakan kesegaran Bir Kotjok ini, silakan datang ke Jalan Suryakencana, salah satu pusat kuliner Bogor. Lokasinya tidak jauh dari Soto Kuning M Yusuf yang terkenal itu dan juga hanya sepelemparan batu dari Gang Aut dimana Laksa Mang Wahyu atau Laksa Gang Aut berada.

Memang agak langka. Setelah mencoba menyusuri jalan di wilayah Pecinan Bogor ini, hanya satu penjual yang menjual Bir Kocok. Padahal kalau menurut penuturan penjualnya, dulu “abah”nya atau bapaknya merupakan bandar Bir Kocok yang memiliki 6 gerobak. Sekarang hanya tersisa satu.

Kalau dari Stasiun Bogor, pergunakanlah angkot no 02 Merah menuju ke Sukasari.

Begitu juga kalau dari Terminal Baranangsiang, berjalanlah sedikit ke pintu masuk terminal dan naiklah angkot no 02 Merah.

Mintalah pada sang supir untuk berhenti tepat di depan Gang Aut. Setelah itu hanya tinggal berjalan kaki sedikit untuk menemukan gerobak penjualnya.

Harganya tidak akan merobek kantung, hanya Rp. 5.000.-/gelas.

——-

Jadi, kalau Anda sedang berkunjung ke Bogor, cobalah minuman yang satu ini. Walau namanya bisa membuat kita bergaya bak orang bule, dijamin Anda tidak akan mabuk.

Kalau Anda ternyata menjadi mabuk karena Bir Kocok ini, saya benar-benar akan panggilkan Cinta Laura dan menyuruh dia mengatakan kepada Anda “ARE YOU SERIOUS?”

 

LEAVE A REPLY