[Foto] Penjual Talas Rebus – Sensasi Makanan Jadul di Jalanan

Foto Penjual Talas Rebus - Sensasi Makanan Jadul di Jalan Pengadilan

Serius mau merasakan sensasi makanan jadul di Bogor? Beneran tidak takut tidak hygienis? Kalau ya jawabannya, coba deh pergi ke Jalan Pengadilan, tepatnya di depan Kantor Telkom.

Biasanya di pinggir jalan ada sebuah mobil pick up dengan bagian bak tertutup terpal. Mirip dengan kendaraan yang dipakai pedagang “tahu bulat” yang sering tayang di mana-mana karena speakernya yang luar biasa kencang dan slogannya yang lucu.

Cuma, yang di Jl Pengadilan ini tidak ada penggorengan, yang ada adalah semacam dandang dengan kukusan di atasnya dan tentunya kompor di bawahnya (cuma tidak terlihat). Nah, kenapa disebut sensasi makanan jadul, ya karena bisa terlihat jelas yang dijualnya karena bahan mentahnya tergantung di penopang terpal.

TALAS.

Tepatnya, talas rebus. Makanannya sederhana saja, yaitu talas direbus, mungkin dengan bumbu garam dan kemudian ditaburi parutan kelapa.

Jadul pisan. Tapi enak. Rasa gurih dan lembutnya si talas terasa sekali.

Di Kota Bogor sendiri, meski dulu dikenal sebagai Kota Talas, sekarang semakin sulit menemukan makanan tradisional seperti ini. Lebih mudah menemukan spaghetti atau lasagna daripada talas rebus.

Talas rebus sendiri terlihat sederhana dan mudah memasaknya. Jadi tidak akan heran kalau banyak yang berpikir, kenapa harus membeli kalau bisa membuatnya sendiri. Namun, belajar dari pengalaman, karena sudah beberapa kali, memasak talas rebus itu tidak mudah.

Kalau salah, hasilnya akan berlendir dan tidak enak dimakan.

Foto Penjual Talas Rebus - Sensasi Makanan Jadul di Jalan Pengadilan 2

Jadilah sekarang, daripada repot, saya lebih suka mampir ke Jalan Pengadilan sekedar untuk membeli beberapa porsi (dalam bungkus styrofoam berisi 5-6 potong dengan harga 15 ribu rupiah) daripada harus mengolah sendiri.

Sayangnya, hari Sabtu yang lalu, saya kurang beruntung. Hanya tersisa 1 porsi saja dan yang sedang dimasak masih butuh waktu lama sebelum matang.

Walau setidaknya saya membawa pulang beberapa foto untuk dijadikan foto dan memberitahukan bahwa bukan hanya di Jalan Suryakencana saja ada makanan jadul. Di Jalan Pengadilan pun ada.

Bentuknya adalah talas rebus.

Coba saja cicipi. Enak kok.

Walau saya tidak menjamin penjualnya akan terus berada di sana mengingat mereka menggunakan pick up, yang entah apa merknya. Yang artinya, sangat mungkin mereka berkeliling kalau di lokasi itu sepi, sama seperti penjual tahu bulat digoreng dadakan.

(Seharusnya si pedagang talas rebus ini juga punya slogan/jingle yang keren, walau kesulitannya adalah talas lebih lama untuk matang dibandingkan tahu)

Mari Berbagi

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.