Waroeng Taberoe

 

Nama tempatnya WAROENG TABEROE. Kalau melihat namanya rasanya banyak yang akan bingung cara melafalkannya.

Kalau kata “Waroeng” mungkin sudah biasa karena hanya kata warung dengan ejaan lama. Bagaimana dengan kata Taberoe? Apakah harus dieja dengan Ta-be-ro-e? Pintar sekali yang menggunakan kata ini dipadukan dengan kata asli bahasa Indonesia dalam ejaan lama.

Bukan! Bukan Ta-be-ro-e. Itu tetap harus dibaca dengan ejaan lama, yaitu Taberu.

Nah, pasti bingung lagi soal arti kata. Sudah jelas kata ini tidak akan ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia manapun yang tebal-tebal itu. Kata ini bukanlah kata dari bahasa Indonesia.

Taberu adalah kata dalam bahasa Jepang. Arti kata ini adalah “MAKAN”.

Jadi kalau nama “WAROENG TABEROE” diterjemahkan dalam bahasa kita maknanya sederhana saja, yaitu WARUNG MAKAN.

Waroeng Taberoe bukan warteg

Waroeng TaberoeMirip dengan jenis tempat kuliner lain, yaitu Kedai Kita, dimana namanya asli memakai nama Indonesia tetapi menu yang disajikan tidak bercita rasa full Indonesia, begitu juga dengan rumah makan ini.

Anda tidak akan menemukan rendang, sayur asem, jengkol, petai dan sambal ala Sunda di rumah makan ini. Sebaliknya berbagai cita rasa import-lah yang ditawarkan kepada pengunjung.

Berbagai nama kuliner asing tercantum dalam daftar menu Waroeng Taberoe. Mulai dari makanan ala Italia seperty Creamy Corn Carbonara, makanan khas pedesaan di negeri spaghetti tersebut. Juga sebagai appetizer alias hidangan pembuka ada Edamame, si kedelai Jepang. Semuanya tidak berbau Indonesia.

Bukan sebuah hal yang mengherankan mengingat perkembangan dunia perkulineran di kota hujan sudah menyerap banyak jenis makanan dari luar daerahnya.

Suasana rumah makan sendiri, meski menyandang kata waroeng=warung jauh sekali dari nuansa warung yang selama ini dikenal. Tidak ada bangku kayu panjang dengan jejeran makanan atau minuman di depannya. Pelayannya juga berseragam.

Meja-meja tertata rapi. Sebagian diletakkan di dalam ruangan berpendingin udara. Sebagian lainnya diletakkan di teras lantai dua Teras Yasmin dimana Waroeng Taberoe berlokasi. Setting rumah makan ini adalah restoran dan bukan warung tegal alias warteg.

Pengunjung akan diberikan daftar menu makanan yang bisa dipilih sesaat setelah mereka duduk.

Yah, jelas sekali bahwa Waroeng Taberoe bukanlah sebuah warteg.

——-

Suasana tempat ini sepertinya ditata agar selain makan, pengunjung dapat menikmati suasana modern di sekitarnya. Teras Yasmin bagi warga di bilangan Bukit Cimanggu City maupun Taman Yasmin adalah salah satu tempat nongkrong yang cukup dikenal.

Creamy Corn Carbonara Waroeng Taberoe
Creamy Corn Carbonara

Lokasi ini memiliki ruang luas dan ditata secara modern. Isinya pun berupa berbagai tempat kuliner versi modern seperti Domino Pizza dan Food Paradise.

Rasa makanan yang disajikan oleh Waroeng Taberoe sendiri tidaklah mengecewakan. Cukup enak. Harganya tidak berbeda jauh dengan tempat tujuan wisata kuliner di Taman Kencana atau tempat lainnya.

Hanya rumah makan ini bukanlah tempat bagi anda , para penggemar kuliner tradisional. Tidak ada jenis makanan khas Bogor dalam daftar menunya.

——

Lokasi Waroeng Taberoe

Rumah makan ini berada di jalan Abdullah Bin Nuh Bogor. Lokasinya tepat di sebelah Giant Yasmin. Untuk menuju ke tempat ini bisa lihat tulisan tentang jalan Abdullah Bin Nuh.

Bila hendak melakukan reservasi, bisa menelpon petugasnya di nomor 0251-8360500

LEAVE A REPLY