Tidak semua orang datang ke pagelaran CGM Bogor Street Festival untuk menyaksikan pawai dan berbagai atraksi kesenian disana. Banyak dari mereka yang hadir di ajang tersebut justru untuk memanfaatkan keramaian yang ada untuk mencari nafkah dan menjadi pencari rejeki sebagai tujuan utamanya.

Sesuatu yang memang bisa diharapkan akan ditemui. Pepaatah ada gula ada semut berlaku disini. Keramaian yang terbentuk dari begitu banyaknya orang yang hadir telah menciptakan pasar yang memberi peluang untuk melakukan penjualan berbagai macam produk.

Hal itu juga memang diharapkan terjadi oleh para penyelenggara Cap Go Meh Bogor ini, yaitu juga untuk menggerakkan roda perekonomian Kota Bogor, walau hanya sehari dua saja.

Silakan lihat beberapa pencari rejeki yang tertangkap kamera Lovely Bogor.

Penjual Topi Liong dan Barongsay

Para Pencari Rejeki di ajang Cap Go Meh Bogor 2018

Salah satu item yang sangat laku terjual adalah topi yang berbentuk Naga dan Barongsay. Sudah pasti mereka adalah pencari rejeki yang paling banyak bisa ditemukan di sepanjang jalan Suryakencana.

Mau tidak mau, menjual sesuatu yang sesuai dengan tema keramaian akan memberikan nilai jual tersendiri karena kebanyakan penonton pun ingin terlibat dalam kemeriahan disana. Meskipun tidak menjadi penampil, tetapi setidaknya mereka bisa merasa jadi bagian dengan mengenakan atribut yang merupakan ciri khas dari acara itu.

Mudah-mudahan saja semua berjalan sesuai dengan teori pemasaran dan para pencari rejeki jenis yang ini bisa membawa pulang banyak keuntungan.

Penjual Mainan Anak-Anak (Berbentuk Liong dan Barongsay)

Para Pencari Rejeki di ajang Cap Go Meh Bogor 2018 2 - penjual mainan anak-anak

Ada ribuan, ya betul ribuan, anak-anak yang juga datang ke ajang tahunan Bogor ini. Bisa bayangkan pasar yang tersedia bagi para penjual mainan anak-anak, terutama yang sesuai dengan tema acara?

Pastinya. Kenyataannya, memang penjual mainan anak-anak yang seperti ini merupakan salah satu yang paling diminati.

Pesaingnya hanyalah sesama penjual saja karena semua berpikir serupa, maka ada banyak sekali pedagang mainan seperti ini disana.

Penjual Jas Hujan Plastik

Cap Go Meh tanpa hujan katanya tidak afdol. Hujan pada saat CGM dianggap membawa berkah.

Dan, hal itu tentunya dirasakan oleh para penjual jas hujan plastik sekali pakai. Entah berapa buah yang berhasil mereka jual hari itu karena pada saat penyelenggaraan acara itu kemarin, hujan cukup deras dan lama.

Berarti, setidaknya memang ada orang yang mendapatkan berkah tersebut. Walau mungkin merepotkan bagi yang lain, terutama bagi saya si pemburu foto. Tetapi, setidaknya saya bisa tetap memanfaatkan jasa para penjual jas hujan plastik ini, untuk melindungi kamera dari tetesan air.

Penjual Gorengan

Para Pencari Rejeki di ajang Cap Go Meh Bogor 2018 2 - penjual gorengan

Hujan. Dingin. Lapar. Tapi nggak mau sampai ketinggalan parade yang selalu agak ngaret dari tahun ke tahun. Belum lagi banyak rumah makan di kisaran Jalan Suryakencana tutup karena ikut merayakan. Atau bisa juga uang terbatas.

Tidak masalah.

Para penjual gorengan siap menyediakan sesuatu yang hangat dan bisa mengenyangkan perut dengan harga terjangkau. Ada tahu goreng, singkong goreng, tempe goreng, dan berbagai makanan kecil yang digoreng lainnya (namanya juga gorengan kan).

Salah satu para pencari rejeki yang termasuk panen saat penyelenggaraan acara.

Sales Promotion Girl

Para Pencari Rejeki di ajang Cap Go Meh Bogor 2018 2 - sales promotion girl

Jangan heran juga ada jenis pencari rejeki yang banyak mengundang perhatian, termasuk saya. Bagaimana tidak, karena biasanya pakaian mereka cerah, ramah, masih muda, dan banyak yang cantik.

Kehadiran mereka memberi warna tersendiri karena jumlahnya pun cukup banyak. Biasanya mereka akan menawarkan beberapa produk bermerk, seperti kopi merk tertentu, susu, dan banyak lagi produk yang namanya sering nampang di layar televisi.

Mereka pun termasuk kategori pencari rejeki. Malah mereka mencari rejeki untuk dua pihak, perusahaannya, dan dirinya sendiri. Iya kan? Bagaimana kalau mereka tidak bisa menghasilkan penjualan? Gaji dan bonusnya bisa kecil.

Para Pencari Rejeki di ajang Cap Go Meh Bogor 2018 2 - sales promotion girl 2

Penjual Minuman

Para Pencari Rejeki di ajang Cap Go Meh Bogor 2018 2 - penjual minuman

Kata orang kalau hujan tidak perlu banyak minum karena keringat keluar lebih sedkit. Yah, kalau ada yang bilang begitu sih, mungkin saya getok kepalanya. Iya kalau tidak melakukan apa-apa.

Tetapi bayangkan saja berdesak-desakan dan berdiri lama menunggu pawai atau karena berteriak-teriak melihat penampilan yang menarik. Kerongkongan rasanya kering dan tentunya butuh dilancarkan dengan minum.

Jangan sebut kalau hujan tidak kena dehidrasi. Lha, seperti saya yang harus mondar mandir berburu momen dengan kamera di tangan, kalau tidak minum ya bisa semaput. Untunglah ada para pencari rejeki seperti mereka.

Semoga rejekinya dilancarkan ya dik.

Para Pencari Rejeki di ajang Cap Go Meh Bogor 2018 2 - penjual kacangDan, masih banyak lagi para pencari rejeki lainnya.

Selama perhelatan CGM Bogor itu sendiri banyak warung makan yang juga tetap buka dan beroperasi.

Jadi, sebenarnya banyak sekali para pencari rejeki pada acara itu. Hanya beberapa yang bisa direkam oleh si Canon 700D disana.

6 COMMENTS

  1. mas salam kenal’
    makasih udah mampir di blog saya
    alhamdulillah nemu “blogger ortodoks” lagi
    saya suka jepretannya
    suka benget liat gambar aktivitas yang apa adanya gitu
    pas perayaan cap go meh emang ramee banget
    sayang di kota saya kemarin ujan deres banget jadi gak bisa liat

    • Salam kenal juga.. sama sama mas

      Hahaha.. iyah emang seru nonton yang begitu.

      Dan memang saya blogger ortodoks 😀😀

LEAVE A REPLY