Kota Bogor satu langkah lagi lebih maju dalam hal perlalu-lintasan. Salah satu buktinya adalah sudah tersedianya “Pelican Crossing” di beberapa titik di jalan-jalan kota ini.

Ketersediaan “Pelican Crossing” di sebuah kota ditujukan terutama untuk membantu para pejalan kaki menyeberang jalan.

Apa sih Pelican Crossing itu?

Sebenarnya bukan sebuah barang baru dan canggih. Istilah Pelican Crossing sendiri sudah diperkenalkan sejak tahun 1974 di Inggris. Istilah ini aslinya bernama PELICON – Pedestrian Light Controlled.

Istilah ini mengacu pada sebuah system yang terbentuk dari gabungan zebra cross, lampu lalu lintas berwarna merah dan hijau, serta tombol.

Kota Bogor Sudah Punya Pelican Crossing 2

Dengan Pelican Crossing, pejalan kaki yang hendak menyeberang hanya perlu menekan tombol yang tersedia di dua buah tiang yang berada di dua sisi jalan.

Setelah beberapa saat, maka lampu lalu lintas yang ada di tiang tersebut akan berubah warna menjadi Merah dan menjadi tanda agar kendaraan berhenti. Persis seperti traffic light.

Nah, pada saat itulah pejalan kaki bisa melintas.

Pejalan kaki pun diharapkan untuk patuh aturan karena sebelum lampu berwarna merah, maka mereka tidak diharapkan untuk menyeberang. Biasanya sistem ini juga diperlengkapi dengan lampu tambahan dengan simbol “orang berjalan” yang bisa berubah menjadi merah dan hijau.

Merah berarti pejalan kaki dilarang menyeberang dan hijau berarti mereka bisa melintas.

rossing di Jalan Juanda Bogor

Kehadiran Pelican Crossing sendiri membantu sekali bagi para pejalan kaki untuk bisa melintasi jalan-jalan yang sibuk dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan.

Sistem ini juga membiasakan para pengguna jalan untuk saling menghargai hak masing-masing dalam menggunakan jalan. Pejalan kaki tidak lagi diharapkan menyeberang seenaknya tanpa memperhitungkan arus lalu lintas dan sebaliknya para pengendara harus memberikan hak pejalan kaki untuk menyeberang.

Memang masih belum banyak, tetapi paling tidak sudah ada dua buah yang terpasang. Keduanya ada di Jalan Juanda, salah satu satu jalan tersibuk di Bogor. Satu berada tepat di depan Balai Kota Bogor dan lainnya berada di dekat Kantor Pos dekat Pintu 2 Kebun Raya Bogor.

4 COMMENTS

  1. Pertamax heula ah di artikel baru pak Anton.. 😀
    Ngiring komen deui nya pak…
    Sistem pelican crossing bisa jadi solusi bagi penyeberang jalan di lalu lintas yg padat, tapi akan tetap sia-sia kalau para pejalan kaki dan pengguna kendaraan di jalanan tidak paham dan tidak menghargai satu sama lain…
    Semoga Pemkot Bogor dan kepolisian kota Bogor punya strategi jitu supaya sistem ini bisa berfungsi dengan baik di kota hujan tercinta ini, dan masyarakat kota Bogor bisa menjaga fasilitas umum ini bersama-sama…

    • Muhun.. memang dilema Kang. Kesadaran kita dalam berlalu lintas memang rendah. Tetapi, bukankah kita harus melihat sesuatu dari sudut positif. Nah, Pelican Crossing ini kan bisa juga sekaligus mendidik pengguna jalan untuk saling menghargai.

      Tentu butuh lebih dari sekedar alat, tetapi sebagai langkah awal, tetaplah harus diapresiasi

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.